
Rasa haru bercampur dengan bahagia, memenuhi seluruh rongga hati Aaron saat ini, sehingga tanpa sadar, Aaron menghentikan gerakannya untuk berjalan ke arah Aldrich, bukan untuk menyerah, tapi justru bersiap untuk menyerang dan merebut Chiara kembali dan membawanya dalam pelukannya.
Melihat Aaron semakin ragu mendekat ke arahnya, Adrich berencana untuk mengeratkan pegangan tangannya di leher Chiara, untuk sedkit mencekiknya.
Akan tetapi Aldrich belum sampai melakukan niatnya dengan gerakan super cepat, Aaron langsung melesat, mendekat ke arah Aldrich dan Chiara, mengarahkan tinjunya pada wajah Aldrich, memukul Aldrich tepat di wajahnya, yang terlihat begitu terkejut, dan tanpa sadar, langsung melepaskan pegangan tangannya pada leher Chiara.
Begitu aldrich terlihat lengah karena tidak menyangka dengan serangan Aaron, laki-laki tampan itu segera mengangkat tubuh Chiara, menggendongnya, dan langsung bergerak sedikit menjauh dari Aldrich, agar Chiara lebih aman.
Om Aaron...
Dengan tatapan takjub, bersyukur, sekaligus bercampur dengan rasa bahagia, Chiara berakta dalam hati sambil memandang ke arah Aaron yang menggendong dan juga memeluknya dengan begitu erat, seolah-olah takut kalau tiba-tiba saja, Aldrich mengambil Chiara darinya lagi.
Setelah itu dengan gerakan yang sangat cepat juga, Aaron kembali menghentakkan kakinya ke tanah, membuat lubang yang cukup besar pada tanah di bawahnya, terbang di atas lubang yang sedang menganga lebar itu.
Aldrich yang merasa marah dengan apa yang sudah terjadi padanya, kembali menyerang Aaron dengan kekuatan petirnya.
Dengan kedua tangan membopong tubuh Chiara, Aaron kembali bergerak dengan kecepatan kilatnya, bergerak ke arah belakang tubuh Aldrich, lalu mendorong tubuh Aldrich dengan tenaga cukup kuat hingga laki-laki itu terlempar ke dalam lubang yang tadi sengaja dibentuk oleh Aaron, untuk menjebak Aldrich.
"Sial!" Aldrich langsung mengumpat dengan suara sangat keras begitu menyadari kalau tubuhnya sudah berada dalam dasar lubang yang dibuat oleh Aaron untuk menahannya.
Setelah itu, Aldrich bermaksud untuk terbang keluar dari lubang yang cukup dalam itu.
Akan tetapi, baru saja Aldrich berniat melakukan itu, dengan cepat Robert menciptakan badai tepat di atas lubagn tempat Aldrich terjebak, sehingga Aldrich tidak bsia menggerakkan tubuhnya ke atas untuk terbang menembus badai itu, di tambah lagi Jack yang memiliki kemampuan telekinesis segera menggerakkan pohon-pohon besar, untuk menutup permukaan lubang tempat Aldrich berada.
Melihat serangan bertubi-tubi dari orang-orang di kelompok Aaron, dengan cepat Aldrich mengeluarkan kekuatan petirnya, dan dengan membabi buta, berusaha menghancurkan benda-benda yang menutupi lubang temaptnya berada.
Aldrich yang terus menerus mengeluarkan kekautan petirnya, sudah hampir berhasil membuat lubang di atasnya kembali terbuka, sehingga dia bisa terbang, akan tetapi tiba-tiba tepat di atas kepala Aldrich tampak helikopter yang secara tiba-tiba menjatuhkan sebuah benda yang terlihat berat dan berbentuk seperti kurungan, tepat di atas lubang itu, bertepatan dengan hancurnya benda-benada lain yang tadinya dipergunakan Jack untuk menghalangi pergerakan Aldrich.
Hal itu membuat Aldrich tidak lagi berhasil menyingkirkan penghalang yang ada di atas lubang itu.
