
"Iya, lihat saja sikapnya kepada pak Zachary, lebih seperti teman daripada kepada bawahannya.”
“Istri pak Aaron benar-benar orang yang menyenangkan, dan terlihat low profile ternyata.”
(Low profile adalah sebutan bagi orang yang kaya raya atau memiliki jabatan dan kedudukan yang tinggi, tetapi tidak menunjukkannya kepada banyak orang melalui penampilan atau barang-barang mewah.
Akan tetapi low profile juga bisa diartikan dengan sikap yang tetap ramah dan baik kepada orang lain tanpa memandang status, meskipun dia sendiri memiliki posisi tinggi dan kekayaan yang melimpah, tidak memandang rendah orang lain.
Sederhananya, low profile itu sikap orang yang rendah hati dan tidak menampakkan kehebatannya di depan umum. Low profile ini sering dijadikan predikat untuk orang-orang yang terlihat sederhana dalam banyak kelebihan dan prestasi yang dia miliki. Mereka bisa saja menyombongkan dirinya tetapi mereka memilih untuk menyembunyikannya baik dengan sengaja atau tidak sengaja. Mereka juga bisa berbaur di berbagai kalangan mulai dari tongkrongan warung kopi sampai diskusi dengan para pejabat).
"Bukan sekedar cantik, menurutku beliau sangat cantik. Bahkan kecantikan nona Angelina yang selama ini membuatku terkagum-kagum, bisa tersaingi olehnya."
"Pantas saja pak Aaron lebih memilih nona Chiara dibandingkan dengan nona Angelina, karena bukan cuma wajahnya yang cantik, hatinya juga cantik."
"Tapi ngomong-ngomong, kenapa ya dia memanggil pak Aaron dengan sebutan om? Padahal usianya mungkin sama dengan pak Aaron."
“Iya benar, berapa kira-kira usia istri pak Aaron itu?”
"Dari penampilannya memang sepertinya dia berusia 30an."
"Biarkan saja, mungkin itu panggilan sayang untuk pak Aaron. Lagian, bukan urusan kita, suka-suka beliau berdua."
"Benar. Yang pasti, aku suka, ternyata nyonya besar perusahaan ini, orangnya baik hati. Aku akan jadi salah satu pengagumnya. He he he..."
Mereka bertiga akhirnya sibuk membicarakan tentang Chiara yang baru mereka ketahui siang ini, merupakan istri dari Aaron Malverich, bos mereka, dan mereka jadi merasa bangga bisa menjadi orang pertama yang tahu tentang siapa istri Aaron dan bertemu dengannya secara langsung, setelah sekian lama tidak ada yang mengatahui, apalagi bertemu dengannya.
Dan pembicaraan mereka tentang Chiara sebagai istri Aaron, terus berlanjut, bahkan mereka mulai membicarakan hal itu melalui pesan singkat melalui grup mereka yang beranggotakan para pegawai di tempat itu, yang hasil akhirnya mereka jadi heboh sendiri di grup mereka, yang anggotanya tentu saja tidak ada nama Aaron dan Zachary di sana.
Meskipun beberapa dari anggota grup itu tidak percaya dengan apa yang dikatakan temannya, akan tetapi ketika Chiara dan Zachary keluar dari lift, dan bertemu beberapa dari pegawai, pembicaraan di grup semakin ramai tentang sosok istri Aaron.
Beberapa dari mereka, entah pria atau wanita, tampak memandang ke arah Chiara dengan tatapan kagum dan terpesonanya, karena hari ini memang tampil anggun dan elegan, meskipun membuatnya jadi terlihat jauh lebih tua dari usia yang sebenarnya.
"Pak Zac, aku tadi sempat melihat Angelina." Chiara yang berjalan di samping Zachary berkata sambil melihat ke arah beberapa pegawai yang sedang memandangnya dengan sembunyi-sembunyi ketika dia dan Zachary melewati mereka.
Siapa yang tidak penasaran dengan siapa wanita yang berhasil memenangkan hati seorang Aaron Malverich, yang bukan hanya dikenal sebagai pria tampan dan kaya raya, tapi juga merupakan sosok yang begitu sulit untuk didekati karena sifat pendiam dan dinginnya.
"Ah ya Nona, nona Angelina memang sudah datang. Tadi saya sengaja buru-buru turun ke bawah karena Imelda mengatakan kalau Nona Chiara sudah datang ke kantor." Zachary berkata tanpa berani menatap ke arah Chiara, takut kalau-kalau Aaron melihatnya sedang menatap lama ke arah nyonyanya.
