
“Dan harapanku, kita tidak kalah cepat dengan Aldrich dalam menemukan orang itu. Jika dia bergabung bersama kelompok Aldrich, kita akan mengalami banyak kesulitan untuk melawan Aldrich kelak.” George bekata sambil menddd… eeesah pelan, karena ada rasa khawatir yang menyelinap di dadanya saat ini, ketika mengingat tentang obsesi Aldrich untuk menguasai dunia, dan menjadikan ras manusia normal sebagai budak.
Di samping itu, George pernah mendengar tentang rencana Aldrich yang ingin memusnahkan sebagian dari manusia, agar bumi tidak penuh dengan manusia yang dianggap Aldrich sebagai pengganggu dan benalu.
Membayangkan orang dengan kekuatan perlindungan, satu-satunya orang yang memiliki kekuatan itu bergabung dengan Aldrich, membuat George benar-benar khawatir tentang hal itu.
Jika itu benar-benar terjadi, maka rekan-rekannya yang tergabung dalam kelompok Aaron pasti akan mengalami masalah besar, juga para manusia normal di dunia ini.
Meskipun sampai saat ini George tahu Aaron adalah mutan terkuat yang pernah dia temui, tapi keberadaan muta dengan kekuatan perlindungan itu, bisa membuat Aaron yang tidak bisa mendeteksi keberadaannya maupun lawan jika orang itu mengeluarkan kekuatannya, akan sangat menyulitkan Aaron dalam bertempur melawan kelompok Aldrich.
Walaupun sebagai mutan terkuat, tapi Aaron harus cerdik dalam menggunakan kekuatannya untuk melawan anak buah Aldrich yang cukup banyak, dan memilik iberbagai macam kekuatan yang berbeda-beda, satu dengan yang lainnya.
Selama ini, George menganggap keberadaan kelompok Aaron sebagai penyeimbang, untuk bisa mengendalikan tindakan brutal dan arogan dari kelompok Aldrich yang dalam bertindak, seringkali tidak perduli dengan nyawa orang lain, bahkan anggota dari kelompoknya sendiri yang dianggap tidak berguna.
“Percayalah padaku George, dia pasti orang yang baik. Aku bisa merasakan dengan jelas ketika dia pernah menyelamatkanku dulu. Meskipun saat itu aku tidak tahu seperti apa sosoknya, apalagi wajahnya. Tapi keberadaannya waktu itu benar-benar membuat orang tenang. Seperti katamu, dia pasti bisa membantuku mengendalikan kekuatanku saat berada di dekat Chiara. Dan kita harus segera mencari cara agar bisa menemukan orang itu. Dan kita pasti bisa menemukannya sebelum Aldrich.” Aaron berusaha bersikap optimis.
“Lagipula, kalau sekarang, setelah bertahun-tahun berlalu, ternyata dia tidak juga bergabung dengan kelompok Aldrich, menurutku dia memang tidak berniat untuk bergabung dengan Aldrich. Mungkin dia sepemikiran dengan kelompok kita dan tidak setuju dengan cara berpikir Aldrich yang ingin menguasai dunia dengan kekuatan fisik yang dimilikinya.” Aaron berkata sambil memandang ke arah George yang terlihat lebih tenang setelah mendengar perkataan Aaron barusan.
Semoga yang kamu katakan benar Aaron, jangan sampai terjadi bencana gara-gara orang itu memihak pada Aldrich. Hah! Aku ingin segera bisa menyelesaikan penelitianku yang lain, agar bisa segera membantu Aaron dalam membereskan kelompok Aldrich.
George berkata dalam hati sambil memandang berkas-berkas yang ada di depannya, merasa sedikit bangga, dia bisa menjadi bagian dari kelompok Aaron, meskipun mungkin mereka yang ada di kelompok Aaron selalu bertindak diam-diam, tidak diketahui oleh orang lain, sehingga tidak pernah ada penghargaan atau bahkan sekedar pujian untuk tindakan heroic mereka.
Tapi George tetap merasa senang meski harus bekerja di balik layar seperti sekarang ini, yang penting dia bisa membantu banyak orang dengan kemampuan yang dia miliki.
Meski dia bukan manusia super, paling tidak dengan otak geniusnya, George sudah memberikan kontribusi besar pada Aaron dan teman-teman korban mutasi lainnya.
