Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
BALADA PAKAIAN (1)



Apa om Aaron sudah melakukan sesuatu padaku, seperti me.... Akh! Tidak mungkin! Aduh, bagaimana bisa aku berpikiran mesum seperti itu tentang om Aaronku.


Chiara berteriak histeris dalam hati, karena membayangkan apakah Aaron sudah melakukan sesuatu seperti menyentuh bagian tubuhnya yang merupakan bagian privasi atau melakukan hal lainnya yang ke arah hal yang intim antara suami dan istri selagi dia tertidur tadi.


Ist... om Aaron tidak mungkin melakukan hal yang tidak sopan padaku... Eh, tunggu sebentar... bukannya dia berhak melakukan hal seperti itu kepadaku yang adalah istri sahnya?


Akhirnya Chiara justru merasa pusing dengan pikirannya sendiri.


"Om Aaron, sudah hampir gelap, aku mandi dulu ya." Chiara berkata sambil dengan gerakan buru-buru melompat dari tempat tidur dan berlari ke arah lemari pakaian yang ada di walk in closet kamar villa itu.


"Aduh...." Meskipun Chiara mengucapkan satu kata itu dengan nada sangat pelan, telinga super Aaron bisa mendengarnya dengan begitu jelas, sehingga membuat Aaron dengan kecepatan supernya bergerak ke arah Chiara.


"Kenapa Chiara?" Tubuh Chiara sedikit tersentak kaget begitu mendengar pertanyaan Aaron yang tiba-tiba saja sudah berdiri tepat di sampingnya, dan menatapnya dengan wajah khawatir.


"Eh... tidak ada apa-apa Om Aaron." Chiara menjawab dengan suara ragu.


"Tidak mungkin, barusan aku dengar dengan jelas kamu bilang aduh. Apa yang terjadi padamu? Apa kamu terluka? Dimana yang terluka?” Aaron bertanya dengan mata ambernya sibuk mengamati sosok Chiara mulai dari ujung kepala hingga kakinya, bagian depan dan belakang tubuh gadis cantik itu.


Dan hal itu justru membuat Chiara menjadi salah tingkah dan bingung sendiri.


“Om Aaron….”


“Ya. Mana yang sakit?” Aaron menjawab panggilan Chiara padanya dengan begitu cepat.


“Eh… aku tidak sakit Om, aku baik-baik saja. Hanya…..”


“Hanya apa?”


“Hanya saja… itu….” Tanpa menjawab pertanyaan Aaron dengan kata-kata yang jelas, Chiara berkata sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah lemari pakaian yang ada di depannya.


Tindakan Chiara membuat Aaron langsung menatap ke arah yang ditunjuk Chiara, dan mendekati lemari itu sambil memicingkan matanya.


Awalnya Aaron tidak tahu kenapa Chiara wajahnya terlihat kikuk dan seperti orang yang tidak bisa berkata-kata dengan benar.


Akan tetapi begitu Aaron bukan hanya melihat arah yang ditunjukkan oleh Chiara, namun menyentuh beberapa pakaian yang tergantung di lemari itu, Aaron langsung menahan nafasnya seketika itu juga.


Karena belasan pakaian yang digantung di lemari yang tadi ditunjuk oleh Chiara, semuanya adalah pakaian haram dengan berbagai warna dan model.


“Hah….” Aaron hanya bisa mengeluarkan satu kata lewat bibirnya sambil menggaruk-garuk alisnya, karena dia sendiri juga tidak tahu haris berkata apa melihat bagaimana Sarah yang sepertinya sengaja tidak membiarkan adanya satupun pakaian yang menurut Aaron normal di lemari itu.


Termasuk pakaian yang disediakan untuk Aaron, yang hanya berupa celana boxer saja yang ada di sana, sungguh membuat Aaron tidak tahu harus mengatakan apa tentang hal itu.


“Bisakah Om Aaron meminta pak Zac untuk mengantarkan pakaian yang tadi kita bawa dari rumah?” Chiara tidab-tiba merasa menemukan ide bagus untuk mengatasi masalahnya sekarang.