“Ngomong-ngomong, bukannya Nona Chiara seharusnya datang ke tempat ini nanti pukul setengah dua belas siang? Kenapa sekarang sudah datang? Apa Nona ada hal mendesak atau penting sehingga datang lebih awal?” Zachary akhirnya bertanya kenapa Chiara datang lebih awal dari waktu yang tadinya sudah diberitahukan kepada Aaron.
“Ada sesuatu yang harus aku lakukan pak Zac.” Chiara berkata sambil menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu besar, yang merupakan pintu kantor Aaron, dan saat ini Zachary sedang memegang handle pintu kantor itu, bersiap untuk membukanya.
“Apa yang bisa saya bantu Nona?” Zachary kembali bertanya kepada Chiara sambil mempersilahkan Chiara untuk masuk ke dalam kantor Aaron yang terlihat luas dengan segala interiornya yang terlihat berkelas dan mewah.
“Aduh Pak Zac, kalau bicara lihat ke aku dong. Dari tadi Pak Zac kenapa sih tidak seperti biasanya? Apa aku aneh dengan penampilan baruku?” Chiara yang sedari tadi menyadari kalau Zachary terlihat berusaha mengihindari bertatapan mata dengannya, tanpa basa basi langsung bertanya kepada Zachary.
Sebenarnya bukan aneh, tapi terlalu berbeda jauh dengan biasanya, dan sedikit terbuka. Aku lebih nyaman kalau nona berdandan seperti biasanya, sesuai dengan usia nona yang memang masih muda. Dan kalau berania sering-sering melihat ke arah nona dan ketahuan pak Aaron, bisa-bisa karirku jadi taruhannya. Dan sebenarnya bukan masalah gaji atau posisi, tapi selama aku bisa, aku harus selalu berada di dekat pak Aaron, agar selalu bisa membantunya.
Zachary hanya berani mengungkapkan kata-katanya dalam hati karena takut menyinggung Chiara jika dia benar-benar mengatakan apa alasan yang sebenarnya sampai dia begitu menghindari untuk menatap ke arah Chiara.
“Eh, saya agak sakit mata Nona, nanti Nona bisa tertular kalau kita saling menatap langsung.” Akhirnya Zachary berusaha mencari alasan yang tepat untuk membuat Chiara mengerti kenapa dia tidak menatap ke arah Chiara saat berbicara dengan istri majikannya itu.
(Penyakit pada mata bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti virus, bakteri, alergi, hingga masuknya zat asing ke mata.
Penularan pada kondisi sakit mata menular dapat terjadi melalui beberapa cara, antara lain: Melakukan kontak fisik dengan penderita sakit mata menular atau besentuhan langsung dengan tetesan nanah atau air mata penderita. Menyentuh benda yang terkontaminasi virus atau bakteri lalu menyentuh mata.
Jadi cara penularan sakit mata, bukan karena saling bertatapan mata dengan orang yang sedang sakit mata).
“Masa sih? Aku tidak percaya itu. Itu Cuma mitos. Coba aku lihat pak Zac… apa parah sakitnya? Apa tidak perlu ke dokter mata kalau memang parah?” Chiara berkata sambil mendekatkan tubuhnya ke rah Zachary, dengan wajah miring, berniat melihat ke arah Zachary yang jadi salah tingkah karena alasannya ternyata tidak mempan terhadap Chiara yang memang pintar, tidak bisa dengan mudah menerima sesuatu yang diluar logika.
“Ehem… tidak perlu Nona, nanti juga sembuh setelah diobati.” Zachary buru-buru mencegah Chiara melihat ke arahnya.
“Terserah Pak Zac saja deh. Tapi Pak Zac, aku tidak mau menunggu om Aaron di kantornya. Tolong antar aku ke ruang meeting tempat pertemuan antara Angelina dan om Aaron.” Zachary yang sudah membuka lebar pintu kantor Aaron tanpa sadar reflek menoleh ke arah Chiara karena cukup kaget dengan permintaan Chiara.
“Eh, tapi Nona, apa tidak sebaiknya menunggu di kantor seperti perintah pak Aaron?” Chiara langsung meringis mendengar pertanyaan Zachary, karena dari awal, tujuannya datang lebih awal ke kantor ini adalah untuk menunjukkan pada Angelina, siapa yang menjadi istri Aaron sebenarnya karena rasa cemburunya.