Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
CARA AGAR TETAP DEKAT ZACHARY



Aku memang harus membiarkan Zachary pulang lebih awal besok. Agar semua rencanaku berjalan dengan lancar. Besok Zachary butuh tenaga ekstra untuk membantu rencanaku agar berjalan lancar.


Aaron berkata dalam hati sambil tersenyum senang, karena sudah menemukan cara untuk dapat tetap menahan Zachary agar tetap berada di dekatnya sepanjang waktu, meski berada di luar jam kantor.


"Masuk...!" Begitu orang dari departemen pemasaran mengetuk pintu kantornya, Aaron segera mempersilahkan orang itu untuk masuk.


"Selamat siang Pak Aaron, kata Pak Zachary, Anda memanggil saya." Mendengar perkataan dari pimpinan departemen pemasaran properti itu, Aaron langsung menganggungkkan kepalanya.


"Duduklah." Aaron berkata sambil menunjuk kursi yang ada di depannya.


"Segera aturkan untuk salah satu apartemen yang letaknya tepat di bawah apartemenku, segera dipindahnamakan atas nama Zachary." Perintah dari Aaron sempat membuat pimpinan departemen pemasaran itu sedikit terkejut, meski dengan baik dia berusaha untuk menyembunyikannya, karena takut dianggap tidak sopan oleh bosnya.


Bukan tanpa alasan pimpinan departemen pemasaran itu merasa heran, karena dengan gaji orang tertinggi yang bekerja di Grup Malverich saat ini, tidak mungkin bisa membeli apartemen mewah yang sekarang ditempati oleh Aaron.


Apartemen yang ditempati oleh Aaron sekarang, merupakan apartemen paling mewah dengan harga paling mahal yang ada di kota itu.


Setiap unitnya jauh lebih luas dari apartemen mewah pada umumnya, dengan semua fasilitasnya yang lengkap, dan juga keamanan yang sangat bagus.


Rata-rata orang yang tinggal di sana adalah orang-orang dari kalangan pengusaha kaya atau orang dengan latar belakang kaya seperti Brandon yang sebenarnya berasal dari keluarga pengusaha besar juga, meskipun tidak sebesar Grup Malverich.


Meskipun apartemen yang sekarang ditempati oleh Zachary cukup mewah, tentu saja tidak sebanding jika disandingkan dengan apartemen milik Grup Malverich itu.


Tidak heran kenyataan itu membuat pimpinan bagian pemasaran properti itu merasa heran kenapa tiba-tiba Aaron meminta dia memindah tangankan salah satu unit apartemen itu kepada Zachary.


"Maaf Pak Aaron, apa mungkin maksud Bapak adalah salah satu apartemen milik Grup Malverich di tempat lain? Atau apartemen dimana Pak Aaron tinggal sekarang? Gedung yang sama dengan Pak Aaron?" Pertanyaan itu membuat Aaron menatap ke arah anak buahnya itu dengan dingin.


Aaron bukanlah seorang sosok pemimpin yang pemarah, tapi selalu terlihat tenang dan dingin, sehingga wajah kesalnya saat ini, tentu saja membuat anak buahnya merasa kaget sekaligus takut.


"Gedung apartemen yang sama, salah satu yang ada di lantai yang tepat di bawahku. Bagaimanapun caranya, aku mau semua hal terkait dengan legalitas, dapat diselesaikan hari ini, karena besok pagi semua barang-barang dari apartemen Zachary yang lama akan dipindahkan kesana, sehingga besok malam Zachary dan kelaurganya sudah pindah di apartemen mereka yang baru." Perintah dari Aaron hampir saja membuat kepala departemen pemasaran itu melongo.


"Dan tolong beritahukan kepada pimpinan pengelola apartemen itu, untuk memberikan semua tagihan yang timbul selama Zachary dan keluarganya di apartemen itu kepada kantor. Aku yang sendiri yang akan melakukan acc dan membayar semua tagihan itu." Penjelasan Aaron berikutnya semakin membuat pimpinan departemen pemasaran itu semakin melongo dan bingung, dengan wajah tidak percayanya, sehingga tidak mampu untuk berkata-kata.


"Apa ada yang masih mau kamu tanyakan tentang hal itu?" Aaron bertanya setelah melihat bagaimana anak buahnya itu terlihat diam seribu bahasa dengan wajah bingung.


"Ti... tidak Pak Aaron. Saya rasa sudah cukup jelas apa yang diminta Pak Aaron untuk saya kerjakan." Aaron langsung menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari lawan bicaranya.


"Kalau tidak ada pertanyaan, silahkan lanjutkan pekerjaanmu. Update sampai sejauh mana hasil dari tugasmu hari ini ke aku nanti malam." Aaron berkata dengan nada tegas, tanpa perduli dengan wajah bingung yang ditunjukkan oleh salah satu anak buahnya itu.


"Baik pak Aaron. Kalau begitu, saya permisi terlebih dahulu." Dengan sikap buru-buru karena waktu yang diberikan Aaron untuk menyelesaikan tugas sebesar itu sangat singkat, laki-laki itu segera berpamitan dan segera melaksanakan perintah Aaron.


Beruntungnya pak Zachary, karena pak Aaron sangat royal padanya dibandingkan dengan pada karyawan lainnya. Memangnya seberapa pentingnya posisi pak Zachary bagi pak Aaron? Sampai pak Aaron begitu perhatian padanya dan memberikan semua fasilitas mewah itu untuknya. Ah... benar-benar istimewa.


Tanpa tahu apapun tentang apa yang selama ini sudah terjadi antara Zachary dan Aaron, laki-laki itu berkata dalam hati sambil berjalan dengan bergegas kembali ke kantornya.


# # # # # # #


"Apa semua ini bisa dipercaya?" Aldrich berkata sambil melempor lembaran kertas yang ada di depannya ke hadapan salah satu anak buahnya yang baru memberikan laporan padanya.


"Saya yakin itu memang info yang dapat dipercaya, karena yang memberikan info adalah salah satu orang yang tinggal di kamp penampungan para mutan yang selama ini dengan sengaja disembunyikan dan dilindungi oleh mask men. Beberapa orang bahkan sengaja diberikan kehidupan normal dengan disusupkan ke berbagai lini bisnis milik perusahaannya yang tersebar di seluruh dunia. Dia selalu bersuah membuat para mutan agar bisa hidup seperti manusia normal lainnya." Aldrich sedikit mendengus mendengar perkataan anak buahnya itu.