Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
TERNYATA BANYAK YANG TERPESONA DENGAN SUAMIKU?



Kampus tempat Chiara akan kuliah saat ini memang merupakan kampus favorit dan terkenal, yang banyak diminati oleh segala golongan lapisan masyarakat yang benar-benar ingin mencari ilmu dan juga kebanggaan sebagai alumnus kampus ternama itu.


Banyak dari anak pejabat tinggi ataupun para pengusaha kaya yang berlomba-lomba untuk menuntut ilmu di kampus itu.


Akan tetapi seseorang dengan mobil mewah sekelas ferrari tentu saja tetap merupakan pemandangan istimewa dan menarik perhatian bagi orang-orang di kampus itu, apalagi pengendaranya merupakan seoang laki-laki muda berwajah tampan dan memiliki ciri khas wajah orang bule, dengan memakai setelah jasnya yang terlihat jelas menunjukkan status sosialnya yang bukan biasa-biasa saja.


Chiara yang awalnya berniat memegang mouse wireless dan keyboard untuk mungecek pengumuman yang ada, langsung menghentikan gerakan tangannya, dan menoleh ke arah samping, dimana tampak teman perempuannya yang tadi bertanya sedang menunggu jawabannya.


Dan saat ini, dia terlihat sedang berdiri bersama dengan 4 teman mahasiswi yang lain, dengan wajah penasaran mereka.


(Mouse Wireless adalah mouse pada umumnya yang berguna untuk memberi input kedalam sistem komputer namun media penghubungnya tidak menggunakan kabel. Setiap gerakan maupun klik yang terjadi direkam kemudian dikirim melalui Radio Frequency (RF) transmitter yang terdapat di dalam mouse dalam bentuk sinyal. Sinyal diterima oleh RF Receiver yang biasanya berbentuk seperti flashdisk di pasang pada komputer/laptop.


Pada umumnya mouse wireless menggunakan 3 jenis teknologi untuk dipakai sebagai pemancar dan penerima antara mouse dengan komputer. Ketiga teknologi tersebut tidak lain adalah Bluetooth, Infrared dan Radio Frequency).


"Ooooo, itu tadi? Eh... mmm... omku. Itu tadi omku yang mengantarku ke kampus." Dengan berusaha tidak terlihat gugup, Chiara menjawab pertanyaan dari temannya yang matanya terlihat sedikit terbeliak, tidak menyangka mereka mempunyai teman yang memiliki seorang om yang masih begitu muda dan terlihat begitu tampan seperti artis Hollywood.


Grace sedikit mencubit lengan Chiara untuk menyatakan protes terhadap jawaban Chiara barusan, tapi kaki Chiara buru-buru menginjak kaki Grace pelan, untuk memberikan peringatan agar sabahatnya itu tidak ikut-ikutan bicara, dan tidak menunjukkan sikap tidak mendukungnya.


"Ommu? Dari keluarga mama atau papamu? Tapi wajahnya seperti orang bule? Apa dia bukan orang asli Indonesia?" Masih dengan wajah penasarannya, teman Chiara itu bertanya kembali kepada Chiara.


"Oo, dia memang blesteran Indonesia Amerika. Dia baru kembali dari Amerika." Chiara kembali berusaha menjawab pertanyaan para teman gadisnya yang jelas-jelas menunjukkan ketertarikannya pada sosok dan info tentang Aaron.


(Istilah blasteran merupakan pinjaman dari kata bastaard dalam bahasa Belanda yang bermakna hibrida (darah campuran). Hal ini merujuk kepada pembagian jenis masyarakat Hindia-Belanda pada zamannya berdasarkan keturunan/ras. Kaum blasteran mewakili keturunan Indo-Europeaan atau Belanda (Eropa)-Indonesia.


Anak-anak dari orangtua yang menjalani pernikahan campuran atau biasa disebut anak blasteran tidak luput dari stereotipe serupa.


Kata blasteran secara sederhana bisa juga diartikan sebagai hasil perkawinan campuran dari dua jenis yang berbeda. Arti lainnya dari blasteran adalah hasil perkawinan silang. Dan biasanya itu antara ras manusia yang berbeda.


Sedang ras sendiri adalah suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda melalui ciri fenotipe, asal-usul geografis, tampang jasmani dan kesukuan yang terwarisi).


