Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MEMBUAT AARON TERSENYUM



Dan Chiara ingat dengan jelas, janji Aaron untuk menanggung semua biaya hidup maupun biaya sekolah Chiara setelah mereka menikah kelak.


Sebenarnya bukan karena Aaron menjanjikan tentang hal itu yang membuat hati Chiara tenang dan senang, karena tanpa dibantu oleh Aaron, meskipun Mona tidak memberikan yang terbaik padanya, Chiara tahu kalau Mona tidak akan pernah berani macam-macam sampai dia tidak bisa makan atau melanjutkan pendidikan sesuai keinginannya.


Bagian managemen perusahaan papanya pasti akan bertindak jika melihat sesuatu yang terlalu mencolok yang terjadi pada Chiara, sehingga Mona juga tidak berani terang-terangan menindas Chiara secara berlebihan.


Hal yang membuat Chiara begitu senang meningingat dia akan segera menikah dengan Aaron, adalah membayangkan dirinya segera terbebas dari pengawasan tantenya, dan juga, karena hatinya, sudah begitu terikat dengan sosok Aaron yang baginya bagai seorang dewa penolong.


"Begini Bu, pokoknya, jangan memikirkan Chiara, karena Chiara sudah ada orang lain yang akan bertanggungjawab dan mengurus kehidupan Chiara selanjutnya, termasuk setelah lulus dari SMA ini." Grace menambahkan kata-kata Chiara yang langsung mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Grace pada Ana.


"Ini Bu, mulai sekarang ini adalah milik Ibu. Tapi tolong jangan sampai hal ini didengar oleh orang lain. Aku mungkin akan dituduh sebagai anak kurangajar yang tidak menghargai pemberian orang lain kalau ada yang mendengar tentang ini. Bisa-bisa aku dipanggil ke kantor kepala sekolah dan harus mendengarkan ceramah selama berjam-jam. Aku bisa pingsan kalau harus mengalami mimpi buruk seperti itu." Chiara berkata setelah menyerahkan amplop coklat di tangannya kepada Ana, dan setelah itu mengatupkan kedua telapak tangannya di depan Ana dengan wajah memohon, membuat Ana yang masih saja meneteskan airmata haru, jadi tertawa kecil melihat kata-kata dari Chiara, yang diucapkannya sambil bergidik.


"Jujur saja, aku tidak tahu berapa jumlah uang beasiswa itu Bu, tapi semoga bisa membantu keluarga Bu Ana dan Pak Toni. Semoga Bapak juga terus diberikan kesehatan ya Pak. Adik-adik juga tumbuh sempurna dan bertambah pintar." Chiara berkata sambil memandang ke arah Irwan yang tampak memandanginya dengan senyum leabr di wajahnya.


Ah... keputusanku pasti tepat, Irwan di sekolahnya, juga merupakan juara 1, jadi dia juga layak mendapatkan beasiswa. Hanya saja, sayang sekali di sekolahnya, tidak ada program beasiswa, yang bisa menghargai hasil kerja kerasnya, dan membantunya untuk bisa lebih baik dalam belajarnya.


Chiara berkata dalam hati sambil mengacungkan kedua jari jempolnya ke arah Irwan yang membuatnya tersenyum semakin lebar ke arah Chiara.


"Kalau begitu kami pamit pulang dulu ya Bu, Pak. Irwan, jadi anak baik ya. Yang rajin belajarnya, biar bisa sekolah di tempat keren ini, dan menjadi orang sukses." Chiara berkata sambil menepuk-nepuk Irwan yang sudah kelas 6 SD, sehingga sebentar lagi bisa masuk ke SMP milik yayasan yang sama dengan tempat Chiara bersekolah, jika nilai-nilainya cukup bagus.


Irwan sendiri langsung menganggukkan kepalanya mendengar nasehat dari Chiara.


“Kalau begitu kami pamit dulu ya Bu Ana, Pak Toni.” Grace langsung berkata, lalu melambaikan tangan diikuti yang lain, sebelum akhirnya membalikkan tubuh mereka dan keluar dari rumah Toni dan Ana.


"Mau kemana kita? Biar aku traktir kalian makan, hitung-hitung perayaan Chiara mendapatkan beasiswa." Jaka berkata sambil memegang tali tas ransel yang bertengger di bahunya, membuat Chiara dan Grace saling berpandangan lalu tertawa bersamaan.