Tapi Aaron yang tahu kalau semuanya adalah ide Sarah langsung menggelengkan kepalanya.


“Sepertinya percuma Chiara. Kita mungkin bisa meminta bantuan Zachary untuk mengantarkan sesuatu yang kita butuhkan, tapi sepertinya tidak untuk pakaian. Karena aku yakin ini adalah bagian dari rencana mama untuk memaksa kita berbulan madu.” Aaron berkata pelan sambil menggerakkan tubuhnya untuk keluar dari walk in closet itu, sebelum pikirannya kacau karena membayangkan bagaimana menggodanya Chiara jika dia mengenakan salah saru dari pakaian haram itu.


“Lalu bagaimana dong Om? Padahal aku ingin mandi sekarang. Dan aku tidak terbiasa memakai kembali pakaian yang sudah aku kenakan seharian.” Chiara berkata dengan wajah bingung.


Aaron yang awalnya sudah keluar dari walk in closet, diikuti oleh Chiara di belakangnya langsung membalikkan tubuhnya kembali sambil memandang ke arah Chiara sambil menarik nafas panjang.


“Maaf Chiara… sepertinya saat ini aku juga tidak ada ide untuk membantumu.” Aaron berkata dengan suara pelan, sambil memandang ke arah Chiara yang sedang mengernyitkan dahinya.


“Ah, tidak apa-apa Om. Kalau begitu aku mandi saja, tidak apa-apa mengenakan pakaianku lagi. Besok kita nego mama Sarah agar mau berbaik hati memberikan tas koper yang kita bawa dari rumah.” Chiara berkata sambil tersenyum, mencoba memikirkan yang terbaik yang dia bisa.


“Om Aaron jangan protes ya kalau nanti setelah mandi aku tidak harum karena harus mengenakan pakaian yang sudah aku pakai seharian ini.” Chiara berkata sambil tersenyum lebar, membuat Aaron jadi ikut tersenyum.


“Jangan khawatir, penciumanku sangat normal seperti manusia biasa, tidak setajam penglihatanku. Lagipula, bukannya sepanjang hari kita terjebak di kamar ber AC ini? Jadi sepertinya tidak banyak keringat yang keluar dari tubuhmu sepanjang hari ini.” Aaron membalas perkataan Chiara sambil memencet hidungnya sendiri, membuat Chiara tertawa.


“Kalau begitu, aku mandi dulu saja Om, bair tubuh dan pikiranku segar.” Chiara berkata sambil berjalan ke arah kamar mandi.


Kamar mandi yang ada di dalam kamar villa itu, tidaklah sebesar kamar mandi yang ada di kamar apartemen tempat Chiara tinggal selama ini, meskipun fasilitasnya lengkap, termasuk shower dan bathub, tersedia di sana.


“Wah… mama Sarah benar-benar sedang mengerjai kami ini.” Chiara bergumam pelan sambil melepaskan pakaian yang dikenakannya, laliu menggantungkannya, tanpa menyadari bahwa tanpa sengaja, karena pikirannya yang sedang tidak fokus, Chiara menggantungkan pakaiannya denga nasal.


Dan itu membuat pakaiannya terjatuh ke lantai kamar mandi tanpa dia sadari.


Dengan pikiran yang masih melayang-layang, Chiara berjalan ke arah shower dan langsung menikmati segarnya air yang membasahi tubuhnya, yang tentu saja, juga membasahi pakaiannya yang teronggok di lantai kamar mandi karena terjatuh tadi, membuat pakaian itu basah kuyub seperti kondisi pakaian yang ada dalam bak perendaman ketika mau dicuci.


NOTE: Untuk para pembaca setia, mohon maaf untuk hari ini author hanya bisa up 1 episode, dikarenakan kondisi kesehatan sedang sedikit terganggu. Terimakasih untuk kesetiaannya tetap mengikuti novel ini.