
"Aku yang akan mengantar nona Chiara hari ini." Chiara yang sedang bersiap berangkat ke kampus siang ini, langsung menoleh ke arah Aaron yang baru saja terlihat masuk ke dalam apartemen bersama Zachary.
Imelda yang berdiri di depan Chiara, segera sedikit membungkukkan tubuhnya melihat kehadiran Aaron dan Zachary.
"Kamu bisa kembali ke kantor, karena pak Aaron sendiri yang sepanjang hari ini akan mengurus nona Chiara. Kalau nanti beliau membutuhkanmu, aku akan segera menghubungimu." Zachary segera mempertegas perkataan Aaron dengan memerintahkan kepada Imelda, sopir pribadi Chiara untuk pergi ke kantor.
"Baik Pak Zachary, kalau begitu saya akan kembali ke kantor sekarang. Selamat siang Pak Aaron, Nona Chiara." Aaron hanya membalas perkataan Imelda dengan sebuah angguka kecil, sedang Chiara yang masih merasa kaget dengan kedatangan Aaron yang tiba-tiba pulang ke apartemen sebelum waktunya untuk pulang justru sibuk menatap ke arah Aaron dengan senyum cerah tersungging di bibirnya, karena baru saja dia mendengar sepanjang hari ini Aaron yang akan mengantar jemput dia.
"Om benar-benar akan mengantarku ke kampus? Apa Om tidak sibuk di hari pertama kembali ke kantor di Indonesia? Ini masih pukul 10 pagi lho? Bukannya Om seharusnya masih bekerja?" Pertanyaan Chiara membuat Zachary menahan tawa gelinya, apalagi dilihatnya Aaron yang berdehem pelan mendengar berbagai pertanyaan dari Chiara melalui bibir mungilnya.
"Ada beberapa hal yang belum siap di kantorku. Zachary akan mengurus beberapa hal itu, sehingga sementara aku punya waktu luang sampai semuanya siap." Aaron berkata sambil menatap ke bagian dalam apartemen, dimana Sarah terlihat sibuk memberikan perintah pada dua asisten rumah tangga yang sengaja dibawanya dari kediaman Malverich.
Aist... ada-ada saja pak Aaron ini. Bilang saja kalau memang baru datang dari Amerika masih merindukan nona Chiara. Kenapa harus memakai alasan kantor belum siap segala. Padahal hanya beberapa berkas saja yang tertinggal di ruang kerjanya di apartemen, dan sebuah lukisan yang sedang dalam perjalanan dari Amerika yang akan dipasang di kantornya, bukan hal besar yang membuat kantor tidak bisa digunakan untuk bekerja.
Zachary berkata dalam hati, dengan niat hati ingin mengucapkan kata-katanya itu di depan Chiara agar istri bosnya itu semakin bahagia, tapi tentu saja Zachary hanya berani mengucapkan hal-hal seperti itu dalam hati saja.
Tindakan Aaron kembali mengingatkan Zachary dengan kejadian beberapa waktu sebelum mereka berdua sama-sama pergi ke apartemen.
Aaron baru saja memberitahukan kepada Zachary bahwa dalam waktu dekat Aaron ingin Chiara terlibat langsung dalam bisnis keluarganya, dan Aaron ingin Zachary mengaturkan waktu pertemuan antara Aaron dan para petinggi di perusahaan orangtua Chiara, untuk membahas rencananya tersebut.
Dan tanpa sengaja ketika Zachary sedang membahas tentang jadwal kuliah Chiara, tiba-tiba saja Aaron teringat bahwa kemarin malam, Chiara mengatakan bahwa pukul 10 siang ini, Chiara berencana berangkat ke kampus untuk bertemu Grace.
Bukan tentang Grace yang membuat tiba-tiba saja Aaron memutuskan untuk menggantikan Imelda mengantar Chiara ke kampus.
Justru ingatan Aaron tentang Brandon sebagai senior Chiara yang mungkin bertemu Chiara di kampus, yang membuat Aaron merasa harus dia sendiri yang mengantarkan Chiara ke kampus, agar para pria yang berusaha menarik perhatian Chiara, lebih sadar diri siapa yang menjadi rival mereka.
Meskipun Zachary tidak tahu pasti apa yang membuat Aaron tiba-tiba ingin mengantarkan Chiara ke kampus, tapi melihat bagaimana Aaron yang sibuk mencari alasan agar dia bisa mengantarkan Chiara, sudah cukup untuk membuat Zachary merasa geli, tapi juga merasa senang karena Aaron mulai terlihat mempertegas statusnya sebagai suami Chiara.
