Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PERKENALAN DENGAN GRAYSON MALVERICH



Itu pasti Grayson, adik tiri om Aaron yang beberapa kali namanya disebutkan oleh pak Zac. Tampan seperti om Aaron, sayangnya wajahnya terlihat tidak ramah.


Chiara berkata dalam hati sambil mengalihkan pandangan matanya kepada Sarah yang terlihat berjalan ke arahnya dengan senyum lebarnya.


Sarah terlihat begitu senang melihat kehadiran Chiara yang sudah ditunggu-tunggunya sedari tadi.


Laki-laki yang berjalan di samping Sarah itu terlihat memandang ke arah Chiara dari atas ke bawah, seolah-olah sedang menyelidiki dan menebak, orang seperti apakah Chiara itu, lawan atau kawan untuknya di masa depan.


"Eh, Chiara, perkenalkan dulu... ini adik Aaron, namanya Grayson. Semoga kalian berdua  bisa cepat akrab." Sarah langsung memperkenalkan anak bungsunya kepada Chiara, setelah sebelumnya Grayson selalu saja menghindar jika ada pertemuan keluarga dengan Chiara untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Aaron.


Padahal Sarah ingin Grayson mengenal Chiara dan akrab dengan gadis ceria itu, yang mungkin bisa menjadi perantara untuk bisa memperbaiki hubungan antara Grayson dan Aaron.


"Hallo, apa kabar? Senang berkenalan denganmu." Chiara berkata sambil mengulurkan tanganya ke arah Grayson, yang terlihat sedikit kaget melihat keramahan dari Chiara.


Hah! Ternyata ini calon istri Aaron? Masih muda sekali dan terlihat cukup manis, dia juga terlihat seperti seorang gadis baik-baik. Tapi sayangnya, bagiku... apapun yanjg berhubungan dengan Aaron, tidak ada yang baik.


Grayson berkata dalam hati sambil menahan nafasnya sebentar dan melirik ke arah tangan Chiara yang tetap terulur dengan wajahnya yang masih tersenyum, menyapanya dengan ramah, meskipun cukup lama Grayson tetap berdiam diri tanpa membalas uluran tangan Chiara, sampai mamanya dengan gerakan cukup keras, menyenggol lengan Grayson, memberi tanda agar segera menyambut uluran tangan Chiara, sebelum gadis itu merasa tidak enak hati dan keramahannya ditolak mentah-mentah.


"Grayson Malverich." Grayson menyambut uluran tangan Chiara dengan sikap ogah-ogahan.


Kalau saja sekarang tidak ada mamanya yang berdiri tepat di sampingnya, sebenarnya Grayson sangat malas berurusan dengan segala hal yang berkaitan dengan Aaron.


Tapi sosok Grayson yang begitu menyayangi mamanya, jika di depan orang lain, dia akan berusaha untuk bersikap biasa terhadap Aaron, agar tidak membuat mamanya ikut sedih dengan hubungan mereka berdua yang tidak pernah bisa akur sejak kematian Jasmine, karena menurut Grayson, kematian kakak perempuannya itu disebabkan oleh Aaron, dan itu terpatri dengan jelas di ingatan Grayson.


"Chiara Indarto." Chiara ikut menyebutkan nama lengkapnya di depan Grayson, sambil menggenggam erat tangan Grayson, dan sedikit menggerak-gerakkannya ke atas dan ke bawah.


Eh....


Grayson terpekik dalam hati, begitu merasakan sentuhan tangan Chiara yang terasa dingin setelah cukup lama berada dalam mobil ber AC, tapi membuat ada sesuatu yang hangat yang mengalir di dalam hatinya saat mendapatkan sentuhan Chiara dengan sikap ramah dan cerianya.


Perasaan aneh yang mengalir di hati Grayson, membuat wajahnya yang awalnya terlihat tidak ramah saat menatap ke arah Chiara, terlihat sedikit berubah menjadi lebih ramah.


