
Itu artinya, sudah berbulan-bulan berlalu, Aaron dan Chiara tidak menjalin komunikasi sama sekali, baik melalui pesan singkat, apalagi panggilan telepon dengan Aaron.
Meski bagi Chiara hal itu terasa sangat berat dan seringkali membuatnya melamun, tapi mengingat niatnya untuk meraih hati Aaron setelah dia cukup layak, menjadikan Chiara tetap bersemangat untusk menjalani hari-harinya, agar hari cepat berlalu, dan 4 tahun kemudian segera datang.
Aaron sendiri seringkali menjalin komunikasi dengan Chiara melalui Zachary.
Meskipun Aaron tidak pernah mengirimkan pesan pada Chira, ataupun menghubunginya, tetapi Aaron selalu memantau kehidupan Chiara.
Dan untuk rencana acara pesta ulang tahunnya yang ke 17, sebenarnya, Aaron sudah memberitahukan kepada Chiara meski tidak secara langsung.
Aaron hanya memberikan info kepada Chiara melalui Zachary, bahwa sejak sebulan yang lalu, Sarah ingin mengadakan acara ulang tahun yang ke tujuh belas untuk Chiara, dan Aaron setuju serta mendukung rencana Sarah, hanya itu saja….
Tapi bagi Chiara, bagaimana Aaron mengingat dan perduli dengan hari ulang tahunnya, itu sudah lebih dari cukup, karena Chiara yakin, berarti dalam hatinya, Aaron menganggapnya penting.
“Mungkin om Aaron sedang sibuk-sibuknya di sana. Hanya sekedar pesta ulang tahun, tidak seharusnya aku merepotkan om Aaron dan memintanya untuk datang. Apalagi semua hal tentang pesta itu, sudah disiapkan semuanya oleh om Aaron.” Chiara berusaha untuk membela Aaron, yang justru membuat Grace mendengus kesal, melihat bagaimana Chiara yang selama ini memang selalu membela Aaron.
“Meskipun sesibuk-sibuknya om Aaron, ini kan acara penting untukmu. Harusnya paling tidak dia mengirimimu pesan, mengatakan kalau dia tidak bisa hadir. Memberikan penjelasan yang masuk akal, supaya kamu bisa merasa lega. Tidak merasa diabaikan.” Grace kembali mengomel, sedang Jaka memilih diam karena dia tahu, kalau Grace sudah mengomel, omelannya akan seperti cerobong asap kereta api yang akan terus mengepulkan asap dengan tidak ada hentinya, sampai dia berhenti saat sudah mencapai tujuannya.
"Kamu ini, bagaimanapun, meski hanya sementara, tapi semua orang yang dekat denganmu tahu kalau orang terdekatmu sekarang adalah om Aaron. Kenapa coba? Ya karena mereka tahunya kamu dan om Aaron sudah menikah, sudah sah sebagai suami istri. Kalau sikap om Aaron seperti ini terus, bisa-bisa orang benar-benar curiga kalau pernikahan kalian memang palsu." Grace masih mngucapkan kata-katanya dengan nada berapi-api, membuat Jaka hampir saja mencari kapas untuk menutup telinganya.
Chiara sendiri menjadi diam termenung mendengar kata-kata dari Grace, tapi dia cukup tahu diri dengan statusnya sebagai istri sementara Aaron, yang tidak memiliki hak untuk menuntut Aaron seperti yang baru saja dikatakan oleh Grace.
"Siapa sih yang di hari istimewanya tidak ingin kehadiran orang-orang yang kita sayangi? Tapi apa mau dikata, kamu dan Jaka juga tahu kalau memang pada kenyataannya, pernikahanku dengan om Aaron tidak seperti yang dipikirkan orang lain. Meskipun ingin, aku tidak bisa memaksa om Aaron untuk memperdulikan ulang tahunku." Chiara berkata sambil mencebikkan bibirnya.
Seperti katanya pada Grace, jika bisa, Chiara ingin sekali Aaron bisa hadir di acara pesata ulang tahunnya yang ke 17, dan jika mungkin, bukan hanya menghadiri pesta ulang tahunnya, tapi dalam keseharian mereka, Chiara ingin Aaron selalu ada untuknya, tidak lagi berada jauh darinya.
