Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KEGALAUAN CHIARA



Dengan tatapan mata terlihat menunjukkan wajah bingung, panasaran tapi juga khawatir, Chiara terus memandangi layar handphonenya.


Namun mau berapa kalipun mengecek pesan masuk sedari dia bangun dari tidurnya yang tidak nyenyak karena selalu terbangun-bangun, akibat memikirkan kenapa Aaron marah padanya, pada akhirnya tidak satupun pesan dari balasan baru Aaron yang dapat ditemukan oleh Chiara.


Sepertinya om Aaron benar-benar marah padaku. Tapi kenapa? Apa salahku ya? Om Aaron yang biasanya begitu tenang dan pendiam, masa iya karena aku belanja di toserba kemarin malam membuatnya marah padaku? Apa salahnya coba belanja di toserba?


Chiara bertanya-tanya dalam hati dengan wajah frustasi, sampai tidak menyadari kalau Grace yang memang memiliki janji untuk bertemu dengan Chiara di kantin fakultas Grace, duduk tepat di depannya.


Wajah bingung, tangan kanan yang terus mengaduk sendok di dalam gelas yang berisi es jeruk yang tinggal setengah, mata yang terus melotot ke arah layar handphonenya, membuat Grace hampir saja tertawa tergelak melihat penampilan kacau dari Chiara hari ini.


"Hallo... hei... hoi nona cantik...." Grace berkata sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Chiara yang langsung tersentak kaget, bahkan hampir saja tangan kanannya membuat gelas berisi es jeruknya tumpah.


"Ah, eh... ya.... O... kamu Grace?" Dengan suara tergagap-gagap, Chiara berkata dan sukses mendapat sebuah jitakan manis dari Grace yang langsung tersenyum geli.


"Ck ck ck... siang bolong begini melamun? Yang benar saja?" Grace berkata sambil merampas gelas yang ada di depan Chiara, dan tanpa meminta ijin dari yang empunya, langsung menyeruput es jeruk yang ada di dalamnya.


"Akh... segarnya...." Grace berkata sambil mengusap bibirnya dengan punggung telapak tangannya, membuat Chiara tersenyum.


"Apa kamu sudah menunggu lama di sini?" Grace bertanya kepada Chiara yang langsung menganggukkan kepalanya sambil jari telunjuk tangan kanannya menunjuk ke arah dua piring kosong, juga satu gelas dan satu cangkir yang sudah terlihat kosong di sampingnya.


Satu piring bekas mie goreng, satu piring bekas gorengan, satu gelas bekas teh tubruk, dan satu cangkir bekas kopi latte yang dipesan Chiara untuk mengusir rasa kantuknya, akibat semalaman memikirkan kenapa Aaron tidak membalas pesan terakhirnya yang berisi pertanyaan, hingga membuat Chiara tidak bisa tidur dengan tenang semalaman, beberapa kali terjaga, membuat tubuhnya justru terasa lelah.


Dan itu membuat Chiara datang ke kampus dengan wajah mengantuknya, dan beberapa kali tampak menguap, apalagi dia harus menunggu cukup lama sampai Grace datang padanya, sehingga dia memutuskan untuk meminum segelas kopi untuk mengusir kantuknya.


(Latte atau Caffè latte (Bahasa Italia yang artinya kopi susu) adalah espresso atau kopi yang dicampur dengan susu dan memiliki lapisan busa yang tipis di bagian atasnya. Perbandingan antara susu dengan kopi pada caffè latte adalah 2:1. Di AS kombinasi latte terdiri dari sepertiga espresso dan dua pertiga susu panas, sehingga lebih terasa susunya dibanding cappuccino.


Minuman ini pertama kali ditemukan di Italia pada akhir 1950 oleh Lino Meiorin. Ia merupakan pemilik dari sebuah cafe dan merupakan barista pertama dari Italia. Pengunjung cafenya ketika itu tidak terbiasa dengan rasa dari cappuccino tradisional yang sangat tajam dan karenanya meminta lebih banyak susu (latte) untuk dicampur dengan kopi tersebut.


Lama-kelamaan Lino memutuskan untuk menjual minuman espresso dengan lebih banyak susu dan menyebutnya sebagai "caffè latte".Ketika itu, ia menyajikan caffè latte dalam mangkuk dan kemudian beralih menggunakan gelas bir. Kini, caffè latte disajikan dalam cangkir.


