
Brandon yang menyapa Chiara barusan, langsung tersenyum senang ke arah Chiara yang sedang menoleh ke arahnya.
Laki-laki itu merasa sangat beruntung dan tidak menyangka bisa bertemu dengan Chiara di tempat yang tidak terduga seperti ini.
Tadi awalnya Brandon merasa tidak yakin kalau sosok yang dilihatnya itu adalah Chiara, sehingga dengan ragu dia berjalan mendekat ke arah gadis yang mirip Chiara itu.
Tapi begitu jarak mereka semakin dekat, Brandon langsung yakin itu adalah Chiara, dan langsung menyapa gadis itu dengan bersemangat.
Setelah sepanjang sore dan malam tadi tidak berhasil mengobrol lama dengan Chiara karena tidak adanya kesempatan, Brandon merasa dewi fortuna sedang berpihak padanya saat ini.
(Fortuna (bahasa Latin: Fortūna, setara dengan dewi Yunani Tyche) adalah dewi keberuntungan dan personifikasi nasib baik dalam agama Romawi. Fortuna sering kali digambarkan dengan sebuah gubernaculum (setir kapal), sebuah Rota Fortunae (roda keberuntungan) dan sebuah cornucopia.
Dewi Fortuna sebagaimana yang tersebar sebagai legenda di tengah masyarakat, adalah dewi yang menganugerahkan keberuntungan dan kekayaan.
Lambang Dewi Fortuna digambarkan dalam posisi berdiri di atas sebuah bola, yang melambangkan kesempatan, keberuntungan atau takdir itu tidak selalu stabil.
Fortuna memiliki sebuah kuil di kota Roma yang di sebut Fortuna Redux yang di bangun oleh kaisar Domitianus untuk merayakan kemenangan atas suku Jerman. Festival untuknya di gelar setiap 24 Juni. Dari sumber lain, di informasikan bahwa Dia merupakan salah satu dari Dewi Olympus yang berasal dari keturunan Dewa Zeus dan Dewi Hera.
Dia sangat di agung-agungkan oleh bangsa Paganisme (Bangsa Yunani dan Romawi). Menurut mitologi kedua bangsa ini, Dia adalah dewi yang cantik jelita yang selalu membagikan keberuntungan dari atas awan.
Sang dewi mengenakan penutup mata dengan kain dan kadang mengenakan tudung atau kain penutup kepala. Ada yang menyebutkan bahwa Dia itu buta. Sehingga keberuntungan yang di turunkan oleh sang dewi adalah keberuntungan yang tidak proporsional.
Keberuntungan yang di bagikan oleh sang dewi berbentuk seperti emas dan beragam harta dari tanduk amalteya, si kambing suci yang di hormati oleh masyarakat Yunani dan Romawi. Selain itu, Dia juga di lukiskan sebagai dewi yang selalu menjadi kesejahteraan para petani. Terutama petani gandum karena ia adalah dewi yang selalu menjaga biji-bijian gandum.
Dalam kalender Roma tanggal 11 Juni adalah tanggal yang sangat suci bagi sang dewi. Sehingga sering di peringati dengan festival-festival besar).
"Eh, Kak Brandon? Sedang belanja juga?" Chiara berkata sambil melihat ke kanan, ke kiri, dan juga belakang Brandon, mencoba melihat apakah Brandon datang dengan seseorang yang mungkin dia kenal.
"Aku sendirian, sama seperti kamu." Brandon yang seolah mengerti apa yang sedang dicari oleh Chiara, langsung berkata sambil tersenyum dan melihat ke arah keranjang belanjaan Chiara yang masih terisi gula pasir dan sabun cuci piring.
"O, iya Kak." Chiara berkata sambil tersenyum dan melirik ke kreanjang belanjaan Brandon yang terlihat sudah terisi hampir penuh.
"Kok kamu bisa belanja di toserba ini? Apa tempat tinggalmu di sekitar sini?" Brandon bertanya dengan kening sedikit berkerut, karena seingatnya, alamat rumah Chiara ketika dia dulu sempat bertanya, bukanlah daerah sekitar tempat toserba ini berada.
Memang jika ditanya tentang alamat rumahnya, seringkali Chiara masih menjawab rumah lamanya kepada orang yang baru dia kenal, agar tidak menimbulkan banyak pertanyaan dari lawan bicaranya.