Aldrich kembali mengggeram sebelum akhirnya dia mulai fokus, berencana memusatkan kekuatannya, untuk dapat menghancurkan kurungan yang ada di atasnya.
Akan tetapi, Aldrich langsung melotot kaget begitu melihat kenyataan bahwa apa yang dia lakukan semuanya sia-sia, karena kekuatan petir yang dimilikinya tidak bereaksi sama sekali.
Di atas sana, di tepi lubang tempatnya terjebak, Aldrich bisa tampak Angelina dan George yang baru saja datang bersama dengan helikopter yang membawa kurungan logam itu, sedang memandang ke arah Aldrich dengan wajah puas, karena rencana mereka sudah berhasil dengan sempurna.
"Sepertinya, kegeniusanmu, ditambah dengan info yang kamu dapatkan dari Zachary benar-benar sangat membantu kita kali ini." Angelina berkata sambil memandang ke bagian lain dari tanah lapang itu, dimana para anak buah Aaron, sudah berhasil melumpuhkan semua anggota kelompok Aldrich, dan dibantu dengan orang-orang yang baru datang bersama George, mereka digelandang untuk dikumpulkan dan dibawa ke tempat yang sudah disiapkan oleh tim Aaron.
Dimana tempat itu telah didesain sedemikian mungkin agar bisa menahan kekuatan super mereka, sehingga selama mereka berada di tempat itu, mereka tidak akan b isa menggunakan kekuatan mereka.
Sama dengan yang terjadi pada Aldrich sekarang, berada di dalam lubang dengan ditutup oleh sebuah kurungan besar dari logam, yang di seluruh permukaan dan bagian dalamnya merupakan penangkal petir sangkar konduktor.
(Berdasarkan sifatnya, petir melepaskan listrik, dan suhunya 5 kali lebih panas dari matahari. Sistem penangkal petir itu bisa terbuat dari pelat logam atau tembaga tebal.
Pada dasarnya penangkal petir merupakan rangkaian jalur yang memiliki fungsi sebagai jalan bagi kilatan petir untuk menuju ke arah permukaan bumi, tanpa merusak benda-benda sekitar yang dilewatinya. Dalam menggunakan penangkal petir pada bangunan, ada beberapa jenis penangkal petir yang dapat digunakan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan kelebihan dan kekurangan jenis penangkal petir tersebut, salah satunya adalah Penangkal Petir Sangkar Konduktor
Penangkal petir ini, berasal dari Sistem Faraday Cage atau type sangkar, terdiri dari konduktor bertautan yang menutupi atap dan dinding bangunan yang akan dilindungi. Terminal petir berupa tiang-tiang penangkal yang kecil diposisikan di sekitar tepi atap dan di titik-titik tinggi. Jenis penangkal petir sangkar konduktor biasanya digunakan pada gedung bertingkat, hotel atau mall yang memiliki area bangunan yang luas).
Begitu Aaron sudah memastikan kondisi di sekitar mereka aman, laki-laki tampan itu baru mau menurunkan tubuh Chiara dalam gendongannya, yang sejak tadi sudah meminta untuk diturunkan karena malu, tapi Aaron tentu saja tidak perduli dengan rengekan Chiara.
Karena bagi Aaron, keselamatan Chiara, yang saat ini kemungkinan besar sedang mengandung buah cinta mereka adalah hal terpenting dalam hidupnya saat ini.
“Hati-hati…” Aaron berbisik lembut ke telinga Chiara yang hanya bisa meringis, karena sebenarnya saat ini Aaron menurunkannya dengan gerakan yang amat sangat pelan baginya, yang sebenarnya ingin membuatnya melompat karena tidak sabar.
Tapi kali ini Chiara memilih untuk mengalah, karena dia bisa merasakan bagaimana lega dan bahagianya Aaron setelah berhasil menyelamatkannya dari tangan Aldrich.
“Kenapa Om Aaron memperlakukanku seperti anak kecil? Aku sudah dewasa dan bvisa menjaga diri Om.” Kata-kata protes Chiara membuat Aaron tersenyum, tanpa ada niat membantah atau menanggapi keluhan Chiara dalam nada bercandanya.