Latte terdiri dari espresso dan dikombinasikan dengan jumlah yang relatif besar, yaitu tujun ons atau lebih susu kukus. Yang membuat latte berbeda adalah tekstur susunya. Susu tersebut harus dikukus hingga memiliki kilau yang tepat. Karena tekstur kopinya yang encer, latte dapat dinikmati sebagai hidangan penutup


Latte bisa dipesan dalam bentuk dan rasa originalnya, atau dengan tambahan perasa mulai dari vanilla hingga kayu manis. Latte juga terkenal dengan latte art-nya, yakni seni menggambar bentuk atau pola di atas busa minuman ini).


"Astaga! Sudah sebanyak itu yang kamu habiskan sambil menungguku?" Dengan gerakan lemah dan wajah memelas yang sengaja dibuat-buat, Chiara kembali mengangguk-anggukkan kepalanya di depan Grace, yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah heran.


"Untuk saja suamimu kayanya bener-bener level dewa. Kalau tidak, mana sanggup punya istri tukang makan seperti kamu. Bisa-bisa bangkrut kalau suamimu bukan om Aaronmu." Grace berkata sambil terkikik geli, tapi melihat wajah murung Chiara yang tidak menanggapi candaanya, membuat Grace langsung menghentikan tawanya dengan cepat.


"Kenapa? Apa kamu sedang ada masalah? Dengan siapa? Om Aaronmu?" Grace langsung bertanya kepada Chiara tentang masalahnya yang dia hubungkan dengan Aaron.


Karena Grace tahu, sejak menikah dengan Aaron, hanya nama Aaron yang bisa membuat Chiara tertawa bahagia, namun juga bisa membuatnya berwajah murung seperti hari ini.


"Kenapa dengan om Aaron?” Grace yang melihat Chiara tidak menjawab pertanyaannya langsung tahu kalau itu benar karena Aaron.


“Coba lihat ini, kalau kamu jadi aku bagaimana perasaanmu?” Chiara menunjukkan pesan-pesan yang dituliskan Aaron semalam.


Grace yang awalnya hanya membaca pesan dari Aaron dari urutan paling bawah, akhirnya menscroll ke atas.


Grace ikut merasa penasaran karena memang dia tahu sudah lama Aaron tidak pernah membalas pesan dari Chiara, hanya membacanya saja.


Kalau kemarin Aaron sampai membalas pesan Chiara secara tiba-tiba, pasti ada suatu kejadian besar yang sudah terjadi.


Begitu Grace melihat foto Chiara yang sedang mengantri di toserba dan di belakangnya tampak Brandon yang sedang memandangi Chiara sambil menyungingkan senyum di bibirnya, bibir Grace langsung berdecak.


“Aist Chiara. Kok bisa-bisanya kamu mengirimkan foto seperti ini pada om Aaron? Kamu sedang mencoba membangunkan singa yang sedang tertidur?” Komentar Grace membuat kepala Chiara mendekat ke arah Grace, dan melihat foto mana yang dimaksudkan oleh Grace, dan kenapa foto itu membuat Grace berkomentar seperti itu.


“Memangnya apa yang salah dengan foto itu?” Dengan polosnya Chiara bertanya kepada Grace yang langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Ck ck ck ck. Aduh, kamu ini benar-benar deh Chiara. Katanya mau merebut hati om Aaron. Tapi kamu malah menunjukkan fotomu bersama seniormu yang jelas-jelas terlihat menatapmu dengan tatapan kagum.” Grace berkata sambil menyerahkan kembali handphone milik Chiara itu, membiarkan Chiara dengan wajah bingungnya karena sedang memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh Grace tentang foto itu.


Sebuah foto yang diambil tanpa sengaja, dan Chiara tidak memiliki pikiran aneh-aneh tentang foto itu.


“Bagaimana om Aaronmu tidak marah coba kalau kamu melakukan hal seperti ini di belakangnya? Tapi ngomong-ngomong, ngapain kamu pergi ke toserba bersama kak Brandon? Apa kamu berniat selingkuh dari om Aaron? Kamu benar-benar ingin mencari masalah dengan om Aaron ya?” Chiara langsung melotot mendengar pertanyaan dari Grace.


Note: untuk para pembaca setia, up eps berikutnya agak siangan ya. Terimakasih untuk kesetiaan membaca novel ini. Jangan lupa klik favourite, like, vote, dan komen