
“Selama berlibur di tempat ini, aku akan memaksa mereka untuk berada dalam satu kamar, tanpa ada kesempatan untuk keluar. Aku tidak yakin, sepasang pria dan wanita normal berada dalam kamar selama berhari-hari, tidak terjadi apa-apa diantara mereka berdua.” Sarah berkata sambil menyungingkan senyum tipis di wajahnya.
Perkataan Sarah membuat Diego terkikik geli, membayangkan bagaimana tersiksanya Aaron untuk menahan hasratnya jika berada dalam satu kamar dengan Chiara selama berhari-hari, tanpa adanya kesempatan untuk keluar dari kamar.
Yang pada akhirnya, Diego yakon, jika Aaron memang laki-laki normal, pasti melakukan ML dengan Chiara tanpa bisa dia hindari lagi.
Apalagi Diego tahu secara fisik, bahkan sejak Chiara masih berusia 16 tahun, tubuh gadis itu terlihat memiliki lekukan tubuh sempurna sebagai seorang gadis, ditambah sekarang usia Chiara yang semakin dewasa, meskipun belum sepenuhnya, pasti bentuk tubuhnya akan semakin sempurna.
Jika Aaron adalah laki-laki normal, bagi Diego, Aaron pasti tidak akan lagi bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuh Chiara, yang notabene adalah istrinya yang sah.
Bagi Diego yang merupakan sosok pecinta wanita, jika dia menjadi Aaron, memiliki istri secantik dengan bentuk tubuh indah seperti Chiara, tidak akan pernah menyia-nyiakan untuk selalu berada di dekatnya dan memanjakannya, menikmati pernikahan mereka.
Untuk Diego, hanya orang bodoh yang akan menyia-nyiakan istri seperti Chiara, yang cantik, baik, dan juga bertubuh semlohai. Dan Diego yakin, Aaron bukanlah golongan dari orang bodoh itu.
Akan tetapi Diego juga merasa heran kenapa sampai sekarang ternyata pernikahan antara Aaron dan Chiara bisa seperti itu, padahal Diego bisa melihat bagaimana protektifnya Aaron terhadap Chiara.
Ah... sudahlah, aku yakin Aaron dan Chiara akan baik-baik saja. Bagiku mungkin akan sulit menahan diri jika berdekatan dengan gadis secantik Chiara. Tapi sepupuku yang sifatnya sedingin es itu, mungkin memang mudah mengendalikan dirinya. Dan Aaron maupun Chiara pasti punya alasan kuat tentang apapun yang mereka jalani dalam pernikahan mereka.
Diego berkata dalam hati sambil tersenyum, menunjukkan dia sangat setuju dengan ide Sarah.
Sedang mata Grayson tanpa sadar langsung melotot kaget mendengar rencana Sarah terhadap Aaron dan Chiara.
“Ma… kenapa harus memaksa mereka berdua sampai sejauh itu?” Grayson langsung menyampaikan protesnya kepada Sarah.
"Tapi Ma... mereka sudah sama-sama cukup usia, kenapa Mama harus ikut campur urusan rumah tangga mereka?" Sarah langsung memandang dalam-dalam ke arah Grayson begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Grayson.
"Aaron adalah anakku juga, dan aku sebagai orangtua, aku ingin yang terbaik baginya. Sudah menjadi tanggung jawabku sebagai mama untuk mengajarkan hal yang benar padanya. Jika mereka berdua belum mengerti tentang bagaimana menjalani hidup pernikahan yang baik, sebagai mama dari Aaron, maka aku harus mengajarkan pada mereka. Apalagi kamu tahu, kedua orangtua Chiara sudah meninggal. Kalau bukan aku yang harus turun tangan membantu mereka, lalu siapa lagi?" Sarah berkata dengan lembut kepada Grayson yang dia tahu memang tidak suka dengan Aaron sejak kejadian kematian Jasmine.
"Tindakan Mama benar-benar tidak masuk akal." Grayson berkata sambil bangkit dari duduknya, dan berjalan keluar dari ruangan, meninggalkan Johnson dan Sarah yang hanya bisa menghela nafasnya melihat tindakan Grayson.
Sedangkan Diego langsung ikut bangkit dan menyusul Grayson yang terlihat marah dan pergi ke bagian belakang villa yang merupakan taman dan jauh di depannya, tampak kebun dengan berbagai macam tanaman buah-buahan, yang beberapa diantaranya terlihat sedang berbunga, dan beberapa diantaranya sudah berbuah.
Ketika Diego sampai di taman belakang, menyusul Grayson, dilihatnya Grayson sedang menendang beberapa batu-batu kecil di depannya dengan asal.
“Grayson, sebaiknya kamu hentikan perasaanmu sebelum kamu dan orang-orang di sekitarmu juga ikut terluka.” Diego berkata pelan sambil menepuk bahu Grayson yang langsung menoleh kaget mendengar perkataan dari Diego.
“Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan. Kalau itu masalah Aaron, kamu tahu aku tidak pernah cocok dengannya, jadi aku tidak perduli dengan perasaannya, entah dia sedang bahagia atau sedang kesal.” Grayson segera menanggapi perkataan Diego dengan sikap acuh tak acuh.
Diego langsung menarik nafas panjang sambil tersenyum mendengar jawaban dari Grayson, karena sudah sejak lama Diego mengamati sikap Grayson jika sedang berada di dekat Chiara, dan Diego sebagai laki-laki yang banyak dikelilingi oleh wanita, dan juga memiliki banyak teman pria, dia bisa melihat dengan jelas kalau Grayson sejak dulu menyukai Chiara.
Meskipun sampai saat ini Grayson memilih untuk memendam perasaannya dalam hati, tapi Diego tahu jika tidak segera diluruskan dan dicegah, jika perasaan suka Grayson terhadap Chiara semakin besar dan berkembang, itu akan jadi masalah besar di kemudian hari.
“Bagaimanapun, dia adalah kakak iparmu meskipun usianya jauh di bawahmu. Jangan berpikir untuk terus menyimpan rasa suka padanya. Dia wanita milik Aaron, kakakmu sendiri.” Mata Grayson langsung membulat sempurna mendengar kata-kata Diego yang tidak disangka-sangka olehnya.
“Omong kosong macam apa yang sedang kamu ucapkan barusan Diego?” Grayson buru-buru menyangkal perkataan Diego yang langsung tersenyum mendengar jawaban ketus dari Grayson.