"Kita baru pertama kali bertemu, tapi pak Zac sudah sering menceritakan tentangmu. Di usia yang masih begitu muda, sudah berusaha membangun perusahaan sendiri." Chiara berkata sambil melepaskan jabatan tangannya dari Grayson, tanpa menyadari bahwa mata Aaron sedikit terpaku saat melihat kedua tangan itu saling terpaut, apalagi melihat Grayson yang tidak pernah bersikap ramah padanya atau orang yang dekat dengannya, tampaknya bisa menerima kehadiran sosok Chiara di tengah-tengah keluarga mereka.


Tanpa menjawab pertanyaan Sarah, tapi sebuah anggukan dari kepala Grayson, membuat Sarah tersenyum lega.


Bagi Sarah, Gayson adalah seorang anak yang memang sangat keras kepala dan kadang sulit untuk mentolerir sikap atau tindakan orang lain yang menurutnya tidak benar.


Akan tetapi Grayson juga orang yang perkataan atau janjinya selalu dia tepati. Jika iya dia akan mengatakan iya, jika tidak, dia akan mengatakan tidak.


"Hallo Chiara, selamat datang di tempat ini." Suara yang terdengar cukup berat dari Johnson membuat Chiara menggerakkan kepalanya ke samping, untuk dapat melihat sosok Johnson yang baru saja menyapanya dan berjalan mendekat ke arah mereka.


"Selamat sore Om...." Chiara langsung membalas sapaan Johnson sambil tersenyum lebar.


"Kok om? Panggil saja papa, dan juga mama. Lagi pula, bukannya om kesayanganmu hanya satu? Om Aaron?" Johnson berkata sambil memeluk tubuh Sarah dari samping, dan menepuk-nepuk bahunya dan menyunggingkan senyum lebar, melihat wajah memerah dari Chiara karena kata-kata Johnson.


Dan di dekatnya, tampak mata amber Aaron mengamati Chiara, dengan senyum tipis yang tanpa sadar tersungging di bibirnya.


Mendengar kata-kata Johnson, Sarah langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Sebentar lagi kamu akan menikah dengan Aaron, dan itu artinya kamu akan menjadi bagian dari keluarga kami, bukan lagi orang asing. Mulai belajar bersikap santai dan nyaman mulai sekarang, tidak ada salahnya kan?" Johnson berkata dengan senyum di wajahnya, terlihat begitu jelas bahwa laki-laki separuh baya itu begitu menyambut kedatangan Chiara di tempat ini.


Apalagi kehadiran Chiara bisa dilihat Johnson membawa suasana segar dan juga perubahan pada Aaron, terlihat lebih sering menyunggingkan senyum saat berada di dekat Chiara.


Bahkan awalnya, baik Sarah dan Johnson, ingin agar setelah menikah, Chiara tinggal di rumah mereka sampai Aaron kembali dari Amerika.


Tapi dengan berbagai alasan yang akhirnya tidak bisa ditolak oleh kedua orangtuanya, Aaron berhasil meyakinkan bahwa membiarkan Chiara tinggal di apartemennya bersama dengan 2 asisten rumah tangga yang sudah dia pilih secara begitu selektif, baik Johnson maupun Sarah akhitnya menyerah untuk terus meminta hal seperti itu pada Aaron.


Aaron sendiri, dengan sengaja memang mencegah dan bersikeras agar Chiara tingga di apartemennya. Aaron sengaja melakukan itu, agar dia bisa memberikan kebebasan kepada Chiara sesuai dengan janjinya.


Dan bagi Aaron, jika ke depannya kedua orangtuanya semakin menyukai Chiara dengan segala sikap menyenangkannya, Aaron khawatir akan semakin sulit baginya untuk menceraikan Chiara dan memberinya kebebasan 4 tahun lagi, saat dia kembali ke Indonesia.


"Kami mengijinkan kalian hidup terpisah dari kami, tapi  bukan berarti kita putus hubungan. Kamu bisa sesekali, bahkan sesering mungkin untuk berkunjung ke rumah. Apalagi kalau kamu merasa kesepian setelah Aaron terbang ke Amerika. Datanglah ke rumah dan menginap di sana." Johnson berkata lagi sambil menatap ke arah Chiara yang lagi-lagi langsung mengangguk dengan cepat, membuatnya tersenyum menyadari keceriaan Chiara yang diharapkannya bisa memberikan pengaruh baik pada sosok Aaron yang dingin.