
"Terimakasih untuk dukunganmu Angelina." Aaron berkata sambil matanya menatap lurus ke depan, tanpa memandang Angelina sedikitpun.
Aaron juga tidak perduli ketika dengan sengaja Angelina memecahkan botol berisi minuman berlakohol yang tadinya ingin diminum oleh Aaron dengan harapan bisa sedikit melupakan masalah yang sedang dihadapinya.
"Aku akan selalu menjadi pendukungmu. Jangan khawatir kalau tentang hal itu." Angelina berkata sambil menarik nafas panjang.
“Aku yakin Chiara juga tidak akan rela jika suami yang selama ini begitu dikaguminya terlihat tidak bersemangat seperti ini. Aku percaya, Chiara pasti yakin kamu bisa menyelamatkannya dari tangan Aldrich. Selama ini, dari yang aku dengar dari George saat kamu menceritakan tentang Chiara padanya, istrimu itu sangat mengagumi dan memujamu. Dan itu bukan hanya dia saja. Banyak orang di sekitarmu yang benar-benar mengagumi sosok hebatmu sebagai seorang pemimpin, maupun teman sejati bagi kami.” Angelina kembali berkata dengan nada tulus.
Memang Angelina sangat mengagumi Aaron dalam hal ketampanan dan kehebatannya, tapi dia juga mengagumi Aaron sebagai sosok pemimpin yang hebat bagi dan juga berkharisma, membuatnya merasa tidak ada orang lain yang sehebat dan lebih layak dari Aaron untuk diikutinya.
Apalagi, sebagai seorang sahabat, meski Aaron selalu bersikap dingin dan tenang, Aaron selalu ada disaat Angelina dan yang lain membutuhkan bantuannya.
Kata-kata Angelina tentang Chiara, membuat hati Aaron merasa lebih tenang, dan juga menemukan alasan kuat untuk dia harus tetap kuat dan berpikiran waras, agar dia bisa mengalahkan Aldrich, dan membawa Chaira ke sisinya kembali.
"Lebih baik kamu beristirahat sekarang. Waktu kita tidak banyak sampai waktunya kita bertempur melawan Aldrich. Kita semua, termasuk kamu, harus menyimpan energi kita dengan baik sebelum waktu itu tiba, agar kita dalam kondisi terbaik kita saat berhadapan dengan Aldrich. Ayo kita pergi sekarang Aaron." Angelina berkata sambil melompat dari duduknya, berdiri di atas atap bangunan paling tinggi di kota itu sambil menatap ke sekelilingnya.
"Sepertinya, kali ini perkataanmu adalah ide yang terbaik untukku." Aaron berkata sambil mengikuti Angelina untuk berdiri dari duduknya.
"Apa perlu aku menyelinap masuk ke dalam hotel untuk menemui Chiara? Untuk memastikan kalau dia baik-baik saja di sana?" Angelina yang memang memiliki kemampuan untuk merubah bentuk tubuhnya menjadi benda cair atau padat, untuk memanipulasi lawan, menawarkan diri untuk melihat keadaan Chiara.
"Tidak perlu, aku yakin Aldrich tidak akan bertindak terlalu jauh sebelum benar-benar mendengar jawabanku atas penawarannya. Dan jika kamu bersikeras kesana, itu justru akan membahayakan kamu dan juga Chiara, jika kamu tertangkap oleh mereka. Kita sudah mengatur strategi perang kita. Aku harap itu sudah cukup untuk kita menghadapi Aldrich." Aaron langsung menolak penawaran Angelina.
Jika saja boleh jujur, Aaron sangat penasaran dan begitu ingin tahu dengan apa yang terjadi pada Chiara dan ingin mengiyakan begitu saja penawaran dari Angelina. Bagaimana keadaan wanita tercintanya itu, apakah dia baik-baik saja? Apakah dia bisa makan dan tidur dengan baik? Semua itu membuat Aaron semakin merindukan wanitanya yang cantik itu.
Tapi Aaron tahu dia tidak boleh mengambil keputusan dengan membiarkan Angelina pergi kesana, karena memikirkan resiko besar yang akan terjadi kalau Angelina melakukan hal seperti itu.
Aldrich pasti juga sedang mempersiapkan diri dan pasukannya dengan baik untuk menghadapi pertempuran yang pasti terjadi aklau Aaron menolak untuk bergabung dengannya.
Dan pengamanan oleh anggota kelompok Aldrich pasti sangat ketat sekarang ini, termasuk di sekitar hotel tempat Aldrich tinggal bersama Chiara yang disanderanya.
