Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
GEORGE! CEPATLAH DATANG!



"Biar aku coba dulu Om." Chiara berkata sambil berlari-lari kecil ke arah kamar mandi dengan tangannya membawa celana boxer milik Aaron, tanpa perduli bahwa gerakannya itu membuat beberapa kali bagian bawah kemeja yang dikenakannya beberapa kali tertarik ke atas, dan membuat paha Chiara semakin terekpos di depan Aaron.


Haist... kamu benar-benar ahli dalam hal menggodaku. Dan celakanya, kamu selalu saja tidak sadar diri kalau tindakanmu itu benar-benar membuat libidoku naik. Semoga George benar-benar menemukan jalan untuk kita, sehingga aku tidak perlu menyiksa diriku lagi seperti ini.


Aaron berkata dalam hati dengan tetap berdiri di tempatnya, karena dia tidak yakin kalau tubuh mungil Chiara akan pas mengenakan boxer miliknya.


"Om Aaron, lihat!" Chiara yang baru saja keluar dari kamar mandi berjalan ke arah Aaron sambil memutar-mutar tubuhnya yang sudah mengenakan celana boxer milik Aaron.


"Lhohhh...." Tanpa sadar Aaron mengucapkan satu kata yang menunjukkan bagaimana dia merasa heran kenapa celana boxernya bisa cukup di tubuh Chiara tanpa melorot, sedangkan ukuran pinggang mereka jauh berbeda.


Melihat wajah bertanya-tanya Aaron, dengan penuh pecaya diri, Chiara berjalan mendekat ke arah Aaron.


"Kenapa Om? Jangan heran dong. Begini-begini, aku kan banyak akal. Lihat ini!" Tanpa disangka-sangka oleh Aaron, Chiara memegang bagian bawah kemeja Aaron yang dikenakannya, dan menariknya ke atas, sehingga menunjukkan bagian pinggang celana boxer Aaron yang dijepit oleh peniti di samping kanan kirinya, sehingga celana itu bisa pas di pinggangnya.


Akan tetapi bukan itu yang membuat mata Aaron sedikit melotot, tapi tindakan Chiara itu membuat Aaron disuguhkan dengan pemandangan perut rata Chiara yang kulitmya tampak putih mulus, dengan pinggangnya yang terlihat ramping.


Membuat Aaron hampir saja menggerakkan tangan untuk bergerak mengelusnya.


Shhh... ittt. Gadis kecilku ini sungguh-sungguh tidak mengerti tentang pria sama sekali. Kamu pasti tidak tahu sepanjang hari ini kepalaku akan sakit karena menahan sesuatu yang tidak bisa aku lepaskan padamu untuk saat ini.


Aaron melenguh dalam hati sambil menahan nafasnya, melihat begitu polos dan cerobohnya tingkah Chiara di depannya, tanpa memikirkan akibat perbuatannya yang akan membuat Aaron sebagai laki-laki normal yang begitu mencintainya jadi tersiksa.


"Om... om Aaron?"


"Ah ya..." Aaron kembali tersadar dari lamunannya mendengar panggilan dari Chiara yang membuat Aaron cukup kaget, karena tiba-tiba gadis itu sudah mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Aaron yang sedang sedikit menunduk, dengan tatapan mata polosnya.


"Aku lapar...." Dengan santainya Chiara berkata sambil menjauhkan kembali wajah dan tubuhnya dari Aaron yang langsung bernafas lega setelah melihat Chiara sudah menurunkan kemeja yang dikenakannya.


"Wah... kelihatannya enak Om." Chiara berkata sambil mengelus-elus perutnya, memandang ke arah makanan itu dengan tatapan penuh selera, tanpa perduli bahwa tindakannya itu membuat Aaron langsung teringat kembali setiap godaan dari tubuh Chiara, termasuk perut rata dan pinggang rampingnya yang berkulit putih mulus.


Sial! George, kamu harus benar-benar membawa berita baik atau aku akan membuatmu bekerja di sini dan tidak mengijinkanmu kembali ke Amerika sebelum kamu menemukan cara agar aku bisa menyentuh istriku tanpa membahayakan nyawanya.


Aaron berkata dalam hati dengan wajah frustasi, memandang ke arah Chiara yang tanpa merasa bersalah, sedang duduk di dekat meja yang berisi suguhan makanan, bersiap untuk menikmati makan siangnya.


Tapi paling tidak, mulai sekarang kamu tidak akan membiarkan tubuhmu terekspos di depan orang lain, atau aku akan benar-benar menjewermu kalau kamu berani melakukan hal seperti hari ini lagi. Untung saja memang itu bukan kebiasaanmu mengenakan pakaian terbuka seperti tadi.


Aaron menghentikan kata-katanya dalam hati sejenak, untuk menenangkan dirinya sendiri.


Meskipun jika di depanku, aku tidak akan pernah merasa keberatan dengan sifat cerobohmu yang selalu memancingku, meskipun untuk saat ini aku hanya bisa memandangnya tanpa berani menyentuhnya. Ah... George, kenapa sih pesawatmu tidak segera mendarat? Kalau saja aku bisa membuatmu datang ke tempat ini dalam hitungan detik.


Tanpa sadar, Aaron akhirnya mengomel dalam hati, sebuah kebiasaan baru dari Aaron yang biasanya tidak perduli dengan apa yang ddilakukan orang yang ada di depannya, kecuali itu memyangkut tentang nyawa.


"Om Aaron... ayo makan, nanti aku habiskan lho." Chiara berkata sambil tersenyum setelah melihat Aaron masih tetap berdiri di tempatnya sambil termenung.


Mendengar perkataan Chiara, Aaron langsung berjalan ke arah Chiara, dan mengambil posisi duduk tepat di samping Chiara tanpa ragu, setelah menarik nafas panjang, berusaha fokus agar tidak dengan tiba-tiba kekuatannya muncul dan merusak sesuatu yang ada di dekatnya.


"Makanlah yang banyak. Kalau kamu mau menghabiskan semuanya juga boleh." Aaron berkata sambil mencomot salah satu potongan ayam fillet yang ditumis dengan jamur dan bawang bombay dengan garpu, dan memakannya.


"Ih, Om Aaron ada-ada saja, memang sebanyak ini makanku? Mana sanggup aku menghabiskannya sendirian?"


"Kamu kan masih remaja, pantas saja kalau kebutuhan makanmu lebih banyak. Namanya juga masih masa pertumbuhan." Kata-kata Aaron membuat Chiara langsung menghentikan makanannya.


"Eh... berarti Om Aaron masih terus menganggapku sebagai anak kecil. Padahal aku lho sudah sebesar ini. Masak masih dalam masa pertumbuhan terus?" Chiara berkata sambil membusungkan dadanya yang memang tampak berisi, membuat Aaron tersedak ayam fillet yang tadi hampir ditelannya.