Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
DUKUNGAN PENUH UNTUK AARON



Begitu Aaron sudah berdiri di balik mejanya, tangannya dengan cepat mencorat-coret kertas polos di atas mejanya.


“Boy, kamu di sini….”


“Untuk Ellen, kamu di posisi ini….”


“Luke, ini adalah posisimu….”


“Bram, kamu akan berada di dekat Joe….”


“Ron, posisi paling tepat untukmu adalah di sini….”


“Hans, kamu akan berada di posisi ini, karena kekuatanmu akan sangat membantu jika kamu berada di dekat Ron.”


“Angelina, tolong jangan menjauh dari posisi Bram.”


Dengan cepat, Aaron langsung mengaturkan posisi setiap orang dalam kelompoknya satu persatu dengan detail, dan juga dengan mempertimbangkan kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing orang yang ada di kelompoknya.


Begitu terus dilakukan oleh Aaron sampai satu persatu orang yang ada di kelompoknya sudah mendapatkan posisinya masing-masing.


# # # # # # #


My little girl… bagaimana keadaanmu sekarang? Apa kamu baik-baik saja di sana? Maafkan aku yang gagal melindungimu waktu itu.


Aaron berkata dalam hati dengan perasaan sedih dan galau.


Memang sepanjang hari tadi dia bisa bersikap tenang di depan banyak orang, karena sebagai pemimpin, dia tidak boleh menunjukkan sikap lemah di depan yang lain, agar mental mereka tidak terpengaruh.


Pikirannya juga sedikit teralihkan karena kesibukannya untuk mempersiapkan diri dan timnya dalam persiapan perang untuk melawan Aldrich dan kelompoknya.


Aaron harus memikirkan segala kemungkinan yang bisa terjadi agar dia bisa membuat seluruh anggota timnya berada dalam kondisi yang paling aman selama pertempuran, sehingga dia berharap tidak aka nada korban jiwa dari pihaknya karena pertempuran nanti.


Tapi di saat sendiri seperti malam ini, disaat semuanya sudah pergi… bagi Aaron, ingatan dan pikirannya tentang Chiara sungguh sangat menyiksa batinnya.


Rasa khawatir, takut, menyesal, kecewa, sedih, semuanya hal tidak mengenakkan itu, bercampur aduk menjadi satu dalam hatinya sekarang ini.


“Aku sangat merindukanmu my little girl.” Aaron berkata dengan nada pilunya.


Bahkan tanpa disadarinya, ada cairan bening yang mengalir di pipinya saat dalam ingatannya terlintas sosok cantik istri kecilnya yang seringkali bertindak ceroboh, dan membuat jantungnya selalu berdisko ria di dalam sana karena tindakan Chiara yang seringkali tidak disangka-sangka olehnya, membuat adanya banyak kejadian romantis dan mendebarkan hatinya.


Senyum manis Chiara, sikap ceria dan aura positif yang seringkali timbul karena keberadaan Chiara, semakin membuat hati Aaron merindukan istri kecilnya itu.


“Aaron….” Suara sapaan lembut dari Angelina yang menyusul Aaron yang sedang duduk sambil menggantungkan kedua kakinya di atas puncak gedung tertinggi di kota itu, membuat Aaron langsung menahan nafasnya.


“Kebiasaan lamamu, setiap kali ingin merenung dan menyendiri, kamu akan selalu mencari gedung tertinggi dan duduk diam di sana. Tempat dimana tanpa ada seorangpun tahu.” Angelina berkata sambil mengambil posisi duduk di samping Aaron.


Perkataan Angelina sudah cukup untuk membuat Aaron tidak perlu bertanya padanya bagaimana sosok gadis cantik itu bisa menemukannya di sini.


“Jangan terus bersedih dan melamun seperti itu Aaron. Aku yakin semua akan baik-baik saja. Kamu memiliki kami semua yang akan mendukungmu hingga titik darah penghabisan.” Angelina yang melihat betapa menyedihkannya wajah Aaron saat ini langsung berkata pelan, berusah menghibur Aaron.


“Aku ikut bersimpati dengan apa yang terjadi pada Chiara. Aku minta maaf karena sedikit banyak, hal itu terjadi karena kecerobohanku, sehingga Mark memanfaatkan itu.” Perkataan Angelina yang terdengar tulus, memuat Aaron menyungingkan sedikit senyum tipis di bibirnya.


“Kalau aku mengingat bagaimana marahnya kamu waktu itu, aku tidak percaya kalau kata-kata yang barusan aku dengar tadi berasal dari bibirmu.” Angelina langsung tersenyum lebar begitu mendengar kata-kata Aaron.


