Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
DINDING PEMBATAS ANTARA KITA



Antara keinginan untuk menghubungi Chiara, dan juga keinginan untuk menahan dirinya sesuai dengan tekad awalnya membuat Aaron termenung cukup lama karena pergolakan di batinnya.


Setelah beberapa lama terlihat galau, Aaron menarik nafas panjang dengan melipat kedua tangannya ke atas meja, setelah itu mulai menyingkirkan handphonenya dengan cara memasukkannya ke dalam laci meja kerjanya, kemudian dia mulai membuka laptop yang ada di depannya, berusaha keras mengalihkan pikirannya dari sosok Chiara yang terus memenuhi otaknya.


Suara ketukan sepatu di lantai yang bagi Aaron terdengar begitu khas, membuat Aaron yang sudah mulai menatap layar laptop di depannya mengalihkan pandangan matanya, dan menunggu kedatangan Angelina ke dalam kantornya, yang sudah bisa diketahui oleh Aaron hanya dari suara langkah-langkah sepatunya.


"Akhirnya kamu datang juga di tempat ini. Welcome back Aaron." Begitu membuka pintu ruang kerja Aaron dan melihat sosok Aaron yang duduk di kursi kerjanya, dengan suara terdengar manja Angelina segera menyapa Aaron dengan senyum lebar di bibirnya.


Bagi Angelina yang khawatir kalau Aaron memutuskan batal untuk pergi ke Amerika, karena Chiara, melihat kehadiran Aaron di tempat ini sungguh membuat Angelina merasa lega.


“Akhirnya… kamu membuat keputusan yang tepat.” Angelina berkata sambil mengambil posisi duduk tepat di depan Aaron yang langsung memandang tajam kea rah Angelina.


“Jangan membicarakan hal yang tidak penting denganku. Kamu tahu dari awal setelah menikah aku akan segera ke Amerika.” Angelina langsung mencebikkan bibirnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar kata-kata Aaron.


“Bagus… karena kamu tahu resiko besar apa yang akan terjadi jika kamu terlalu lama berada di dekat gadis kecilmu itu.” Angelina berkata sambil tersenyum, membuat Aaron langsung menatap ke arah layar laptopnya.


“Aku ingin beristirahat sekarang Angelina. Tolong kamu pergi sekarang. Jika ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan, bisa kita lanjutkan besok.” Angelina langsung tertawa mendengar perkataan Aaron, yang dia tahu, sebenarnya bukan karena lelah fisiknya dia ingin beristirahat, tapi karena lelah pikirannya.


Dan Angelina tahu pasti apa yang sudah menyebabkan Aaron tampak meiliki beban pikiran yang begitu berat saat ini.


Jika saja Aaron tidak keberatan, Angelina ingin sekali menemani Aaron agar pikirannya sedikit teralihkan.


Namun, Angelina segera bangkit dari duduknya, dan mendekatakan kepalanya kea rah Aaron yang tampak langsung memundurkan kursi kerjanya, menjauhi Angelina.


“Oke, sepertinya kondisi hatimu sedang tidak baik sekarang. Silahkan merenung untuk sehari ini, tapi besok, aku harap Aaron yang biasanya sudah kembali normal. Kehadiranmu sebagai Aaron yang selalu mengutamakan keselamatan banyak orang, selalu menjadi poros penting bagi kita para manusia super lainnya.” Angelina berkata sebelum akhirnya membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah pintu kantor Aaron.


“Lebih baik kamu mulai mencari alasan yang paling tepat agar hubungan kalian bisa benar-benar terputus. Jangan terlalu menjalin komunikasi dengannya atau rencanamu untuk menjauhinya selama 4 tahun ini akan gagal dan hanya tinggal sebuah rencana. Jika itu terjadi, kamu tahu resiko besar apa yang akan terjadi pada dirimu dan manusia super lain yang hidupnya masih begitu bergantung padamu.” Angelina berkata sambil melambaikan tangannya tanpa menoleh kembali ke arah Aaron.


Tanpa menanggapi perkataan Angelina, Aaron menghempaskan tubuhnya ke kursi kerjanya, dengan kepala sedikit mendongak ke atas, dan matanya terpejam rapat.


