Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PERDEBATAN AARON DAN ANGELINA



Wajah Aaron terlihat mulai menegang begitu mendengar Angelina mengatakan hal seperti itu tentang Chiara.


Bagi Aaron, kata-kata Angelina terdengar seperti orang yang menganggap Chiara sebagai penghalang baginya untuk melindungi yang lain.


"Apa maksud perkataanmu Angelina? Apa kamu mulai berpikir kalau Chiara sudah menjadi penghalang bagiku untuk membantu manusia super lain?" Aaron langsung bertanya kepada Angelina sambil menatap tajam ke arah wanita cantik itu.


Angelina tampak cukup terkejut melihat perubahan pada wajah Aaron yang menunjukkan emosi tidak sukanya, sedangkan selama ini biasanya dia tidak bisa membaca ekspresi Aaron sama sekali, membuat tanpa sadar, emosi Angelina ikut tersulut.


"Benar! Kalau saja dia bukan pusat kelemahanmu! Aku tidak perduli kamu menikah dengannya! Atau kamu bahkan berniat menjadikan dia ibu dari anak-anakmu! Tapi masalahnya… Chiara adalah sumber malapetaka untukmu... harusnya dia tidak ada di sekitarmu, harusnya dia menghilang dari hidupmu…."


"Hentikan ucapanmu Angelina! Jangan mengucapkan hal buruk tentang Chiara!" Kali ini Angelina tersentak kaget mendengar teriakan Aaron yang baru pertama kalinya dilihat olehnya, sampai kakinya melangkah mundur ke belakang sebanyak dua langkah, karena tidak menyangkan bahwa Aaron yang tidak pernah menunjukkan emosinya, hari ini berteriak cukup keras padanya.


Bukan hanya padanya, selama ini Angelina tahu, Aaron yang biasanya tenang dan dingin, adalah orang yang tidak pernah dengan terus terang dan terbuka terlihat marah seperti yang ditunjukkannya saat ini, apalagi kepadanya yang terhitung cukup dekat dengan Aaron dan menjadi orang kepercayaan Aaron terkait dengan hubungan mereka dengan manusia super lainnya.


“Jangan coba-coba mencari cara untuk menyingkirkan dia dan menjauhkan dia dari jangkauanku. Aku tidak akan perduli… jika ada… siapapun… yang berani menyentuh, mengganggu apalagi menyakiti istriku, aku akan membuatnya menyesal. Rasanya pembicaraan kita cukup sampai di sini. Hari ini aku tidak akan melanjutkan pembicaraan kita lagi. Masalah pekerjaan, lebih baik besok kita bahas lebih lanjut, tidak sore ini.” Aaron berkata dan langsung pergi keluar dari ruang kerjanya tanpa memperdulikan Angelina yang mengepalkan kedua tangannya dengan erat, dengan nafas yang sedikit memburu karena gejolak emosi dalam dirinya saat ini, melihat bagaimana kukuhnya Aaron dalam membela dan berusaha melindungi Chiara, meski keberadaan Chiara bisa membuatnya dalam bahaya.


# # # # # # # #


Dengan langkah lebar, Aaron yang sudah keluar dari ruang kerja pribadinya di apartemen, dan meninggalkan Angelina termenung seorang diri di sana, berjalan ke arah Zachary yang tampak berdiri sambil memegang tablet, melakukan pengecekan terhadap data terkait info penjualan Grup Malverich, yang harus dia siapkan besok untuk meeting.


“Zachary…” Suara panggilan dari Aaron membuat Zachary langsung mengalihkan pandangan matanya dari tablet yang dipegangnnya.


“Ya Pak Aaron.”


“Mulai besok, pindahkan Restu ke perusahaan. Untuk sopir pribadi nona Chiara, segera carikan sopir professional lainnya. Dan pastikan kalau sopir itu, adalah seorang wanita. Jika nona Chiara tidak merasa cocok, kamu boleh menggantinya, dan pastikan kalau penggantinya juga seorang wanita.” Zachary yang menerima perintah dari Aaron merasa kaget karena keputusan yang tiba-tiba memindahkan Restu, dengan sopir wanita.


Karena bagi Zachary, sopir wanita professional, terus terang sedikit lebih sulit untuk dicari daripada jika itu pria.


Tapi mengingat bagaimana wajah Aaron yang terlihat tidak suka saat tadi Chiara menceritakan rencana kerja kelompok di rumah Harun dan juga saat Chiara menyebutkan nama Restu, membuat Zachary sudah bisa menebak apa yang sedang terjadi.