"Zachary, segera aturkan dengan baik kantorku agar segera bisa aku gunakan untuk bekerja lagi. Aku akan mengantar Chiara terlebih dahulu ke kampus." Aaron memberikan perintah kepada Zachary yang Zachary tahu itu hanyalah sekedar alasan agar seolah-olah memang kantor Aaron masih bermasalah sehingga Aaron sedang menjadi pengangguran yang siap menggantikan posisi sopir pribadi Chiara hari ini.
"Baik Pak Aaron." Zachary langsung menjawab perintah Aaron sambil melirik ke arah Chiara yang tampak senang mendengar Aaron yang benar-benar akan mengantarnya pergi ke kampus, bahkan dari tatapan mata Chiara masih terlihat tidak percaya kalau Aaron sendiri yang akan mengantarnya ke kampus.
"Om Aaron, akan mengantarku dengan mobil Om Aaron?" Tiba-tiba Chiara bertanya kepada Aaron.
"Tentu saja, kenapa?" Aaron langsung balik bertanya.
"Eh, tidak apa-apa...." Chiara berkata sambil meringis.
"Sudah terlambat Om, kita berangkat sekarang ya? Ma! Pa! Chiara pergi ek kampus ya! Om Aaron yang mengantar Chiara pergi!" Chiara sedikit berteriak sambil menoleh ke arah Sarah dan Johnson yang langsung melambaikan tangannya ke arah Chiara.
Sarah yang juga tidak menyangka kedatangan Aaron di jam kerjanya kali ini untuk mengantar Chiara berangkat ke kampus jadi ikut tersenyum senang.
Begitu Chiara melangkah keluar dari apartemen, Aaron segera ikut berjalan di sampingnya.
"Om... serius mau tetap mengantarku dengan mobil Om?" Begitu mereka masuk ke dalam lift, Chiara langsung bertanya kepada Aaron.
"Iya, memang kenapa Chiara? Ada masalah?" Chiara langsung menggeleng mendengar pertanyaan Aaron.
"Tidak sih Om, cuma takut dianggap pamer. Pasti banyak orang bertanya siapa yang mengantarku nanti." Chiara berkata sambil tersenyum geli.
"Kamu akan menjawab bagaimana?" Aaron langsung bertanya karena merasa penasaran.
"Ya jawab saja Omku yang mengantar. Kan kata Om Aaron kalau bisa jangan memberitahukan kepada siapun tentang hubungan kita?" Chiara sengaja mengatakan hal seperti itu untuk memancing Aaron, untuk melihat reaksi Aaron, apakah laki-laki itu masih menganggap pernikahan mereka hanya sebatas pernikahan di atas kertas, dan mereka harus saling merahasiakan status mereka.
Kalau tidak, pasti Aaron akan mencegah Chiara memperkenalkannya sebagai omnya, itu yang sedang diharapkan oleh Chiara saat ini.
"Jawab saja seperti itu. Tidak masalah." Aaron menjawab pertanyaan Chiara dengan jawaban yang membuat Chiara merasa sedikit kecewa.
Sedangkan Aaron sengaja menjawab seperti itu karena dia tahu bahwa di usia yang masih 18 tahun, jika orang disekitarnya tahu, apalagi para teman-teman kuliahnya, tentu saja cerita tentang Chiara yang menikah muda begitu, akan dijadikan bahan gosip yang menyenangkan bagi mereka, dengan bumbu-bumbu yang akhirnya menjadi fitnah.
Tentu saja Aaron tidak ingin hal seperti itu terjadi pada Chiara, apalagi jika sampai ada orang yang salah paham karena Chiara menikah dengannya yang usianya terpaut cukup jauh, 12 tahun.
Chiara sedikit membuang wajahnya ke samping untuk menutupi wajah kecewanya setelah mendengar jawaban dari Aaron.
"Masuklah." Aaron yang tidak menyadari perubahan pada diri Chiara, membukakan pintu mobil dan meminta Chiara masuk ke dalam mobil.
Kenapa om Aaron tidak merasa keberatan aku memperkenalkan dia kepada orang lain sebagai omku? Apa om Aaron malu memiliki istri yang belum bisa apa-apa sepertiku? Apa om Aaron benar-benar akan menceraikanku setelah 4 tahun pernikahan kami?
Berbagai pertanyaan langsung muncul di kepala Chiara, tanpa Chiara berani bertanya kepada Aaron sedikitpun.
"Hallo Zachary." Suara Aaron yang menerima panggilan dari Zachary, mau tidak mau membuat lamunan Chiara sedikit terganggu.
"Baiklah, minta sopir perusahaan menjemput Angelina di bandara besok siang. Katakan padanya, aku akan siap bertemu dengannya tepat pukul 11 besok siang di kantor, sebelum jam makan siang." Perkataan Aaron yang menyebutkan nama Angelina otomatis membuat Chiara langsung menoleh dan menatap tajam ke arah Aaron, dengan pandangan mata terlihat tidak rela.