Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
EKTRA PART (2)



“Kalau kalian tidak keluar sekarang dari ruanganku, biar aku yang keluar. Urusanku sangat banyak hari ini. Daripada mendengar perdebatan kalian yang tidak kunjung berakhir, lebih baik aku menyelesaikan urusanku.” Aarons berkata sambil bangkit dari duduknya.


“Eh, mau kemana kamu Aaron? Urusan kita kan belum selesai?” Pertanyaan Aldrich membuat Aaron menggerakkan kedua bahunya.


“Urusanku jauh sangat penting dari ini. Aku mau menghabiskan sisa hari ini bersama istriku. Sampai besok!” Dengan gerakan cepat Aaron melakukan teleportasi begitu berpamitan.


Sedang Angelina dan Aldrich yang tinggal berdua saja langsung saling berpandangan dengan sikap canggung.


“Aku tidak suka dengan caramu mengambil bukti-bukti yang begitu nekat, memasuki rumah dengan keamanan tinggi tanpa mempersiapkan diri dengan baik.” Angelina berkata sambil menatap ke arah Aldrich yang memegang tengkuknya begitu mendengar perkataan Angelina, yang baginya menunjukkan kalau gadis itu begitu mengkhawatirkannya, dan itu cukup untuk membuat Aldrich kehabisan kata- kata, dan sibuk menenangkan debaran jantungnya.


“Aku baik-baik saja kok.”


“Apa ini yang kamu sebut baik-baik saja?” Angelina berkata sambil dengan sengaja memukul lengan Aldrich, yang emmang sengaja menyembunyikan luka di lengannya yang dia dapat ketika mengambil bukti-bukti seperti yang tadi disebutkan Angelina.


“Aw! Sakit!” Dengan spontan Aldrich langsung berteriak, membuat Angelina mendengus dengan kesal.


“Pakai ini! Obat dari George!” Angelina langsung menyodorkan sebotol kecil salep ke arah tangan Aldrich, memaksa Aldrich untuk menerimanya.


“Terimakasih.” Aldrich langsung berkata sambil tersenyum ke arah Angelina yang memberengut.


“Kalau kamu mau berterimakasih, lain kali jangan menbuat orang lain khawatir.” Angelina berkata pelan sambil berjalan menjauh dari Aldrich yang tampak kaget dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Agelina padanya.


“Apa itu artinya selama ini kamu selalu mengkhawatirkanku?” Dengan bergerak cepat Aldrich berjalan menyusul Angelina, dan menjajari langkah-langkah kakinya.


“Sembarangan!”


“Apa itu artinya kamu menyukaiku?”


“Tidak mungkin!”


“Lalu kenapa kamu mengkhawatirkanku?”


Angelina terus berjalan secepat yang dia bisa, dengan Aldrich yang terus berusaha menjajari langkahnya, dan berusaha memaksa Angelina mengakui perasaan suka padanya.


Bagi Aldrich, keberadaan Angelina sekarang seperti mentari yang menyinari kehidupannya yang gelap setelah kepergian Aletta.


Sedang bagi Angelina sendiri, keberadaan Aldrich membuatnya seringkali merasa heran, karena sebelumnya dia tidak pernah berpikir, pada akhirnya, ada sosok laki-laki lain yang bisa membuat hatinya berdebar dengan keras, bahkan lebih keras dari saat dia jatuh cinta pada Aaron kala itu.


“Kenapa Om Aaron tampak terus tersenyum sepanjang hari ini?” Chiara bertanya kepada Aaron yang tampak tersenyum dan sibuk mengelus perut Chiara yang sudah membesar karena usia kehamilannya sudah memasuki bulan yang ke sembilan.


Saat ini mereka berdua sedang menunggu waktu kelahiran bayi pertama mereka di dunia.


“Apa tidak boleh?” Aaron langsung bertanya balik pada Chiara yang sedang duduk di meja makan, dimana Sarah, Johnson, Grayson juga Diego ada bersama mereka.


“Hari ini terlihat begitu cerah dan membahagiakan. Istri cantik, calon bayi kita yang sebentar lagi akan lahir. Semua orang di tempat ini yang selalu mendukung kita berdua. Hidupku benar-benar sempurna dan indah. Bagiku, tidak ada yang lebih membahagiakan dari ini semua.” Perkataan Aaron membuat semua yang ada di meja makan itu tertawa, ikut senang dan mendukung dengan apa yang dikatakan Aaron malam ini.


“I love You…. Om Aaron.” Tanpa ragu, Chiara berbisik pelan sambil memeluk tubuh Aaron dari samping, membuat yang lain saling berpandangan dan melempar senyum melihat bagaimana mesranya sikap Chiara pada Aaron.


Dan yang membuat meraka semua merasa senang, Aaron yang selama ini dikenal dengan sikap dinginnya, sekarang menjadi orang yang hangat saat berada di dekat Chiara yang selalu membuat orang lain merasa nyaman jika di dekatnya.


Aaron sendiri, begitu mendengar pernyataan cinta Chiara padanya, langsung membalas pelukan Chiara, dan mencium puncak kepala Chiara dengan mesra.


TAMAT


Untuk para pembaca tercinta, terimakasih untuk kesetiaannya menemani berjalannya novel ini hingga akhir. Terimakasih untuk semua dukungan, doa-doa dan semangat yang sudah diberikan saat author dalam keadaan kurang fit sekalipun. Terimakasih untuk semua rate, vote, like, gift, komentar-komentar yang memberikan semangat buat author mengerjakan novel ini. Semoga kalian tetap setia mengikuti novel-novel author selanjutnya.


Seperti biasanya, author akan memberikan gimmick pada 3 pembaca dengan posisi rangking umum tertinggi sampai pada tanggal 15 Oktober 2022. Lewat tanggal 15 Oktober 2022, author akan melakukan chat dengan para pemenang.


Sampai ketemu lagi di novel author berikutnya, another CINDERELLA dan silahkan mampir ke novel-novel author lainnya:


My Wild Rose / Ornado dan Cladia


CINTA KARNA CINTA / Dave dan Laurel


BUKAN CINDERELLA BIASA / Alvero dan Deanda


BUKAN CINDERELLA BIASA (Season 2) / Alvero dan Deanda


My Wild Rose (Season 2) / Ornado dan Cladia 


Be My SUPERHERO / Aaron dan Chiara


Another CINDERELLA / Evan dan Alaya