Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PERUSAK SUASANA



"Ngomong-ngomong, jangan panggil aku om dong. Kan aku masih sangat muda seperti kalian. Mungkin selisih usia kita hanya 4-6 tahun. Hari ini, biarkan aku yang mentraktir kalian. Kalian boleh menikmati gelato sepuasnya." Romi yang akhirnya duduk di samping Jaka, tepat di depan Grace, berkata sambil melirik ke arah jari-jari tangan Chiara.


Begitu Romi tidak melihat adanya sebuah cincin pernikahan yang melingkar di sana, tanpa diketahui oleh yang lainnya, dia menarik nafas lega.


Romi berpikir bahwa setelah rencana perjodohan mereka gagal waktu itu, Mona belum menemukan laki-laki lain yang cocok untuk dinikahkan dengan Chiara, sehingga di jari manis Chiara tidak ada sebuah cincin yang melingkar di sana.


Sejak menikah dengan Aaron, memang karena dia masih anak sekolah, Aaron meminta agar Chiara menyimpan cincin pernikahannya baik-baik, tidak memakainya untuk sementara waktu, agar tidak menjadi pertanyaan dan dia dijadikan bahan pergunjingan oleh oang lain karena status permintaannya.


"Aduh.... kalau begitu boleh langsung panggil nama ya? Romi begitu?" Dengan santainya Jaka berkata sambil memasukkan sebutir kacang mente  di mulutnya, tanpa berusaha menunjukkan sikap hormat pada Romi, yang dianggapnya sudah mengganggu waktu santai mereka, meskipun dia berniat mentraktir mereka.


Kenapa sih, orang aneh dan tidak tahu diri, sok berkuasa yang satu ini muncul di tempat ini? Kebetulan atau memang sengaja mengikuti kami? Melihat  wajahnya, membuat aku ingin segera menjauh dari sosoknya agar hidupku tidak sial karenanya.


Jaka menggigit cone gelato yang ada di tangannya dengan pandangan matanya menatap ke arah Romi dengan sikap tidak bersahabat, menunjukkan dengan begitu jelas bahwa dia begitu tidak menyukai kehadiran Romi di tempat itu.


Cone biasanya dikenal sebagai kerucut tempat es krim yang memiliki kadar air rendah dengan tekstur renyah terbuat dari campuran tepung, lemak, gula, air, dan sebagian kecil yeast, soda, ammonium bikarbonat, yang dapat dimakan bersama dengan es krim. Kerucut es krim berbentuk kerucut yang teksturnya mirip wafel, untuk menghidangkan es krim sehingga memungkinkannya dimakan tanpa mangkuk dan sendok.


Dan ternyata wadah es krim yang juga bisa dimakan ini memiliki jenis-jenis yang beragam. Beberapa diantaranya adalah sugar cone, waffle cone, dan cake cone. Ketiganya memang memiliki bentuk yang sama, dengan bahan pembuatan yang berbeda. Sugar cone dibuat dari tepung terigu, gula merah, minyak sayur, serat oat, perasa buatan dan letisin kedelai. Bentuk dari sugar cone ini seperti kerucut sehingga es krim dapat lumer ke bagian dalam cone ini.


Selain itu, sugar cone umumnya berbentuk lebih kecil dari waffle cone namun lebih kokoh teksturnya. Biasanya, sugar cone lebih sering diproduksi dalam skala besar oleh pabrik khusus dan jarang dibuat dengan resep khas gerai es krim tertentu alias homemade.


Lain halnya dengan waffle cone yang terbuat dari tepung terigu, garam, telur, gula, butter dan susu. Teksur cone ini lebih mudah hancur dan biasanya dibuat langsung di kedai-kedai es krim.


Sedangkan bahan untuk membuat cake cone hampir mirip dengan bahan-bahan membuat kue pada umumnya yang menghasilkan tekstur yang lebih ringan, halus, dan mudah terkelupas).


“SIlahkan saja langsung memanggil namaku agar bisa lebih akrab.” Romi menanggapi perkataan Jaka sambil mencoba melirik ke arah Chiara yang mengaduk-aduk gelato di mangkuknya, dengan wajah tidak berselera karena kedatangan Romi.