Aaron tidak mau kehilangan Angelina sekarang jika gadis itu tertangkap oleh kaki tangan Aldrich, karena bagaimanapun, Angelina adalah pejuang yang hebat dan ahli dalam memenangkan pertempuran. Dan Aaron sudah tahu tentang hal itu dengan baik.
"Aku pergi dulu, sampai besok." Angelina langsung berpamitan tanpa menunggu Aaron menjawab perkataannya.
Tidak sampai dua detik, Angelina sudah mengubah dirinya menjadi sekumpulan pasir, dan bergerak cepat menuruni gedung tertinggi di kota itu, untuk kemudian menghilang di tengah kegelapan.
Aaron sendiri langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju apartemennya, berencana untuk beristirahat seperti yang dikatakan oleh Angelina, meskipun Aaron tidak yakin dia bisa menikmati tidurnya malam ini tanpa Chiara yang terbaring di sisinya, dan menikmati bau harum yang khas dari tubuh Chiara, yang sudah menjadi candu baginya.
# # # # # # #
“Hah… sungguh tidak mengenakkan berada di tempat sebagus ini tanpa adanya om Aaron.” Chiara berkata pelan sambil memandang ke arah jendela kamar tempatnya tinggal, dengan penjagaan ketat oleh anak buah Aldrich, di luar pintu kamarnya.
“Semoga om Aaron dan yang lain baik-baik saja.” Chiara berbisik pelan, berkata pada dirinya sendiri, mengingat tentang Aaron, George dan juga Zachary.
“Aldrich ini sungguh keterlaluan, tidak bisa bersikap seperti pria sejati. Bisa-bisanya dia menjadikan aku sandera untuk memaksa om Aaronku menuruti perintahnya.” Chiara terus mengomel sampai sebuah suara pintu dibuka, terdengar dari arah pintu kamarnya, dan tampak Rey yang masuk ke dalam kamarnya, sambil membawa sebuah gelang di tangannya.
Begitu sampai di dekat Chiara, tanpa basa-basi, Rey langsung memasangkan gelang itu di tangan Chiara.
“Eh… apa ini?” Chiara yang melihat bagaimana Rey tanpa berkata apa-apa langsung memasangkan gelang di tangannya, berusaha menarik tangannya, namun dengan cepat Rey meraih tangan Chiara, dan memaksa agar gadis cantik itu memakai gelang tersebut.
Melihat sinar yang terlihat berkedip-kedip di salah satu bagian gelang itu, Chiara langsung menyadari kalau di dalam gelang itu terdapat alat pelacak.
“Aku mau bertemu dengan Aldrich. Aku mau bicara dengannya.” Perkataan Chiara membuat Rey mengernyitkan dahinya, tidak menyangka kalau gadis muda di depannya itu memiliki keberanian untuk meminta bertemu dengan Aldrich.
“Kenapa diam? Aku ingin bertemu Aldrich, karena ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padanya langsung. Lagipula, kamu sudah memasang alat pelacak di gelang ini. Apa kamu masih takut aku akan melarikan diri dan kamu tidak bisa menangkapku?” Kata-kata Chiara dengan nada sedikit mengejek membuat mata Rey sedikit terbeliak.
Beraninya manusia lemah seperti dia mengejekku seperti itu? Mau bertemu Aldrich? Aku paling benci dengan manusia lemah dan sok hebat seperti dia. Suaminya memang seorang mutan dengan kekuatan yang boleh dibilang sangat langka, tapi dia hanya gadis lemah yang tidak bisa apa-apa, tapi sok kuat dan ingin berbicara dengan Aldrich? Silahkan saja. Semoga Aldrich marah dan membunuhnya saat bertemu bertemu dengannya.
Rey berkata dalam hati dengan sikap sinis, yang justru membuat Chiara merasa senang sudah berhasil emmancing emosi Rey, sehingga Chiara yakin, dengan itu dia pasti akan bisa bertemu Aldrich, dan mencoba berbicara dengannya.
“Oke, aku akan mengantarmu, tapi aku tidak akan mau tahu kalau terjadi sesuatu denganmu karena Aldrich merasa terganggu dan menyerangmu. Jangan salahkan aku jika kamu tidak lagi memliki kesempatan untuk bertemu dengan suamimu setelah bertemu dengan Aldrich.” Rey berkata dengan sikap sedikit mengancam, tapi hal itu tidak menyurutkan niat Chiara untuk bertemu dengan Aldrich.