Sepertinya pak Aaron sudah mengenal apa itu rasa cemburu. Sungguh sebuah perkembangan yang tidak disangka-sangka. Ternyata gadis remaja, semuda nona Chiara, bisa membuat ornag sehebat pak Aaron hilang akal karena cemburu. Semoga mereka bisa saling jujur dengan perasaan mereka, dan bahagia bersama ke depannya. Kalau tidak… pasti aku yang akan direpotkan oleh mereka berdua….


“Baik Pak Aaron. Di departemen apa saya harus pindahakan Restu?” Zachary langsung bertanya kepada Aaron.


“Bagian apapun, asal kamu pastikan, Restu tidak mengalami penurunan jabatan dan gaji, karena keputusan ini murni karena perintahku. Aku ingin ada perbaruan sistem, bukan karena dia melakukan kesalahan selama dia bekerja sebagai sopir pribadi nona Chiara.” Zachary langsung menganggukkan kepalanya dengan lega mendengar perkataan dari Aaron.


Meski Aaron sedang bersikap aneh, tapi di tengah-tengah keputusannya, Aaron tetap berusaha bersikap adil tanpa merugikan orang lain, itu yang selalu disukai oleh Zachary tentang Aaron.


“Baik Pak, saya akan aturkan sesuai perintah Pak Aaron.” Zachary menjawab perkataan Aaron sambil sedikit menganggukkan kepalanya.


“Apa nona Chiara sudah pergi?” Aaron berkata sambil melirik ke arah pintu kamar Chiara.


Meskipun Aaron bisa mendengar suara gemecik air dari arah kamar mandi Chiara, tentu saja dia tidak berani secara langsung menunjukkan kepada Zachary bahwa dia tahu Chiara masih di kamarnya, bahkan dia tahu saat ini Chiara masih mandi.


“Belum Pak Aaron….” Zachary mengucapkan perkataannya sambil melirik ke arah Angelina yang tampak keluar dari ruang kerja Aaron dengan wajah yang sudah terlihat kembali normal.


Melihat mata Zachary sedang menatap ke arah ruang kerjanya, Aaron yang dari telinganya juga bisa mendengar langkah kaki Angelina, sedikit menahan nafasnya.


Perkataan Angelina tentang Chiara yang dianggapnya sebagai malapetaka baginya membuat Aaron merasa tidak nyaman.


“Zachary, tolong antar nona Angelina kembali ke hotelnya. Pembahasan masalah pekerjaan, kita lanjutkan besok. Sore ini aku sendiri yang akan mengantar nona Chiara untuk kerja kelompok. Tolong kamu beritahukan kepada Restu agar dia pulang saja. Hari ini pekerjaannya sudah selesai. Tidak perlu menunggu nona Chiara lagi, aku sendiri yang akan mengurus nona Chiara hari ini.” Aaron berkata sambil berjalan ke arah kamarnya.


Angelina yang melihat sikap Aaron yang sepertinya sengaja menghindarinya karena masih emosi setelah pembicaraan mereka tadi tentang Chiara, hanya bisa menarik nafas panjang.


Aku benar-benar mengkhawatirkanmu Aaron. Kalau sampai yang lain tahu bagaimana kamu tidak berkutik terhadap Chiara, aku takut sesuatu yang buruk akan terjadi padamu, dan hal buruk itu juga bisa menimpa Chiara. Aku sungguh takut kamu terluka. Meski menyakitkan, kamu harus menghadapi kenyataan bahwa hubunganmu dengan Chiara tidak akan pernah berhasil. Semoga kamu bisa menerima kenyataan itu.


Angelina berkata dalam hati, sambil berjalan mendekat ke arah Zachary.


“Ayo Zachary, kita pergi sekarang saja. Aku juga ingin beristirahat cepat mala mini.” Angelina yang tadi sudah mendengar perintah kepada Zachary, bahwa Aaron meminta Zachary untuk mengantarnya kembali ke hotel, langsung mengajak Zachary untuk pergi, karena baginya sudah tidak ada gunanya dia tetap berada di tempat itu dengan kondisi Aaron yang sedang tidak stabil emosinya, karena untuk sekarang, bagi Angelina tidak adalagi yang bisa dia lakukan terhadap Aaron untuk sementara waktu ini.