"Wah... keren Chiara... Keren.... Eh, apa ommu masih single? Boleh dong kita minta kamu memperkenalkan ommu dengan kita-kita? Mungkin saja kami berjodoh." Pertanyaan tentang status Aaron membuat Chiara sedikit kaget, tidak menyangka kalau tanpa basa basi temannya akan menyakan hal pribadi seperti itu.


"Eh... itu masalah pribadi omku, aku tidak boleh sembarangan mengatakannya pada orang." Akhirnya Chiara menggantung jawabannya, membuat teman-temannya meringis.


"Kalau begitu, dia masih kuliah atau sudah bekerja? Melihat penampilan kerennya, pasti dia sudah bekerja atau dia adalah seorang pengusaha besar?" Pertanyaan berikutnya dari teman-temannya, membuat Chiara mulai merasa gerah dan tidak nyaman.


"Eh, maaf Chiara, bukannya kamu berjanji mau mangantarku menemui bagian Tata Usaha jurusanku? Aku sudah hampir terlambat nih." Tiba-tiba saja Grace berkata sambil menarik-narik tangan Chiara, seolah sedang berusaha mengingatkan Chiara tentang janji mereka.


Mendengar pertanyaan Grace dengan gerakan pupil matanya, Chiara langsung tahu kalau Grace sedang membantunya untuk bisa menghindar dari teman-temannya yang sudah seperti lalat yang ribut berkeliling di sekitar makanan yang sedang diincarnya.


"O, Ya Grace. Maaf ya, lain kali kita sambung pembicaraan kita. Aku harus pergi sekarang." Dengan gerakan bergegas, Chiara dan Grace segera meninggalkan tempat itu sebelum teman-teman Chiara semakin penasaran dan terus mengorek info tentang Aaron.


Apalagi Chiara tadi sempat melihat bagaimana ada dua orang temannya lagi yang bergabung dengan yang lain, yang sepertinya juga merasa penasaran dengan sosok Aaron.


"Huft... untung kamu segera mengajakku pergi menjauh. Mereka benar-benar merepotkan." Chiara berkata sambil menghela nafas lega.


"Salah sendiri siap menyuruhmu menyembunyikan status om Aaron denganmu. Kamu bukannya sudah tahu kalau om Aaron itu pesonanya benar-benar bisa membuat perempuan lain tergila-gila padanya. Tampan, bodi sempurna, uang banyak, tidak banyak tingkah. Perempuan mana yang tidak tergoda untuk dekat dengannya." Grace langsung mengomeli Chiara yang berjalan sedikit di belakangnya seperti seorang murid yang sedang berjalan di dekat seorang guru yang sedang memarahinya.


"Kamu kan tahu memang kesepakatan antara aku dan om Aaron, kami tidak boleh membertitahukan hubungan kami kepada orang lain." Chiara berusaha mengingatkan kemabli kepada Grace kalau perniakhannya dengan Aaron memang masih sebatas pernikahan di atas kertas.


"Hah! Mau sampai kapan kalian begini terus? Kalau kamu tidak segera bertindak, dan membuat om Aaron menjadi milikmu sepenuhnya, aku takut kalau ke depannya, perempuan lain akan merebut om Aaron darimu." Perkataan Grace membuat mata Chiara melotot.


"Makanya, cepat lakukan ML dengan om Aaron, agar kalian benar-benar terikat." Dengan santainya Grace mengajari Chiara.


"Kenapa dari semua yang kamu katakan tentang itu, sepertinya kamu sangat berpengalaman. Jangan-jangan kamu sudah pernah melakukannya ya?" Tiba-tiba saja Chiara justru curiga kepada Grace yang langsung mendengus sambil melotot ke arah Chiara.


"Sembarangan saja! Aku paling anti melakukan hal seperti itu sebelum menikah. Najis! Dosa besar!" Grace langsung memprotes Chiara yang akhirnya hanya bisa meringis mendengar omelan Grace.


"Habisnya... kamu sepertinya terlihat sangat berpengalaman waktu memberitahuku tentang hal itu tadi..."


"Aku banyak tahu bukan dari pengalaman nyata, tapi dari film dan novel-novel yang aku baca. Karena itu, aku juga merasa penasaran bagaimana kenyataannya. Jadi, setelah kamu berhasil melakukannya dengan om Aaron. Kamu harus menceritakannya kepadaku, apa benar aslinya seperti teori atau cerita yang aku tahu." Mendengar perkataan Grace, Chiara langsung menjitak kening Grace.