Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PESTA ULANG TAHUN CHIARA (1)



"Eh, tolong jangan katakan apapun pada om Aaron. Aku tidak suka dengan jalan kekerasan seperti itu. Aku juga tidak mau kalau sampai tejradi apa-apa dengan om Aaron karena itu. Aku tidak mau om Aaron terluka." Chiara langsung membalas bisikan Diego yang berjalan tepat di sampingnya, yang sekilas melirik ke arah Romi yang tampak menatap kepergian mereka dengan menggeretakkan giginya.


Diego yang mendengar kata-kata Chiara langsung tertawa geli, termasuk menertawakan sikap Romi yang terlihat tidak terima.


Bagaimana bisa Chiara berpikir kalau orang lain bisa dengan mudah melukai Aaron? Aaron adalah orang berpengaruh dan termasuk jajaran orang terkaya di dunia. Apa gadis kecil ini tidak pernah berpikir kalau suaminya orang sehebat itu? Aih... sungguh menggemaskan memiliki istri cantik, imut, dan sepolos Chiara, juga seorang istri yang terlihat jelas dari matanya yang indah kalau dia begitu mencintai Aaron. Wah.... keberuntungan dobel untuk Aaron.


Diego berkata dalam hati dengan tawa geli yang masih menghias bibirnya.


"Ist... manis sekali kata-katamu Chiara. Belajar dari siapa? Coba Aaron mendengar itu, pasti dia tidak tahan untuk tidak pulang mengunjungimu. Meskipun sebenarnya aku masih heran, kenapa sih Aaron harus pergi ke Amerika. Lagipula, meskipun sedang mengurus bisnis barunya di sana, harusnya dia sesekali pulang untuk mengunjungimu." Diego berkata sambil mengalihkan pandangannya ke Zachary yang sedang sibuk melakukan panggilan telepon.


"Hah... aku benar-benar tidak mengerti bagaimana bisa Aaron membiarkan kamu sendirian di Indonesia. Dia benar-benar rugi tidak menikmati masa mudanya bersama istri secantik dan seimut kamu. Kalau saja itu aku...." Chiara langsung melotot mendengar kata-kata Diego.


"Bercanda Chiara. Kamu sudah milik Aaron. Mana berani aku menganggu milik Aaron. Bisa-bisa pulang tinggal nama aku. Paling-paling aku hanya berani berpura-pura memiliki hubungan khusus denganmu, agar Romi tidak berusaha mendekatimu terus. Aku sudah dengar dari Aaron bagaimana dia berusaha menggunakan berbagai cara untuk mendekati dan mengikatmu, termasuk memakai alasan beasiswa.” Diego berkata sambil mempercepat jalannya, mendahului Chiara, untuk mendekati Jaka.


Setelah itu Diego langsung melingkarkan tangannya ke Jaka, berencana memulai lagi pembicaraan tentang game, daripada dia terus menerus berada di dekat Chiara, yang seringkali menimbulkan keinginannya untuk mengoda gadis kecil yang cantik itu.


Sejak Chiara menikah dengan Aaron, Diego berusaha untuk bersikap sopan padanya, tapi kecantikan dan imutnya Chiara masih saja sering membuat pikiran isengnya muncul, meskipun itu hanya sekedar kata-kata untuk menggoda Chiara.


Tapi Diego yang tahu bahwa Aaron adalah orang yang selalu serius, tidak pernah bercanda, tentu saja tidak berani sembarangan bertindak, tidak berani mengambil resiko untuk memancing kemarahan Aaron, apalagi ada Zachary yang bagi Diego sudah seperti kamera cctv milik Aaron.


Seperti kata Diego, Aaron bukanlah orang sembarangan di dunia bisnis. Selain dia adalah seorang pengusaha sukses, dia juga memiliki usaha penyedia jasa keamanan yang banyak dipercaya oleh para pengusaha dan orang-orang kaya lain, bahkan para artis besar maupun pejabat-pejabat tinggi negara.


Karena bisnis properti yang dimilikinya juga, Aaron merasa sering ada kendala keamanan, sehingga dia memutuskan untuk membuat perusahaan jasa keamanan, baik keamanan secara fisik yang dilakukan oleh para pengawal terlatih, atau keamanan di bidang IT.


# # # # # # #


"Selamat ulang tahun Chiara...."


"Selamat ya...."


"Sukses selalu ya Chiara...."


Berbagai ucapan selamat terdengar saling bersahutan di ruangan pesta yang diadakan di restoran yang ada di hotel milik orangtua Chiara.


Ucapan selamat terus terdengar secara bergantian dari apra tamu undangan, yang merupakan teman-teman sekolah, kenalan, jajaran managemen hotel, ataupun saudara Chiara termasuk Mona, Raksa dan Revina.


Sore itu Chiara tampil cantik dengan gaun berwarna merah muda, sebatas lutut, yang membuat para tamu undangan menatapnya dengan tatapan kagum dan terpesona.


Cantik, manis, mempesona, mungkin kata-kata itu tidak cukup untuk menggambarkan sosok Chiara sore ini.


"Apa om Aaron benar-benar tidak datang hari ini Chiara?" Grace berbisik pelan di telinga Chiara, sambil matanya berkeliling, mencoba mencari-cari sosok Aaron, meskipun akhirnya tanda-tanda kemunculan Aaron tidak ada sama sekali.


"Tidak..." Chiara berkata pelan sambil tersenyum, agar Grace tidak bertambah risau.


Tentang ulang tahun Chiara ini, Grace justru terlihat paling heboh setelah mendengar tidak ada tanda-tanda Aaron akan ikut hadir di pesta ini, karena itu Chiara tidak ingin Grace semakin terbawa emosi jika dia menanggapinya.


"Pak Zac tidak mengatakan apa-apa?" Grace masih merasa penasaran sehingga melanjutkan pertanyaannya.


"Pak Zac bilang, ulang tahunku kali ini mengundang banyak teman, guru, dan juga kenalan-kenalan yang lain. Om Aaron tidak mau kalau karena pesta ini rahasia pernikahan kami terungkap, dan membawaku dalam masalah. Om Aaron hanya ingin melindungiku." Chiara berbisik pelan sambil tersenyum ke arah salah satu teman SMA nya yang tersenyum ke arahnya sambil mengangkat gelas berisi minuman, untuk menunjukkan dia menikmati pesta ualng tahun Chiara sore ini.


"Hmm... cukup masuk akal juga alasan om Aaron. Tapi apa dia tidak mengucapkan selamat ulang tahun untukmu? Apa kado istimewa dari om Aaron?" Grace yang masih penasaran terus mengorek keterangan dari Chiara tentang Aaron.


"Sudah kok. Pak Zac memberikan kartu ucapan dari om Aaron tadi pagi." Mata Grace langsung membulat sempurna mendengar perkataan dari Chiara.


"What? Tidak salah tuh? Hanya sebuah kartu ucapan saja? Gila! Tega sekali om Aaron. Meskipun dia tidak mencintaimu. Eh, belum mencintaimu, paling tidak tunjukkan dong sedikit perhatian. Datang kek, kasih kado kek, atau apalah. Padahal melihat sikapnya saat pernikahan kalian, tindakannya sudah sperti seorang suami yang benar-benar mencintaimu. Aku batalkan deh menjadi tim pendukung om Aaron." Grace hampir saja mengucapkan kata-katanya dengan nada keras jika saja tidak ingat kalau saat ini mereka sedang berada di tengah-tengah orang banyak.