Tidak ada kata-kata ketus saat Aaron mengucapkan kata-kata itu, tapi bagi Angelina itu merupakan sebuah sindiran halus untuknya, yang memang telah bersikap bersikap konyol karena patah hati, sehingga kata-kata Aaron itu membuatnya merasa geli.


“Tenang saja, aku memang butuh waktu tidak sebentar untuk memulihkan patah hatiku. Tapi mulai sekarang aku sudah melupakan rasa cintaku padamu. Sekarang aku ingin fokus untuk kebahagiaanku sendiri. Ha ha ha….” Angelina mengakhiri kata-katanya dengan tawa kecil.


“Syukurlah. Aku harap kamu segera menemukan kebahagianmu sendiri.” Kata-kata Aaron membuat Angelian meringis.


“Tentu saja, karena aku sudah menyerah tentang kamu. Aku sudah merasakan kalau Chiara terlalu hebat untuk aku kalahkan. Dia sudah begitu menguasai hatimu.” Angelina menanggapi kata-kata Aaron dengan santai.


Tanpa disadari oleh dirinya sendiri, nama Chiara yang kembali disebutkan oleh Angelina, kembali membuat wajah Aaron terlihat sedih.


Tangan Aaron bergerak ke samping, berniat mengambil sebotol minuman beralkohol yang sedari tadi berada di sampingnya, tanpa dia sentuh.


Awalnya Aaron ingin sedikit melupakan kesedihan dan kegalauan hatinya dengan memanfaatkan efek pengaruh alkohol pada tubuhnya, tapi sedari tadi justru ingatan tentang Chiara membuat dia melupakan keinginannya untuk meminum minuman itu, membiarkannya tetap utuh di sampingnya.


“Aaron… hentikan.” Angelina yang melihat Aaron sedang membuka tutup botol minuman beralkohol itu segera menggerakkan tangannya, merebut botol itu dan menjauhkannya dari Aaron yang langsung memandang ke arah Angelina dengan wajah protesnya.


“Aaron yang aku kenal, tidak pernah sekalipun aku lihat menyentuh minuman beralkohol, bahkan sejak dulu…..”


“Aku hanya ingin menenangkan pikiranku, dan mungkin alkohol bisa sedikit membantuku.” Aaron langsung memutus perkataan Angelina.


“Jangan lakukun itu. Jangan lari dari masalah pada alkohol. Kamu tahu sendiri, aku melakukan kesalahan besar karena pengaruh alkohol. Jangan pernah percaya dengan minuman memabukkan itu. Atau kamu akan menyesal sepertiku.” Angelina berusaha meyakinkan Aaron dengan apa yang terjadi padanya gara-gata alkohol.


“Aku tahu kamu pasti merasa kacau karena memikirkan Chiara, tapi….” Angelina menghentikan kata-katanya sesaat sambil menghela nafasnya.


“Chiara seorang perempuan yang kuat. Dia orang yang bisa menaklukkan lawannya dengan mudah, meski dia tidak memiliki kemampuan super. Termasuk aku yang sudah dikalahkan telak olehnya dalam hal percintaan, dan juga hatimu yang sudah dikalahkan telak olehnya dengan pesona yang dia miliki. Aku yakin dia akan baik-baik saja. Jangan meremehkan kemampuan hebat istrimu itu.” Angelina berkata sambil tersenyum.


Bagaimanapun mengingat nama Chiara, membuat Angelina ingat dengan tatapan cemburu Chiara, dan juga bagaimana tindakan Chiara saat gadis itu berusaha menunjukkan bahwa Aaron adalah miliknya.


Dan untuk saat ini, setelah berusaha melepaskan dengan ikhlas rasa cintanya pada Aaron, ingatan tentang Chiara, justru membuat Angelina tersenyum geli, bukannya kesal dan marah seperti waktu-waktu sebelumnya.


“Aku yakin kita semua bisa menyelamatkan Chiara dari tangan Aldrich, sekaligus menghentikan semua kekacauan yang selalu dibuat oleh Aldrich dan para pengikutnya. Formasi, dan juga rencana pertempuran yagn sudah kamu jelaskan tadi… aku yakin akan berhasil, apalagi rencana George yang sudah mengetahui sedikit banyak kelemahan Aldrich, ditambah dengan keberadaan Zachary di pihak kita. Aku yakin semuanya akan berjalan baik sesuai dengan rencanamu.” Angelina kembali berusaha untuk menguatkan Aaron.