
George ingin Angelina segera melepaskan dan melupakan rasa cintanya Aaron, karena dari awal baik George maupun Angelina tahu bahwa hati Aaron tidak pernah berpaling dari Chiara barang sedetikpun.
"Ternyata masih ada yang mengkhawatirkan aku ya?" Angelina berkata senyum getirnya.
Bahkan setelah mendengar kabar tentang dia yang menghilang, Angelina yang sangat yakin kalau banyak orang yang sudah menginfokan hal itu kepada Aaron, tapi tidak ada satupun pesan dari Aaron yang datang untuknya, meski hanya sekedar untuk menanyakan kabar dan keberadaannya.
Apalagi panggilan telepon dari Aaron, tidak sekalipun Angelina mendapatkannya sejak mereka berpisah di kantor utama Malverich waktu itu, setelah Aaron menegaskan pada Angelina bahwa mulai sekarang Aaron akan selalu berada di sisi Chiara, tidak lagi perduli dengan penghalang yang ada diantara mereka.
Hal itu membuat hati Angelina semakin merana karena Aaron terlihat tidak perduli sama sekali dengannya.
Sedangkan dari sisi Aaron, dia sengaja melakukan itu karena dia ingin Angelina bisa menenangkan diri tanpa perlu mendengar tentangnya dan berhubungan dengannya, berharap hal itu bisa membantu Angelina untuk melupakannya.
"Kenapa kamu berkata seperti itu? Kamu tahu banyak orang yang selalu perduli padamu. Bukan hanya puluhan, tapi ribuan, bahkan ratusan ribu orang. Bukan saja orang-orang korban mutasi yang pernah kamu selamatkan dan tolong kehidupannya….” George berkata sambil memandang ke arah Angelina yang wajahnya tampak kusut.
“Ribuan orang yang bekerja di Grup Malverich di Amerika, di bawah kepemimpinanmu, mereka menggantungkan hidupnya padamu sebagai pemimpin mereka.” George melanjutkan kata-katanya.
Mendengar kata-kata George, Angelina menarik nafas panjang sambil menggigit bagian bawah bibirnya dengan cukup keras, sehingga dia bisa merasakan adanya rasa amis karena adanya darah yang keluar dari luka di bibirnya sendiri.
Sakit… terasa sakit sekali….
Angelina berkata dalam hati sambil memejamkan matanya, dengan giginya yang masih mengigit bagian bawah bibirnya.
Ingatan Angelina kembali pada berbagai peristiwa, dengan begitu banyak kenangan yang pernah dia alami bersama Aaron.
Angelina masih ingat dengan begitu jelas, bagaimana saat pertama bertemu dengan Aaron, remaja tampan itu melihatnya dengan mata terbeliak karena melihat Angelina sedang berubah wujud tanpa dia tahu kalau ada orang lain di dekatnya.
Waktu itu Angelina berniat menyerang Aaron, berniat mengancam dan memberikan peringatan agar remaja tampan yang baru pertama kali dilihatnya itu tida membocorkan rahasianya kepada siapapun.
Tapi justru Angelina yang menjadi kewalahan menghadapi kekuatan Aaron yang saat itu belum bisa dia kendalikan dengan baik, dan membuat Angelina akhirnya sadar bahwa mereka merupakan manusia dengan tipe sejenis, yang sama-sama menjadi korban mutasi genetik.
Tiap kali Angelina mengalami kesulitan, entah keuangan atau menghadapi orang-orang kelompok Aldrich, Aaron akan menjadi orang yang pertama kali hadir membantu dan menyelamatkannya, membuat rasa cinta yang ada di hati Angelina semakin hari semakin besar, meski Aaron tidak pernah merespon perasaan Angelina sedikitpun.
Sosok Aaron yang selalu menjadi pendukung dan penolong untuknya, dan juga kharismanya sebagai pemimpin baik di perusahaan maupun di kalangan manusia korban mutasi yang masuk dalam kelompok mereka, membuat Angelina selalu terkagum-kagum dan terpesona oleh Aaron.
Ketika Aaron jatuh cinta pada Chiara untuk pertama kalinya, ketika Aaron menyelamatkannya 7 tahun lalu, Angelina sempat berpikir untuk menghentikan rasa cintanya pada Aaron.
Tapi begitu mendengar tentang kondisi Chiara dan Aaron yang tidak bisa sembarangan melakukan kontak fisik, membuat Angelina memutuskan untuk bisa terus mencintai Aaron.
“Angelina… mungkin kamu tidak suka dengan apa yang aku katakan. Tapi berhentilah mengharapkan Aaron. Dia sudah menikah, dan kamu lebih tahu daripada kami, betapa besarnya cinta Aaron pada istrinya itu. Dia akan merelakan apapun demi istrinya, termasuk nyawanya sendiri.” George berkata pelan sambil menepuk bahu Angelina, yang dengan perlahan mulai membuka kembali matanya.
“Aku tidak bisa George… tidak bisa…. Sudah terlalu lama aku mencintainya. Rasa itu sudah mandarah daging dalam tubuhku…” Angelina berkata dengan suara terdengar begitu pelan, nyaris seperti sebuah bisikan.
Mark dan Jack hanya bisa saling berpandangan sambil menarik nafas panjang mendengar perkataan Angelina.
“Sulit sekali bagiku untuk melepaskan perasaan ini. Aku ingin…. Tapi aku tidak mampu melakukannya….” Angelina berkata sambil menitikkan airmata, membuat ketiga pria itu terdiam seribu bahasa.
Mereka bertiga sama-sama tahu bagaimana kerasnya sosok Angelina, yang tidak pernah sekalipun mereka lihat menitikkan airmatanya dalam kondisi apapun.
Dan jika sekarang mata gadis itu mengeluarkan airmata, berarti hatinya benar-benar terluka saat ini.
“Andai saja bisa, aku juga ingin menghilangkan perasaan ini. Jack… andaikata memungkinkan, hapuskan semua ingatanku tentang Aaron, agar aku bisa lepas dari perasaan yang menyiksa ini.” Jack langsung menelan ludahnya dengan kasar, dan mata sedikit terbeliak mendengar permintaan dari Angelina yang diucapkannya dengan suara terdengar begitu menyedihkan.
“Jack… kalau kamu kasihan padaku, lakukan itu untukku….” Angelina kembali mengulangi permintaannya pada Jack yang tidak memberikan respon apapun pada Angelina, tidak menjawab apalagi mengiyakan permintaan Angelina yang baginya tidak masuk akal dan berbahaya itu.
“Angelina… kamu tahu aku tidak mungkin bisa melakukan hal itu padamu. Kebersamaanmu dengan Aaron, sudah terlalu lama. Jika aku memaksa menghapuskan ingatanmu tentang dia, kamu bisa mengalami kerusakan otak permanen dan…”
“Aku tidak perduli Jack! Tolong aku! Bantu aku menghapuskan semuanya yang tentang Aaron! Aku mohon Jack! Ini terlalu menyakitkan bagiku!” Angelina berkata tanpa bisa lagi membendung airmata yang tumpah seketika itu juga.