
"Kalau begitu, sesuai permintaan mama Sarah. Kosongkan jadwal akhir pekanku. Dan aku sendiri yang akan memberikan info tentang rencana liburan itu pada istriku." Aaron berkata sambil melirik ke arah pintu kamar yang ada di kantornya, sambil membayangkan betapa senangnya Chiara jika mendengar kabar kalau mereka akan berlibur bersama di villa milik keluarganya.
Sejak mereka menikah dua tahun lalu, Aaron sadar bahwa dia tidak pernah sekalipun mengajak Chiara berlibur, karena itu, baginya rencana liburan dari Sarah pasti akan membuat Chiara senang dan bersemangat.
Zachary yang mendengar Aaron yang biasanya memanggil Chiara dengan namanya, dan tiba-tiba menyebutnya dengan sebutan istri, membuat Zachary sedikit melongo.
Untung saja mata Aaron sedang menatap ke arah layar laptop setelah beralih dari pintu kamar, sehingga tidak menyadari bagaimana wajah heran Zachary dengan bibirnya yang sedikit terbuka.
Wah... wah... sepertinya tidak lama lagi bu Sarah akan benar-benar mendapat kabar tentang calon cucunya. Istriku pasti ikut senang jika peristiwa itu benar-benar terjadi. Aku turut bahagia untuk anda pak Aaron.
Zachary yang berkata dalam hati hampir saja terkikik geli, ikut senang melihat perkembangan besar yang terjadi pada hubungan pernikahan antara Aaron dan Chiara.
"Untuk sekarang, tolong minta devisi perencanaan mengirimkan perbaikan proposal rencana mereka. Aku mau melakukan pengecekan masalah itu sekarang juga, sebelum aku pergi bersama istriku."
"Eh, baik Pak Aaron." Zachary buru-buru menanggapi permintaan dari Aaron., dan melakukan panggilan telepon dengan penanggung jawab devisi perencanaan.
Cukup lama Aaron dan Zachary melakukan pembicaraan tentang pekerjaan mereka, sekaligus menganalisa data-data laporan yang diberikan oleh para staff dan pimpinan dari berbagai devisi.
Sampai akhirnya suara pintu yang dibuka membuat Aaron maupun Zachary langsung mengarahkan pandangan matanya ke arah pintu kamar yang ada di kantornya itu.
My little girl....
Aaron langsung berkata dalam hati begitu melihat sosok cantik Chiara yang keluar dari kamar dengan pakaian formal, rambutnya yang panjang, ditata dengan gaya side pinned dan juga make up yang tidak terlalu tebal, tapi menonjolkan kecantikan alami yang dimilikinya, dan membuatnya tampil elegan.
(Baik rambut panjang maupun rambut pendek semuanya akan terlihat cocok jika ditata dengan gaya side pinned. Gaya rambut ini menjepit rambut di bagian sisi kepala, tepatnya di atas telinga, dengan menggunakan bobby pins atau jepitan cantik lainnya. Sementara rambut di bagian sisi lainnya dibiarkan tergerai. Rambut yang tergerai bisa dicatok lurus atau ditata bergelombang).
Pada penampilan Chiara kali ini, tidak ada kesan terlalu dewasa dan berani seperti yang terjadi ketika Chiara datang untuk pertama kalinya ke kantor tadi.
Pesona Chiara, juga terpancar karena wajahnya yang selain cantik, terlihat cerdas, sehingga sosoknya terlihat begitu menarik dan mengagumkan.
Sempurna.... Memang pantas menduduki posisi nyonya dari penerus Malverich. Bukan hanya tampil cantik dan elegan, tapi terlihat jelas nona Chiara adalah gadis yang cerdas.
Zachary mengucapkan pendapatnya terhadap sosok Chiara hanya dalam hati, karena dia tahu bagaimana pencemburunya seorang Aaron Melverich.
"Om Aaron, aku sudah siap. Apa masih ada yang kurang?" Dengan senyum ceria di wajahnya, Chiara segera berjalan mendekat ke arah Aaron yang baru saja berhasil menelan ludahnya setelah dia berusaha keras melakukannya begitu sosok cantik dan elegan Chiara muncul, keluar dari kamar.
"Bagaimana Pak Aaron, apa masih ada yang kurang dari penampilan Nona Chiara? Kalau iya, biar kami memperbaikinya." Salah seorang dari empat wanita yang merupakan tim MUA berkata kepadan Aaron yang matanya belum berkedip sedetikpun sejak Chiara keluar dari kamar.
"Aku rasa sudah cukup. Kami bukan akan ke pesta, tapi meeting penting." Aaron segera menjawab pertanyaan wanita itu tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya, karena mata ambernya sibuk menikmati penampilan cantik, namun juga elegan dari istrinya.
"Kalau begitu, kami permisi. Terimakasih sudah mempercayakan kepada kami untuk mendandani nyonya Malverich." Wanita itu kembali berkata untuk berpamitan, yang hanya dijawab oleh sebuah anggukan tegas dari Aaron yang matanya belum beralih dari sosok Chiara.
"Mari, saya antar...." Dengan sikap sopan, Zachary menggerakkan tangannya ke samping tubuhnya, memberikan tanda untuk mempersilahkan mereka untuk pergi meninggalkan ruangan Aaron.
“Om Aaron, kenapa menatapku seperti itu? Apa pakaian dan make upku tidak cocok lagi dengan usiaku? Dan Om Aaron tidak suka dengan yang ini juga?” Chiara yang bisa melihat mata Aaron yang terus memandangnya, langsung bertanya dan menggerakkan tubuhnya semakin mendekat ke arah Aaron, yang terliaht cukup kaget dengan pertanyaan Chiara yang tanpa basa basi seperti biasanya.
“Ah, tidak, bagus kok… cantik… Aku suka. Setelah ini, Zachary sudah mmngaturkan jadwal untukmu agar bisa berlatih merias wajahmu sendiri bersama dengan pengajar professional.” Aaron berkata pelan dengan mata tetap menatap ke arah Chiara, tanpa berniat untuk mengalihkan pandangan matanya dari sosok cantik istrinya yang selalu saja mengagumkan, dan membuatnya semakin jatuh cinta.
Entah dandanan cantik dan elegan seperti yang sedang dinikmati Aaron saat ini, atau Chiara dengan piyama tidurnya yang wajahnya terlihat polos tanpa make up, bagi Aaron Chiara tetap terlihat begitu cantik di matanya.
Bahkan penampilan Chiara siang tadi yang cukup membuatnya kaget dan tidak suka karena terlalu dewasa dan terbuka, tapi Aaron harus mengakui bahwa penampilan Chiara, mau seperti apapun, bagi Aaron sungguh mempesona, mengagumkan, dan juga membuatnya gemas, karena membuatnya ingin mendekat dan mencium bibir mungil istrinya itu.