
Sugar daddy? Yang benar saja? Om Aaronku yang kerennya setengah mati, tidak ada bandiangannya, idola para wanita, bisa-bisanya orang berpikir dia adalah sugar daddy untukku? Lagian, dengan penampilan tidak resminya seperti sekarang ini, bukannya usia om Aaron dan aku tidak terlihat jauh? Om Aaron wajahnya benar-benar awet muda.
Chiara berkata dalam hati dengan wajkah protesnya, sungguh tidak rela karena ada yang mengatakan Aaron seperti sugar daddy baginya.
(Sugar daddy merupakan sebuah istilah untuk pria yang menawarkan berbagai dukungan materi maupun finansial kepada seseorang wanita yang lebih muda. Dalam kamus Merriam-Webster, dijelaskan bahwa pria ini merupakan seorang pria kaya raya yang umumnya jauh lebih tua dan mendukung atau menghabiskan banyak uang untuk "pacar", atau disebut sugar baby.
Dimana hubungan itu membuat sugar daddy bersedia memenuhi semua kebutuhan hidup pasangannya itu, kemudia tugas pasangannya adalah menemani sang sugar daddy dalam level hubungan apapun sesuai kesepakatan awal, bahkan sampai level melakukan hubungan suami istri tanpa sebuah ikatan perkawinan yang sah).
"Eh, jangan salah paham Chiara, itu hanya istilah saja, karena panggilan sayangmu kepada Aaron memang benar-benar terdengar tidak masuk akal. Bisanya kan panggilan sayang itu, sayang, honey, baby, my loveā¦." Diego segera menambahkan perkataan Anna untuk membuat Chiara mengerti maksud baik mereka agar Chiara mulai mengubah panggilan sayangnya pada Aaron jika tidak ingin orang yang mendengarnya menjadi salah faham.
"Begitu ya? Jadi bagaimana? Om Aaron mau dipanggil apa mulai sekarang?" Chiara berkata sambil mendekatkan tubuhnya ke arah Aaron, hingga salah satu asetnya menyentuh lengan Aaron, benar-benar menempel di sana, terasa lembut sekaligus kenyal, sedangkan bibirnya dengan suara lembut berkata tepat di telinga Aaron, membuat dada Aaron langsung berdesir.
Apalagi pada dasarnya, Aaronm memang belum puas meski sudah banyak kali mereka melakukan percintaan selama mengurung diri di kamar.
Astaga my little girl, kita sedang berada di depan banyak orang. Bagaimana kalau aku tidak bisa menahan diri dan jadi menerkammu? Apa kamu tidak tahu kalau sekarang aku semakin sulit menahan diri jika didekatmu? Tidak seperti dua tahun sebelum ini.
Aaron hanya bisa berteriak dalam hati menyatakan protesnya pada Chiara yang tidak sadar dengan tindakannya itu sudah berhasil membangunkan sesuatu yang ada di bali celana Aaron.
"Ehemm...." Akhirnya Aaron berdeham pelan untuk mengurangi getaran hebat di dadanya saat ini, dimana dia hampir saja tidak bisa menahan dirinya untuk tidak membungkam bibir mungil Chiara dengan bibirnya, dan juga menarik tubuh Chiara dalam pelukannya, bahkan membawanya berlari cepat, kembali mengurung diri di kamar, melakukan aktifitas menikmati surga dunia berdua.
"Eh... haruskah mengubah nama panggilan? Bagiku, tidak perduli apa kata dan pendapat orang, asal Chiara senang, aku tidak keberatan dia tetap memanggilku om." Aaron mencoba berkata setenang mungkin, meski miliknya di bawah sana sudah bereaksi dengan membuat dirinya mengeras dengan sendirinya.
"Tapi aku tidak keberatan untuk mengganti nama panggilan om Aaron menjadi yang lain. Yang mungkin bisa terdengar lebih dekat dan... mesra." Chiara mengucapkan kata-kata terakhirnya dengan senyum malu-malu terlukis jelas di wajahnya, membuat yang lain hanya bisa memandanginya dengan geli.
Suara ceria Chiara berhasil membangunkan Aaron dari lamunannya.
"Kalau begitu kita pikirkan lain kali saja kalau kamu belum mendapatkan idenya." Perkataan Aaron membuat Chiara langsung mengangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah terlihat senang, karena untuk saat ini, dia benar-benar memang tidak mempunyai ide apapun untuk nama panggilan sayang yang bisa dia berikan pada Aaron.
"Kalian berdua terlihat bertambah kompak saja sekarang." Mendengar pujian dari Sarah, wajah Chiara sedikit memerah, sambil mencuri pandang ke arah Aaron dengan wajah malu-malunya, membuat Aaron harus sedikit mengalihkan pandangan matanya dari sosok Chiara yang melakukan banyak hal dengan spontan tanpa berpikir panjang.
Akan tetapi bagi Aaron, tindakan Chiara selalu saja berhasil memancing libidonya untuk naik seketika itu juga.
"Maaf Bu Sarah, dan juga yang lainnya... terimakasih untuk undangan makan paginya, saya dan Anna akan segera berberes, karena kami juga akan segera pulang bersamaan dengan pak Aaron." Zachary akhirnya berpamitan kepada Sarah karena dia sendiri sedang banyak tugas yang harus dia kerjakan.
Memang secara fisik Zachary berlibur di villa keluarga Malverich, tapi untuk tugas dari Aaron terus saja mengalir seperti sungai yang tidak pernah berhenti.
"Oke, silahkan Zachary. Terimakasih untuk waktumu bersama Anna dan Lila, bisa memenuhi undangan berlibur dari kami." Sarah berkata sambil menatap ke arah Lila dengan tatapan berharap dia juga akan segera mendapatkan cucu yang terlihat menggemaskan dan cerdas seperti Lila.
"Sama-sama Bu Sarah, kami sekeluarga juga merasa terhormat bisa menemani liburan yang diadakan oleh keluarga Malverich. Kalau begitu, kami permisi dulu." Zachary berkata sambil memberikan kode pada Anna dan Lila untuk segera kembali ke bangunan villa tempat mereka menginap dan membereskan semua barang-barang mereka, dan bersiap pergi bersamaan dengan Aaron dan Chiara, meskipun tidak berada dalam satu mobil.