
"Ist... tim pendukung om Aaron apaan? Om Aaron cuma milikku. Jangan coba-coba merebutnya dariku ya." Chiara berkata sambil berpura-pura memberengut dan marah karena kata-kata Grace barusan.
"Sudah, jangan marah. Aku yang berulang tahun saja bisa mengerti sepenuhnya alasan dari om Aaron. Meskipun jika saatnya sudah tiba, aku benar-benar tidak akan membiarkan om Aaron lepas dariku." Chiara berkata sambil meringis, mencoba menenangkan Grace, meskipun dalam hati, dia juga sangat ingin Aaron hadir di tempat ini bersamanya.
Karena bagi Chiara, untuk dia yang tidak memiliki saudara dekat selain keluarga tante Mona, merasa orang yang memiliki hubungan paling dekat dengannya saat ini adalah Aaron.
Dan tentu saja jika boleh jujur, Chiara sangat menginginkan Aaron ada di sampingnya di hari sepesialnya seperti hari ini.
"Selamat ulang tahun." Chiara yang masih memikirkan Aaron, tiba-tiba dikejutkan dengan suara tidak ramah dan kehadiran Revina yang langsung menyodorkan kado ke arah Chiara dengan sikap ogah-ogahan.
Terlihat begitu jelas bahwa Revina mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan hadiah itu dengan terpaksa.
"Terimakasih." Chiara langsung menerima kado itu, tanpa berharap kalau Revina memberikan doa-doa yang baik untuknya setelah mengucapkan selamat ulang tahun.
Hah! Pesta semewah ini... berapa ratus juta atau bahkan berapa miliar yang dihabiskan untuk mengadakan pesta seperti ini? Chiara benar-benar pandai menguras kantong uang keluarga Malverich.
Mona bertanya-tanya dalam hati dengan perasaan iri dan dengki, karena kalau dia, tentu saja belum sanggup untuk mengadakan acara pesta ulang tahun semewah ini untuk Revina.
Sekilas Chiara melirik ke arah Mona yang matanya tampak sibuk memandang ke sekeliling ruangan yang ditata dengan cantik sekaligus memberikan kesan glamour.
"Selamat ulang tahun Chiara." Raksa yang berdiri tidak jauh dari Revina, langsung berjalan mendekat ke arah Chiara dan memeluk Chiara dengan hangat dan perasaan sayang yang tulus.
"Semoga panjang umur, sehat selalu, semakin dewasa. Sukses dalam karir dan keluarga. Selalu bahagia di sepanjang hidupmu." Raksa mengucapkan doanya untuk Chiara yang langsung mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum, mengaminkan doa-doa dari Raksa untuknya.
"Terimakasih Om Raksa." Chiara langsung menjawab perkataan Raksa yang sudah melepaskan pelukannya kembali.
"Chiara...."
"Ah, selamat datang Pak Raksa dan Bu Mona." Mona yang baru saja menyebutkan nama Chiara dan berencana mengajukan pertanyaan tentang rencana Chiara terhadap rencananya untuk meminta Chiara memberikan kepercayaan padanya dan Raksa untuk terjun dalam bisnis perhotelan milik peninggalan papa Chiara, langsung menghentikan kata-katanya begitu mendengar sapaan dari Sarah yang berjalan ke arahnya bersama dengan Grayson.
Kehadiran Sarah sedikit banyak membuat Mona terganggu, karena biasanya dia begitu sulit menghubungi Chiara akibat padatnya jadwal sekolah dan pelatihannya bersama Zachary.
Sehingga kesempatan hari ini, sudah direncanakan dengan matang oleh Mona untuk membujuk Chiara agar mau menggunakan kekuatan suaranya untuk bisa melibatkan dia dan Raksa dalam bisnis perhotelan yang sudah diincarnya sejal lama itu.
Jika sebelumnya, ketika Chiara masih berusia di bawah 17 tahun, dan secara legal dia belum memiliki hak untuk ikut mengatur dan terjun dalam bisnis keluarganya, tapi setelah dia berusia 17 tahun dan memiliki KTP nya sendiri, dia akan memiliki hak itu.
Hal itu membuat Mona tahu bahwa dia harus secepatnya membujuk Chiara sebelum Chiara memiliki kemampuan yang sebenarnya untuk terjun dalam usaha itu, apalgi kalau Aaron sudah turut campur tangan.
Mona berusaha untuk tidak menampakkan rasa kesalnya, terutama karena kehadiran Grayson di samping Sarah, cukup membuat mata Mona terpaku, dan otaknya segera mencari cara agar Revina bisa dekat dengan Grayson.
"Terimakasih sudah menyempatkan hadir di pesta ulang tahun Chiara." Sarah yang merasa sebagai pengganti orangtua Chiara, apalagi dengan tidak adanya Aaron di tempat ini, langsung mengucapkan terimakasihnya kepada keluarga Mona.
"Ah ya, pasti kami datang. Bagaimanapun Chiara hanya memiliki kami sebagai saudara dekatnya." Dengan suara terdengar ramah dan hangat, Mona berkata sambil tersenyum ke arah Sarah.
"Sayangnya Aaron tidak hadir di sini. Apa ulang tahun istrinya tidak penting baginya? Hal seperti itu sungguh membuat kami sebagai kerabat dekat Chiara merasa kecewa. Jika seperti ini, Chiara sudah seperti istri yang tidak dianggap saja statusnya." Mona mengucapkan kata-katanya dengan senyum, namun sikapnya menunjukkan dia sengaja berusaha menjatuhkan Aaron.
"Eh...." Perkataan Mona membuat Chiara tersentak, dan langsung memandang ke arah Sarah dengan pandangan mata merasa tidak enak karena Mona jelas-jelas ingin mengejek ketidakhadiran Aaron di pesta kali ini.
"Benar, sebagai orangtua Aaron, kami ingin meminta maaf pada kalian. Bukannya mau meremehkan pesta ulang tahun istrinya, tapi Aaron benar-benar sedang sibuk sehingga dia tidak bisa hadir disini sekarang, meskipun dia sudah berusaha untuk memberikan pesta yang terbaik buat Chiara. Apa yang dilakukan Aaron semuanya kan untuk masa depan mereka berdua juga." Sarah segera menahan ucapan Mona dengan kata-kata bijaknya, mencegah Chiara ikut mengeluarkan komentar yang dikhawatirkan Sarah justru memancing keributan.
Perkataan Sarah membuat Mona hampir saja mencibirkan bibirnya untuk meremehkan kata-kata Sarah yang jelas-jelas membela Aaron.
Akan tetapi melihat bagaimana mewahnya pesta ini, bahkan adanya permainan untuk teman-teman Chiara dengan hadiah emas murni dan juga handphone, tentu saja membuat Mona tidak berani melakukan hal itu.
Apalagi Sarah sebagai istri Johnson Malverich dan ibu (meskipun bukan ibu kandung) dari Aaron Malverich, membuat Mona harus berpikir panjang, dan tidak berani bersikap gegabah yang akan membuatnya berakhir dalam kesulitan besar.