
Kehadiran Grayson hari ini untuk berlibur, merupakan hasil paksaan dari Sarah yang ingin berkumpul dengan anggota keluarganya yang lengkap, dengan alasan ingin berlibur sekaligus membicarakan ulang tahunnya yang ke 55 bulan depan, karena Johnson ingin mengadakan pesta cukup besar untuk ulang tahun Sarah itu.
Meskipun awalnya ogah-ogahan, tapi membayangkan kehadiran Chiara di tempat liburan, setelah beberapa waktu sejak Chiara mulai sibuk mempersiapkan kuliahnya mereka tidak pernah bertemu, membuat Grayson merasa cukup penasaran dengan kabar Chiara.
Dan sekarang, mendengar tentang apa yang baru saja dikatakan oleh Sarah, membaut Grayson merasa tidak rugi dia datang ke tempat ini meskipun awalnya berniat menolak karena dia tahu kalau ada Aaron yang juga akan datang bersama Chiara.
Tapi rasa penasaran Grayson terhadap keadaan Chiara yang sudah cukup lama tidak mengunjungi rumah keluarga Malverich, bahkan membuat mamanya menginap di apartemen Aaron, membuat Grayson akhirnya memilih untuk mengikuti permintaan Sarah untuk ikut berlibur.
Hah? Yang benar saja? Jadi selama ini Aaron dan Chiara tidur secara terpisah? Berarti… bisa jadi mereka belum pernah melakukan ML? Wah… apa Aaron laki-laki normal? Apa seharusnya aku membawa Aaron ke psikiater untuk mengatasi masalahnya? Aku benar-benar tidak peka sehingga tidak menyadari kalau Aaron sedang menghadapi masalah sebesar itu. Kasihan sekali Aaron….
Diego bertanya-tanya dalam hati dengan kening berkerut, dengan tatapan mata memandang ke arah Aaron dengan tatapan simpati, merasa kasihan dengan Aaron, meski tidak tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya, hanya pemikiran Diego secara pribadi.
Shhh… ittt! Jangan memandangku seperti itu Diego! Kamu pikir aku tidak tahu apa yang sedang kamu pikirkan tentang aku?
Aaron yang melihat bagaimana cara Diego menatapnya, langsung memaki Diego dalam hati, karena Aaron sudah begitu mengenal Diego, sehingga pikiran Diego baginya bisa dia baca dengan begitu jelas.
“Kenapa Mama tibat-tiba bertanya seperti itu Ma?” Akhirnya Chiara bertanya dengan suara lirih, bahkan hampir tidak terdengar dengan jelas.
“Tentu saja mama tahu dari hasil penyelidikan mama sendiri. Mama sudah curiga dengan hubungan kalian. Apalagi Aaron sebagai suami, dalam dua tahun ini boleh dibilang jarang sekali pulang ke Indonesia. Kalau kalian memiliki pernikahan yang normal. Aaron pasti akan sering-sering pulang untuk menemui istrinya. Mana tahan seorang suami yang mencintai istrinya berjauhan dengan istrinya.” Sarah berkata dengan nada penuh emosi, meskipun tidak berteriak dan bernada tinggi.
Tapi dari wajah Sarah yang terlihat begitu memerah, dan nafasnya yang terdengar sedikit memburu, sudah cukup menunjukkan bagaimana marahnya Sarah saat ini.
“Tapi Ma….” Chiara berkata pelan, berusaha untuk meredam kemarahan Sarah.
“Jangan membela Aaron, Chiara!” Kali ini Sarah tidak bisa menahan dirinya sendiri untuk tidak sedikit menaikkan nada bicaranya.
“Aaron… kamu tahu kan bagaimana sakralnya sebuah pernikahan itu? Kenapa kamu membuatnya sebagai mainan? Dan lagi… apa kamui memikirkan masa depan Chiara? Kalau ke depannya kamu berniat meninggalkannya, kamu akan membuat dia menderita karena status janda yang disandangnya, terlepas apapun alasanmu melakukan itu. Dia akan dikucilkan oleh masyarakat.” Sarah berkata sambil menyeka airmata ayng keluar dari ujung-ujung matanya.
“Ma… aku tidak…” Aaron berusaha untuk sedikit menjelaskan kepada Sarah.
“Jangan berkelit Aaron. Mama sudah merasa curiga sejak awal. Dan kalau sampai hari ini mama memanggil kalian dan memarahi kalian berdua, itu karena mama sudah menemukan bukti bahwa kalian tidur terpisah selama ini.” Sarah langsung memotong perkataan Aaron.
“Setelah mama pulang ke rumah, ketika kalian tidak ada, mama sengaja berkunjung ke apartemen kalian tanpa memberitahu kalian, dan mama sengaja masuk ke kamar yang ternyata biasa di tempati oleh Chiara. Jangan menyanggahnya! Karena mama bisa melihat banyaknya pakaian dan barang-barang milik Chiara di kamar itu, sedangkan barang-barang Chiara di kamar kalian Cuma sedikit sekali.” Aaron dan Chiara sama-sama menarik nafas panjang mendengar apa yang dikatakan oleh Sarah, yang memang sesuai dengan kenyataannya.
Dan Aaron tidak bisa menyalahkan kalau Sarah berpikir seperti itu tentang mereka.
“Aaron… sebenarnya apa yang kamu pikirkan tentang pernikahan kalian? Kamu yang tiba-tiba meminta kami melamar Chiara. Meskipun kami sempat menolak permintaanmu yang aneh waktu itu, tapi akhirnya kami mengalah demi kebahagianmu. Tapi sekarang lihat apa yang terjadi? Kami sebagai orangtua selama ini tidak pernah mengajarkanmu menjadi laki-laki kurangajar yang tidak bertanggungjawab seperti ini. Kamu benar-benar membuat papa dan mama kecewa Aaron.” Johnson yang biasanya tidak banyak berkomunikasi dnegan anak-anaknya, ikut angkat bicara sambil memandang ke arah Chiara dengan tatapan kasihan.
Bagaimanapun, meski sudah meninggal, Johnson pernah memiliki seorang anak gadis, dan dia bisa membayangkan, kalau dia pasti akan merasa kecewa dan marah kalau anak gadisnya diperlakukan seperti itu oleh seorang laki-laki.
Dinikahi dengan tidak jelas arah tujuannya, dan terpaksa menjalani pernikahan aneh seperti itu, harus tidur dengan kamar terpisah seperti dua orang asing.
Siapapun ayah dari gadis itu pasti tidak akan terima jika anak gadisnya diperlakukan seperti seorang istri palsu seperti itu.
“Kalian berdua… jawab dengan jujur… apa kalian belum pernah melakukan hubungan suami istri sejak menikah?” Sarah yang merasa kesal dan kecewa dengan pernikahan Aaron dan Chiara, akhirnya tanpa basa basi langsung bertanya kepada Aaron dan Chiara yang wajahnya langsung sama-sama memerah karena malu dan tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan Sarah barusan.
Sebuah pertanyaan yang bagi Chiara yang masih polos, terdengar cukup vulgar dan memalukan, apalagi diucapkan di depan orang lain, yang nota bene adalah laki-laki, seperti Grayson, Diego, Zachary, dan juga Johnson meskipun laki-laki itu adalah mertuanya.