Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
BUTUH BANTUAN



“Haist… susah sekali melepaskan kancing-kancing ini….” Chiara yang berusaha keras untuk melepaskan kancing-kancing itu masih terus menggerak-gerakkan kedua tangannya untuk bisa mencapai kancing-kancing itu.


“Aduh… susah sekali…. Padahal aku sudah ingin sekali buang air kecil.” Chiara mengomel pelan dengan tangannya yang terus berusaha mencapai kancing-kancing itu, sampai akhirnya dia justru terlihat terengah-engah karena terus saja berusaha tapi tidak berhasil.


Gaun pengantinnya yang melebar di bagian roknya, karena mengenakan petticoat yang sebagian bahannya berupa kawat, sehingga tidak gampang dilipat, membuatnya tidak bisa dengan mudah untuk mengangkat rok pengantinnya sehingga dia bisa langsung buang air ke kamar mandi, jika tidak melepaskan gaun itu dari tubuhnya.


(Agar rok pada gaun pengantin terlihat mengembang. Maka rok akan ditambahkan petticoat atau peticot yang merupakan dalaman rok pengantin.


Petticoat sendiri awalnya digunakan pada pertengahan abad ke enam belas. Di kala itu, para wanita barat, memang menggunakan gaun terbuka di bagian depannya, untuk kegiatan sehari-harinya.


Tidak hanya membuat pemakainya merasa hangat, namun petticoat juga membuat gerak menjadi lebih leluasa. Yang menarik, petticoat juga memiliki beragam jenis, dan bisa kamu pilih sesuai dengan keinginan.


Pettiskirt, demikian sebutan lain dari petticoat terus mengalami perubahan, terutama dengan bahan yang digunakan. Pada abad ke-18, sutra berlapis dan wol lebih banyak digunakan untuk gaun berpotongan pendek. Sementara gaun panjang semata kaki mulai populer, terutama di masyarakat pedesaaan di abad ke-19. Bahkan pakaian ini juga merupakan bagian dari pakaian nasional Wales di Inggris.


Cara membuat gaun pengantin mengembang juga tidak diadaptasi pada pakaian remaja yang didesain ulang oleh desainer ternama dunia, yaitu Christian Dior. Dan tren tersebut, berlangsung beberapa tahunan, mulai dari tahun 1947 hingga 1950-an.


Selain bahan, petticoat juga dibuat dengan aneka bentuk. Ada yang menggunakan kawat, ada juga yang dibuat tanpa kawat. Jenis kawat yang digunakan biasanya adalah kawat baja interleaning, yang elastis. Sehingga bisa dilipat dan disimpan atau dibawa dengan mudah.


Tidak hanya itu, petticoat juga terdiri atas berbagai ukuran dan bentuk. Mulai dari petticoat 2 kawat, 3 kawat, hingga petticoat dengan 8 kawat.


Sementara untuk bentuknya, seseorang bisa mendapatkan petticoat dengan bentuk duyung, petticoat berekor, petticoat dengan gaya tutu, dan masih banyak lagi. Semuanya tentu saja bisa disesuaikan dengan gaun yang dimiliki.


Yang perlu diperhatikan saat ingin mendapatkan petticoat terbaik, maka bahan yang dipilih juga bukan bahan yang akan membuatmu tidak nyaman. Terlebih gaun pengantin akan digunakan selama beberapa jam.


Kain bertekstur lembut seperti batiste atau voile, bisa menjadi pilihan. Sementara untuk bahan tile, ini juga terdiri atas beberapa macam. Ada tile yang kasar maupun lembut dengan aneka warna yang menarik).


Dengan gerakan perlahan, karena gaun pengantinnya cukup berat, Chiara berjalan ke arah pintu kamarnya, mencoba mencari bantuan pada bu Ida atau Tia.


Dengan perlahan, Chaira membuka pintu kamarnya, sedikit mengeluarkan kepalanya untuk bisa melongok ke kanan dan ke kiri, yang ternyata suasana apartemen itu terlihat begitu sepi.


“Masak aku harus berteriak memanggil bu Ida ataupun Tia? Bisa-bisa kalau didengar om Aaron, aku dipikir punya kebiasaan seperti Tarzan yang suka berteriak-teriak seperti di hutan… hah….” Chiara berbisik pelan dengan wajah bingung.


Karena jika dia harus keluar kamar untuk mencari bu Ida atau Tia, bukan saja dia sudah merasa lelah dengan gaunnya yang berat, tapi beberapa kancing yang sudah berhasil dia buka tadi, membuat sebagian dada dan punggungnya lebih terbuka, membuatnya merasa tidak nyaman jika harus berjalan-jalan keluar dari kamarnya dengan kondisi seperti itu.


“Aduhhh… aku sudah hampir tidak tahan lagi….” Chiara berkata sambil menggerak-gerakkan kedua kakinya untuk saling menjepit dengan rapatnya karena begitu inginnya dia ke kamar mandi, untuk dapat segera menuntaskan hasrat buang air kecilnya.


“Akhhh….”


“Kenapa denganmu Chiara? Sedang mencati apa?” Aaron yang tiba-tiba saja berjalan melewati depan pintu kamar Chiara sambil memegang sebotol minuman dingin, bertanya sambil menghentikan langkahnya.


Chiara yang awalnya sedang melongokkan kepalanya ke arah lain, langsung menoleh ke arah Aaron begitu mendengar suara Aaron.


“Eh… Om… Aaron?” Dengan suara terbata dan canggung Chiara yang melongokkan kepalanya dari dalam kamar menyapa Aaron yang sudah berganti pakaian, mengenakan celana pendek sepanjang lutut, dengan kaos tanpa krah berlengan pendek, yang membuatnya terlihat santai, sekaligus menunjukkan otot-otot di bagian kaki, maupun lengannya.


“Om Aaron sedang apa disitu?” Dengan konyolnya, Chiara yang pikirannya sedang buntu akibat rasa frustasi karena tidak bisa membuka gaun dan juga keinginannya untuk buang air kecil, membuat Chiara menanyakan tentang keberadaan Aaron di apartemennya sendiri.


Memang sebelum menikah, selama beberapa hari, Aaron dan Chiara hidup secara terpisah.


Aaron di rumah kedua orangtuanya, sedangkan Chiara ditemani oleh bu Ida dan Tia tinggal di apartemen Aaron.


Tapi sesuai kesepakatan antara Aaron dan Chiara agar orang lain tidak curiga tentang status pernikahan mereka yang hanya sebatas kontrak di atas kertas, setelah menikah selama dua hari sebelum Aaron terbang ke Amerika, mereka akan tinggal bersama di apartemen itu, meskipun dalam kamar yang terpisah.


Sehingga setelah selesai acara pesta pernikahan tadi, mereka berdua langsung pulang ke apartemen, menerima kunjungan beberapa tamu sebelum akhirnya apartemen itu kembali sepi setelah kepergian semua orang.


Mendengar pertanyaan aneh dari Chiara, Aaron menaikkan sebelah alisnya, sambil tangannya mengangkat botol berisi minuman dingin yang baru diambilnya dari kulkas ke arah wajah Chiara, membuat Chiara menelan ludahnya.