"Hah, malang sekali nasibmu Chiara." Jaka akhirnya mengeluarkan suaranya, berkata pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, dengan tangannya menepuk-nepuk bahu Chiara dengan wajah bersimpati.
"Dan itu adalah saat yang sudah aku tunggu-tunggu. Aku akan membuat om Aaron jatuh cinta padaku dengan pesona yang aku miliki." Dengan percaya diri Chiara berkata, membuat kedua temannya langsung terkikik geli.
Rasanya mereka ingin menggoda Chiara dengan tidak mendukung kata-katanya barusan, berusaha mengejeknya, tapi melihat kenyataan bahwa membuat Aaron jatuh cinta padanya menjadi impian baru bagi Chiara, membuat kedua temannya hanya bisa meringis, dan hanya bisa membantu Chiara dalam doa, agar keinginannya untuk menjadi nyonya Malverich yang sebenarnya bisa tercapai.
# # # # # # #
Chiara, Grace dan juga Jaka memilih menghabiskan waktu makan siang mereka di sebuah café yang dikenal dengan gelatonya yang sangat enak, setelah mereka dipulangkan lebih awal karena ada acara rapat mendadak para guru di sekolah mereka.
(Gelato (bahasa Italia: dʒeˈlaːto; jamak: gelati [dʒeˈlaːti]) adalah es krim khas dari negara Italia. Nama gelato berasal dari bahasa Italia yang artinya "beku". Gelato terbuat dari bahan utama seperti susu, krim, dan gula. Kemudian diberi tambahan variasi rasa mulai dari buah-buahan, kacang, dan bahan perasa lainnya.
Gelato sendiri artinya es krim dalam Bahasa Italia. Namun dalam konteks kuliner, gelato berkembang menjadi jenis es krim yang dibuat sesuai tradisi orang Italia. Rasanya memang berbeda antara es krim biasanya dengan gelato. Gelato terasa lebih padat tetapi teksturnya begitu halus dengan rasa susu yang kuat.
Perbedaan antara es krim dan gelato adalah: Pada dasarnya, gelato terbuat dari susu, krim dan sedikit kuning telur. Sementara itu, es krim terbuat dari susu dan banyak kuning telur.
Pada proses pembuatan es krim, krim yang digunakan lebih banyak dibandingkan susu. Sedangkan gelato dibuat dari proporsi susu yang lebih banyak dibanding krim. Tidak hanya itu, es krim juga menggunakan tambahan telur saat membuat adonan. Sedangkan gelato tidak menggunakan telur saat proses pembuatan).
Suasana akrab dan juga ceria yang sedang mereka nikmati, membuat mereka tidak sadar kalau ada seseorang yang sedang mengamati mereka, dan setelah beberapa saat kemudian orang itu memutuskan untuk berjalan mendekati ketiga sekawan yang sedang tertawa-tawa karena candaan yang saling mereka lemparkan.
"Hallo Chiara...." Chiara yang sedang asyik menikmati sajian gelato coklat di mangkuk yang ada di depannya langsung menoleh kaget mendengar sapaan dari seseorang yang berdiri di belakangnya yang sedang duduk santai bersama Jaka dan Grace.
Begitu Chiara melihat sosok Romi, hampir saja gelato yang ada di dalam mulutnya melompat keluar kerena kaget.
"Sepertinya kalian sedang menikmati sekali es kalian. Kebetulan aku sedang sendirian... aku ikut bergabung ya." Tanpa menunggu jawaban dari Chiara, Romi berencana mengambil posisi duduk di samping Chiara.
"Eh... itu tempatku om! Maaf ya! Jangan suka merebut tempat orang ya." Grace yang awalnya duduk di samping Jaka, dengan cepat bangkit dari duduknya, dan mengambil posisi duduk di samping Chiara, dengan mengucapkan perkataannya tanpa merasa bersalah melihat Romi menghela nafasnya karena tindakan Grace.