“Kenapa ikut bergabung bersama kami? Di tempat ini masih banyak meja kursi yang kosong. Tuh, banyak tempat yang bisa dipilih. Lagipula, kami bukan para remaja rakus yang asal saja menerima niat orang asing untuk mentraktir kami, jika tujuannya tidak jelas seperti yang terjadi saat ini.” Kata-kata sinis Jaka membuat Romi tersenyum, meskipun dalam hati dia cukup marah dengan sikap Jaka padanya yang berani menyerangnya dengna kata-kata secara terbuka seperti itu.


Sial! Anak kecil ini lidahnya tajam sekali. Kalau bukan karena dia teman dekat Chiara, aku akan dengan senang hati menghajarnya saat ini juga karena kata-kata kurangajarnya itu.


Romi berteriak dalam hati, mencoba untuk tidak menunjukkan kekesalannya karena sikap dan kata-kata Jaka padanya.


Akan tetapi kesempatan untuk bertemu Chiara yang memang terhitung cukup langka, karena kesibukannya untuk belajar bersama Zachary membuat Chiara sangat jarang memiliki waktu bersantai seperti siang ini.


Pertemuan tanpa sengaja dengan Chiara, tidak akan dengan mudah datang seperti ini, sehingga membuat Romi mengabaikan rasa tidak terimanya hari ini.


Sedangkan bagi Jaka, dia yang secara terang-terangan menolak traktiran Romi, sengaja melakukan itu bukan sekedar sebuah omong kosong belaka.


Karena bagi Jaka, hanya sekedar membeli gelato, tidak akan membuat uang sakunya berkurang banyak.


Sebagai salah satu anak dari seseorang yang memiliki usaha pengalengan makanan terbesar di negara ini, boleh dibilang Jaka adalah anak orang kaya.


Apalagi Jaka sebagai teman baik dari Chiara, masih merasa ikut kesal mengingat bagaimana Mona yang berniat menjodohkan Chaira dengan laki-laki yang dikenal playboy itu.


Dan mengingat alasan Mona yang di buat-buat seolah untuk kebahagiaan Chiara, sedangkan maksudnya yang lain adalah untuk menguasai harta peninggalan almarhum orangtua Chiara, membuat Jaka merasa semakin kesal, padahal Chiara sendiri sudah menganggapnya sebagai hal yang sudah berlalu dan tidak lagi pernah dia ungkit-ungkit di depan orang lain.


Meskipun sebenarnya, karena rasa penasarannya pada Chiara, membuat Romi sejak gagal menikahi Chiara, tidak memiliki kekasih baru, dan berharap bisa menjadikan Chiara kekasihnya di kemudian hari, setelah kemarahan Chiara mereda karena peristiwa sebelum-sebelumnya.


Beberapa saat ini Romi justru sibuk mencari cara untuk dapat mendekati Chiara dengan cara senormal mungkin, sehingga begitu mendapatkan kesempatan untuk mendekati Chiara di cafe yang menjual gelato kesukaan Chiara da teman-temannya, Romi langsung mengambil kesempatan itu dengan sebaik mungkin.


“Apa enaknya makan sendirian? Menikmati manis dan lezatnya gelato sambil mengobrol, tentu saja tidak bisa dilakukan kalau tidak ada teman satu meja. Agar bukan mulut kita saja yang dingin, tapi pikiran kita juga dingin.” Romi berkata sambil memberi tanda kepada salah satu pelayan café untuk segera mendekat ke arahnya, agari dia bisa memulai menerima pemesanan darinya.


Sikap tidak perduli Romi setelah Jaka menyindirnya, membuat Jaka akhirnya hanya bisa menatap tajam ke arah Romi dengan wajah kesal.


Setelah melakukan pemesanannya, Romi mengarahkan pandangannya kea rah Chiara yang tampak sedari tadi diam, seolah tidak perduli dengan kehadiran Romi saat ini.


Setelah beberapa lama tidak bertemu, ternyata Chiara terlihat semakin cantik dan menarik. Apa karena sekarang dia semakin dewasa? Sayang sekali waktu itu dia menolak perjodohan kami. Mungkin sekarang kami sudah hidup bahagia sebagai suami istri jika saat itu kami benar-benar menikah.


Romi berkata dalam hati sambil menaikkan salah satu sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.