“Terserahlah, sesuai keinginan yang mengajak, betul tidak Grace?” Chiara langsung menanggapi perkataan Jaka, disambut anggukan cepat oleh Grace.


Dan begitu melihat di dalamnya terdapat ratusan lembar uang berwarna merah, yang merupakan pecahan 100 ribuan, kedua lutut Ana terasa lemas, dan langsung jatuh terduduk di lantai, dengan posisi bersimpuh, dan amplop coklat itu masih dipegangnya begitu erat dengan kedua tangannya.


Setelah itu dengan gerakan cepat, Ana langsung bersujud syukur karena rejeki besar yang baru dia dapat, yang sungguh tidak disangka-sangkanya datang untuk keluarganya.


# # # # # # #


"Pak Aaron? Apa ada yang lucu?" Zachary yang sedang memperhatikan Aaron yang tiba-tiba saja tersenyum saat membaca laporan keuangan yang ada di tangannya, langsung bertanya kepada Aaron, karena merasa begitu penasaran, kenapa tiba-tiba Aaron menyunggingkan senyum setelah membaca berkas-berkas yang harusnya membuat orang mengernyitkan dahi karena berpikir tentang laporan itu.


Selama bertahun-tahun menjadi asisten Aaron, belum pernah sekalipun Aaron menyungingkan senyum di bibirnya, kecuali untuk menyapa orang di pertemuan resmi hanya untuk menunjukkan sopan santunnya di depan orang lain.


Dan itupun sangat jarang dilakukan oleh Aaron. Yang ada, saat bersalaman dengan orang lain, Aaron hanya akan mengucapkan salam dengan wajah terlihat datar.


Aaron yang awalnya tersenyum karena mendengar percakapan Chiara dengan Ana dan Toni melalui telinga supernya, langsung mendongakkan kepalanya, dan memandang ke arah Zachary dengan sedikit kaget, karena tidak sadar bahwa ada seseorang di dekatnya yang sempat dia lupakan keberadaannya karena terlalu asyik mendengarkan obrolan Chiara dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Kenapa Zac? Mungkin kamu salah lihat karena sudah terlalu lelah bekerja. Kamu bisa pulang tepat waktu malam ini. Aku akan menyelesaikan sisa pekerjaanku tanpamu hari ini." Zachary menatap Aaron dengan wajah tidak percaya begitu mendengar kata-kata Aaron barusan, yang dia yakin, sedang berpura-pura tidak mengerti denga napa yang barusan dia pertanyakan kepada Aaron.


Apa aku tidak salah dengar? Pak Aaron memintaku pulang tepat waktu? Waduh... mimpi apa aku semalam? Benar-benar seperti sebuah jackpot untukku. Honey, wait for me... malam ini aku akan mentraktirmu makan enak sebagai perayaan bisa pulang tepat waktu. Eh, jangan-jangan yang barusan itu aku salah dengar? Mana mungkin pak Aaron membiarkanku pulang tepat waktu?


Zachary berkata dalam hati dengan wajah terlihat begitu ceria dan senang, dan untuk masalah senyum Aaron yang tidak mau mengakuinya, langsung terlupakan begitu saja oleh Zachary.


(Dalam pengertian aslinya, jackpot adalah hadiah utama dalam perjudian yang nilainya ditentukan oleh pengelola taruhan tersebut. Umumnya nilai jackpot dalam sebuah perjudian menggunakan metode progresif, dimana angka atau nilai jackpot tersebut akan bertambah setiap kali permainan itu dimainkan.


Akan tetapi dalam perkembangan jaman saat ini, jackpot seringkali digunakan sebagai bahasa gaul untuk mengartikan sesuatu yang didapat dengan tiba-tiba yang tidak pernah disangka-sangka sebelumnya, dan itu merupakan sesuatu yang berharga atau mengesankan).


Namun itu hanya terjadi sebentar saja, karena setelah itu kening Zachary tampak berkerut mencoba berpikir keras kembali, karena mengira dia sudah salah dengar saat Aaron mengatakan hal tentang memintanya pulang tepat waktu, Zachary begitu tidak percaya kata-kata itu keluar dari bibir seorang Aaron yang penggila kerja.