"Eh, iya Kak. Aku tinggal di sekitar sini...." Dengan suara ragu, Chiara menjawab pertanyaan Brandon.
"O, iya, aku tinggal di apartemen X bersama sepupuku yang juga bekerja di kampus kita." Chiara langsung menganggukkan kepalanya begitu mendengar Brandon menyebutkan nama apartemen mewah yang sama dengan yang ditempatinya saat ini.
Chiara berkata dalam hati sambil dengan cepat menoleh kembali ke arah rak yang berisi makanan ringan.
Dan dengan cepat, tanpa berniat memilih-milih lagi, tangan Chiara meraih 3 snack berukuran cukup besar, tanpa perduli dengan merek dan juga jenis makanan ringan tersebut.
Karena Chiara sendiri saat ini ingin segera berlalu pergi dari dekat Brandon, karena ingat kata-kata Jaka tentang bagaimana Brandon yang terlihat menyukainya.
Meskipun polos dan selalu bersikap apa adanya, Chiara juga berharap dia tidak salah bertindak yang akan mengakibatkan orang salah paham dengannya, karena dia ingin menjadi istri yang layak untuk Aaron di masa depan, dengan tidak terlibat sesuatu yang bisa menimbulkan adanya gosip murahan di sekitarnya.
Walaupun bagi Chiara dia tidak ingin bersikap terlalu percaya diri kalau Brandon menyukainya, tapi memang dari awal sikap Brandon yang terlalu berlebihan membuat Chiara percaya dengan kata-kata Jaka kalau laki-laki seniornya itu. memang menyukainya.
"Eh, Kak Brandon, maaf, aku sudah selesai. Aku ke kasir terlebih dahulu ya." Chiara berkata sambil menganggukkan sedikit kepalanya ke arah Brandon, dan berjalan ke arah kasir, meninggalkan Brandon yang terlihat menyungingkan senyum kecilnya.
"Aku juga sudah selesai kok." Tubuh Chiara sedikit tersentak begitu menyadari kalau Brandon tiba-tiba saja sudah berdiri di sampingnya, dengan posisi ikut mengantri di depan kasir.
Aduh, semoga kasir yang melayani bagianku bekerja dengan cepat, sehingga aku bisa selesai lebih dahulu daripada kak Brandon.
Chiara berkata dalam hati, dengan harap-harap cemas, merasa tidak nyaman kalau sampai nanti Brandon tahu mereka berdua tinggal dalam gedung aparteman yang sama.
Tapi ternyata, doa Chiara hari ini benar-benar tidak terkabul.
Bukan saja Brandon lebih lama mengantri darinya, justru antrian di bagian Brandon bergerak jauh lebih cepat, sehingga Brandon sudah selesai membayar belanjaannya, dan Chiara masih mengantri.
Hal itu membuat Chiara merasa sedikit canggung, apalagi dilihatnya, Brandon masih berdiri di dekat pintu keluar toserba, meskipun dia sudah menyelesaikan belanjaannya, sengaja menunggu Chiara selesai membayar belanjaannya.
# # # # # # #
"Biar aku bantu bawakan Chiara." Begitu Chiara mendekati pintu keluar toserba, Brandon yang masih menunggunya, langsung menawarkan bantuan untuk membawakan barang belanjaan Chiara.
"Eh, tidak perlu Kak Brandon. Terimakasih, tapi ini ringan kok. Aku tidak banyak belanja hari ini." Dengan suara pelan, sambil menggendong belanjaannya, menjauhkan dari jangkauan Brandon, Chiara berkata kepada Brandon.
Brandon yang melihat bagaimana Chiara menolak bantuannya, tapi juga melihat bahwa memang barang belanjaan Chiara tidak banyak, akhirnya memilih untuk mengalah, dan memilih untuk berjalan di samping Chiara dengan membawa barang belanjaannya sendiri.
Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba Chiara menghentikan langkahnya, membuat Brandon ikut berhenti.
"Eh Kak, maaf, ada yang terlupa untuk aku beli, Kakak pualng lebih dahulu saja." Chiara berkata sambil langsung membalikkan tubuhnya untuk kembali ke toserba itu.
Meskipun Chiara memang sedang mencari cara untuk menghindari Brandon, tapi kebetulan memang dia lupa untuk membeli minyak kayu putih yang biasa dia pakai jika dia digigit serangga atau sedang masuk angin dan perutnya merasa kembung.