Hari itu adalah dimana Aaron merasa frustasi karena belum genap seminggu sejak meninggalnya Jasmine, adik perempuan tirinya.


Yang benar-benar membuatnya frustasi, dengan kekuatan yang dimilikinya, saat itu Aaron tidak bisa menyelamatkan Jasmine, membuatnya melihat dengan mata kepalanya sendiri Jasmine meninggal tepat di depan matanya.


Saat melewati sosok Chiara, sejak awal Aaron merasakan adanya sesuatu yang membuatnya begitu tertarik untuk mengamati gadis kecil yang baginya sangat cantik itu.


Dari awal, sosok Chiara saat itu begitu menggemaskan dan menimbulkan getaran aneh pada dadanya.


Suatu perasaan yang baru pertama kalinya dia rasakan, yang cukup membuatnya sedikit tidak percaya pada dirinya sendiri, karena dia yang saat itu sudah beusia 23 tahun, bisa-bisanya menyukai gadis kecil yang bahkan masih mengenakan seragam biru putih.


Tapi disamping itu, ada sesuatu yang dirasakan Aaron ketika berada di dekat gadis itu.


Kekuatan yang selama ini sedikit sulit dikendalikannya, saat berada di dekat gadis kecil itu, dia bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang membuat tenaganya terdorong keluar, ditarik dalam tubuhnya, sehingga kekuatannya tidak seratus persen bisa dia gunakan.


Setelah beberapa kali Aaron mencoba mengikuti Chiara dan memastikan bahwa jika di dekat Chiara, memang membuat sebagian kekuatannya jadi tidak berfungsi penuh, Aaron langsung menemui George, sebagai salah seorang peneliti senior, yang mengetahui keberadaan para manusia super dan korban mutasi genetik.


George bertahun-tahun menghabiskan waktunya untuk melakukan penelitian, tentang korban mutasi meteor jatuh saat itu, dan dia mendedikasikan hidupnya untuk membantu mereka agar bisa hidup lebih normal.


George yang begitu tertarik dengan cerita dari Aaron langsung terbang ke Indonesia dan melakukan research tentang apa yagn terjadi pada Chiara dan Aaron saat itu.


"Jadi, apa yang sudah terjadi? Kenapa kekuatanku bisa melemah jika berada terlalu dekat dengan gadis itu?" George yang sedang berdiri sambil melipat tangannya langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak sebenarnya tidak gatal.


"Sebenarnya, ini hanya analisaku saja. Tapi itu adalah hal yang paling masuk akal yang bisa terjadi antara kamu dan gadis kecil itu. Setelah aku teliti, ada medan magnet yang misterius yang ada di sekitar gadis itu, sehingga menarik sebagian dari kekuatanmu." Aaron langsung mengernyitkan dahinya mendengar penjelasan dari George.


"Apa dia termasuk golongan manusia super seperti kami? Tapi George, usianya jelas-jelas terpaut jauh dariku, kedua orangtuanya juga asli orang dari negara ini. Jadi tidak mungkin dia juga mengalami mutasi seperti kami akibat meteor yang jatuh pada saat itu." George langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kuat mendengar pertanyaan Aaron.


"Tidak... gadis itu hanya seorang manusia biasa. Aku sudah menyelidiki waktu, tempat, proses kehamilan sampai dilahirkannya gadis itu, semuanya normal dan baik-baik saja. Sampai sekarang aku terus mengumpulkan info tentang kemungkinan lain yang membuat gadis itu memberikan efek begitu besar bagi kekuatanmu. Dari penelitianku, sejauh ini aku menemukan dalam tubuhnya, ada medan magnet yang cukup misterius, yang sepertinya membawa dampak buruk bagi kekuatan yang kamu miliki. Tapi aku belum bisa menjelaskan kenapa bisa terjadi seperti itu." George berkata sambil meraih buku agenda yang biasa dia gunakan untuk mencatat setiap penemuan, hasil pemikiran, maupun rumus-rumus baru yang sudah berhasil dia temukan.