Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
BERSITEGANG



"Maaf Bu, tapi kami mengatakan yang sebenarnya, dalam data kami, pemilik apartemen unit xxy itu, atas namanya bukanlah Ibu, tapi atas nama orang lain yang tidak bisa kami sebutkan demi menjaga privasi para penghuni apartemen ini. Dan data kami terhubung langsung dengan pihak pengelola apartemen ini, jadi pasti sesuai dengan data yang ada di kantor." Petugas keamanan itu berusaha menjelaskan dengan sikap tetap tenang.


"Tidak bisa begitu! Itu melanggar aturan! Aku bisa mengadukan pihak pengelola ke polisi! Dan aku pastikan kalian akan menerima akibat buruk karena sudah mempermainkanku!" Mona terlihat mulai tidak sadar sehingga berteriak marah begitu mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh petugas keamanan tersebut.


"Maaf Bu, kalau memang Ibu merasa dirugikan dan tidak terima dengan info yang kami berikan, silahkan menghubungi pihak pengelola apartemen ini." Dengan berusaha menahan emosinya agar tidak meledak karena sikap menyebalkan dan sok dari Mona, petugas keamanan itu berkata, memberikan ide yang bisa membuat Mona menghentikan tindakannya yang mulai terlihat arogan.


"Eh, ada apa itu Om Aaron? Sepertinya ada masalah ya di depan pos penjagaan apartemen kita?" Chiara yang baru saja datang bersama Aaron dan melihat ada mobil berhenti dan seorang perempuan terlihat sedang berkacak pinggang di depan dua petugas keamanan langsung bertanya kepada Aaron.


"Om Aaron... bukannya itu tante Mona dan Revina?" Chiara yang duduk di dalam mobil yang dikendarai Aaron, yang melihat ribut-ribut di bagian depan lokasi apartemen langsung berkata begitu mengenali siapa kedua orang itu.


Aaron yang dari awal sudah bisa melihat siapa mereka berdua dari jauh, bahkan sudah mendengar apa yang membuat mereka bersitegang, hanya tersenyum mendengar perkataan Chiara.


Begitu petugas keamanan lainnya yang berada di dalam pos melihat mobil Ferarri Aaron, dengan bergegas dia keluar dari pos, berniat membukakan palang pintu di sisi lain agar mobil Aaron bisa lewat dan masuk ke dalam, karena kalau tidak, mobil Aaron tidak bisa masuk, akibat terhalang oleh mobil milik Mona yang berhenti di depannya.


Mobil Ferarri merah milik Aaron sebenarnya bisa langsung mengambil jalur yang sudah disiapkan oleh petugas keamanan tersebut, tapi Aaron memilih untuk menghentikan mobilnya tepat di belakang mobil milik Mona.


Begitu mobil yang ditumpanginya berhenti, Chiara langsung membuka pintu mobil dan melompat turun, bergegas mendekat ke arah Mona.


"Tante Mona? Sedang apa di sini? Apa yang terjadi." Chiara langsung bertanya sambil melirik ke arah Revina yang langsung ikut turun dari mobilnya, begitu melihat sosok Chiara yang mendekati mamanya.


"Ma...." Revina langsung memanggil mamanya dengan suara lirih, sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Mona.


"Ma, kenapa kita bisa lupa kalau pemilik gedung apartemen ini adalah Aaron? Kenapa tidak kita sampaikan saja keluhan kita kepadanya?" Revina berbisik ke telinga Mona, sambil melirik ke arah Aaron yang tampak sedang melakukan panggilan telepon dengan seseorang.


"Hah.... Chiara... katakan pada suamimu kalau kedua petugas keamanan ini harus dipecat secepatnya, karena sudah bertindak tidak sopan kepada penghuni apartemen milik suamimu itu." Mona berkata sambil jari telunjuknya menunjuk secara bergantian ke arah kedua petugas keamanan itu.


Kedua petugas itu tampak sedikit terkejut melihat bagaimana wanita yang sedang bersikeras untuk masuk itu ternyata mengenal Aaron dan Chiara, yang merupakan bos mereka.


"Tante membeli apartemen di tempat ini?" Chiara berkata sambil menatap ke arah Mona dengan tatapan sedikit tidak percaya, membuat Mona mendengus kesal.


"Iya! Memangnya kenapa? Apa kamu pikir tante berbohong? Calon suami Revina yang kaya raya itu yang membelinya untuk ahdiah pernikahan mereka. Tapi kedua petugas ini mengatakankalau unit yang sudah dibayar uang mukanya itu justru sudah dibeli orang lain dua hari lalu." Mona berkata dengan sikap percaya diri dan pamernya.


"Eh, tolong jelaskan pelan-pelan Tante, apa yang sebenarnya terjadi?" Chiara berkata sambil melirik ke arah Aaron yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya dan menepuk pelan bahu Chiara.


"Tidak perlu dijelaskan, biarkan mereka melihat unit apartemen yang mereka inginkan itu, supaya mereka merasa lega dan puas.”


“Tapi Pak Aaron….” Salah satu penjaga itu merasa keberatan karena meskipun Aaron adalah pemilik dari gedung apartemen itu, bukan berarti bisa bebas keluar masuk ke unit apartemen yang sudah dibeli orang lain tanpa alasan yang jelas.


“Aku sudah menghubungi pak Iwan Irawan pemilik baru apartemen itu. Beliau adalah salah satu rekan bisnis Grup Malverich, dan tidak merasa keberatan jika kita ingin melihat sekilas unit apartemen miliknya itu. Apalagi dia bilang apartemennya masih kosong melompong, tidak akan menganggu apapun jika kita melihat ke sana.” Aaron berkata dengan sikap tenang dan wajah datar seperti biasanya.


Petugas keamanan yang tadinya masih terlihat ragu, akhirnya menganggukkan kepalanya, sedang Mona terlihat mengernyitkan dahi dengan wajah bingung.


Kosong melompong? Hah… pasti unit milik Revina dan Richard, adalah unit apartemen yang berbeda dengan yang dikatakan milik pak Iwan itu. Karena di apartemen Revina kan sudah ada banyak perabotan mahal yang sudah dikirim dari toko furniture beberapa hari yang lalu?


Mona berkata dalam hati dengan sikap penuh percaya diri, hingga dia tidak menyadari kalau Revina juga sedang termenung karena memikirkan hal yang sama dengannya.