“Beberapa hari ini aku akan memantau kondisi Chiara setelah melepaskan liontin itu dari tubuhnya. Aku juga sudah membawa alat cipataanku yang lain, yang bisa dengan detail menunjukkan kada medan magnet dalam tubuh Chiara dalam bentuk angka. Jadi akan lebih valid dan bisa benar-benar dicatat, meski itu nanti setiap harinya mungkin hanya selisih nol koma sekian persen penurunannya.” Kata-kata George membuat Aaron langsung tersenyum.
“Alat yang aku berikan pada Chiara, hanya akan menunjukkan secara kualitas perubahan, bukan kuantitas. Sehingga dia tidak akan bisa menunjukkan perbedaan jika perubahan yang terjadi belum terlalu signifikan.” George melanjutkan bicaranya, sambil membereskan berkas-berkas di hadapannya, termasuk kaca pembesar yang tadi dibawanya.
“Dan sekarang setelah kamu puas mendengar penjelasanku, bisakah kamu membiarkan aku tidur untuk beberapa hari ini?” George berkata sambil memandang ke arah Aaron yang sedang menatapnya dengan wajah bertanya-tanya.
“Ayolah Aaron, biarkan aku beristirahat untuk sehari ini. Apa kamu tidak tahu betapa tersiksanya aku karena jetlag yang aku alami. Haist! Kamu pasti tidak bisa membayangkannya karena seumur hidupmu tidak pernah merasakan apa itu jetlag,” George berkata sambil tersenyum lebar, dan bangkit dari duduknya, lalu langsung melangkah pergi ke dalam kamarnya.
“Eh… George….” Aaron memanggil Aaron dengan suara ragu.
“Kamu tahu kan dimana pintu keluar kamarnya ini Aaron. Sampai hari Senin. Jangan lupa untuk menutup kembali pintu kamar rapat-rapat setelah pergi. Selamat menikmati akhir pekan kalian. Aku juga akan menikmati istirahatku sampai dua hari ke depan.” George langsung menjawab panggilan Aaron dengan suara pelan dengan posisi tetap membelakangi Aaron, tetap melangkah menjauh sambil melambaikan salah satu tangannya yang tidak memegang berkas di tangannya.
“Oke George, terimakasih untuk kerja kerasmu. Selamat beristirahat. Kalau membutuhkan sesuatu, kamu bisa langsung menghubungi Zachary. Apapun itu.” Aaron berkata dengan nada suara sedikit keras, karena dilihatnya George sudah memasuki area tempat tidurnya, terus melangkah tanpa menoleh lagi ke arah Aaron.
George langsung tersenyum lebar mendengar kata-kata Aaron, meski dia tidak menanggapi dan menjawabnya, dan justru langsung meletakkan barang-barang yang dipegangnya di atas nakas, dan langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur, untuk menghilangkan rasa sakit kepalanya akibat jetlag yang dialaminya.
Kalau tidak demi Aaron, aku tidak akan mau dipaksa untuk bertemu sebelum jetlagku sembuh. Semoga ke depannya kamu selalu bahagia Aaron. Setelah sekian banyak hal baik yang sudah kamu lakukan demi kami, orang-orang di sekitarmu, sudah waktunya kamu juga memikirkan kebahagianmu sendiri bersama gadis kecilmu itu.
George berkata dalam hati sambil memejamkan matanya dan tersenyum.
Rasanya George cukup lega melihat wajah bahagia Aaron, meskipun masalahnya dengan Chiara belum seratus persen terselesaikan, dan belum tentu teorinya benar tentang medan magnet yang ada di tubuh Chiara.
"Ayo kita pergi. Biarkan George beristirahat." Aaron berkata sambil bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya ke arah Chiara yang langsung meraihnya, dan menggunakannya sebagai penahan saat dia bangkit berdiri.
"Kita mau kemana setelah ini Om? Apa Om Aaron akan kembali bekerja? Pergi ke kantor setelah ini?" Chiara yang sudah mengikuti Aaron keluar dari kamar hotel George langsung bertanya dengan rasa penasarannya.
Karena jika boleh jujur, setelah kedatangan Aaron yang menyatakan akan tetap tinggal di kota ini, dan juga pernyataan cintanya kemarin, Chiara merasa waktu berlalu begitu cepat saat dia sedang bersama Aaron, sedangkan dia masih ingin menghabiskan waktu bersama Aaron.