
“Apa ada masalah Om?” Pertanyaan Chiara langsung ditanggapi dengan sebuah gelengan kepala oleh Aaron sambil tersenyum ke arah Chiara, merasa bersalah karena tadi tiba-tiba dia harus meninggalkan Chiara begitu saja padahal Aaron bisa melihat bagaimana Chiara tadi sudah hampir mencapai puncaknya.
Masih terbayang dengan begitu jelas di benak Aaron bagaimana memerahnya wajah Chiara yang tadi sudah meracau kesana kemari dengan jari-jari tangannya yang sedikit menjambak rambut Aaron, dan dengan sengaja membenamkan kepala Aaron dengan begitu dalam ke bagian dadanya yang merasa begitu dimanjakan oleh Aaron, dan tidak ingin Aaron berhenti hanya sampai disitu saja.
“Tidak ada. Maaf… aku lupa untuk mentraktir makan malam Zachary yang tadi lelah setelah kegiatan pindah rumahnya.” Aaron berkata pelan pada Chiara yang langsung tersenyum.
“Sekarang…. apa bisa kita mulai lagi?” Aaron berkata sambil mulai mengambil posisi mengurung tubuh Chiara dengan kedua lengannya kembali.
“Tapi Om…..” Chiara berkata dengan suara ragu.
“Kenapa Chiara? Apa ada sesuatu yang salah?”
“Itu….” Dengan polosnya Chiara menunjuk ke bagian bawah tubuhnya.
“Sudah mulai kering lagi, jangan langsung masuk ya?” Aaron hampir saja tertawa mendengar perkataan polos dari Chiara yang menunjukkan wajah serius karena takut merasa sakit.
“Apa menurutmu aku akan setega itu padamu?” Aaron berbisik pelan sambil mulai menciumi kembali leher Chiara, dan turun ke bawah, memberikan kecupan cukup keras menggunakan bibirnya di dekat ujung salah satu asetnya sehingga memberikan tanda merah, sebagai tanda kepemilikan yang sengaja Aaron bubuhkan di tubuh istri tercintanya itu.
“Om Aaron mau membuatku jadi macan tutul lagi ya?” Chiara berkata sambil tertawa kecil karena merasa geli saat Aaron melakukan itu.
“Apa kamu keberatan?” Aaron balik bertanya tanpa beniat menghentikan kegiatannya untuk memberikan stempel kepemilikannya di setiap sudut tubuh Chiara.
“Mmm… tidak… Om… asal jangan di tempat yang terlalu terlihat orang lain....” Dengan malu-malu Chiara menjawab dengan suara manjanya, membuat Aaron semakin bersemangat untuk membubuhkan beberapa stempel kepemilikannya lagi di posisi yang berbeda.
Dan sepanjang malam itu, seperti yang diharapkan oleh Aaron, dia bisa puas menghabiskan malam panjang dan panas bersama dengan Chiara, tanpa perlu khawatir dengan kekuatannya yang hilang kendali sewaktu-waktu saat berada di dekat Chiara, karena Zachary berada di dekatnya.
# # # # # # # #
Zachary dan Anna sendiri di apartemen mereka yagn baru, tidak bisa menolak apa yang dikirimkan oleh Aaron, apalagi itu adalah menu kesukaan Anna.
"Setelah menikah sepertinya pak Aaron jadi semakin perhatian dengan keluarga kita, terlebih padamu." Zachary berkata sambi meringis, karena Anna langsung melotot mendengar perkataan Zachary barusan.
"Apa maksud dari kata-katamu barusan Zac? Pak Aaron perhatian denganku karena mungkin aku cukup dekat dengan nona Chiara. Bagiku itu merupakan ungkapan terimakasihnya karena sudah banyak membantu dan menjaga nona Chiara selama dua tahun ini." Anna berkata sambil mencomot salah satu udang goreng telur asin yang ada di depannya.
"Lagipula... sepertinya pak Aaron mulai mengenal banyak tentang seluk beluk dunia wanita. Apa kamu tahu? Pak Aaron sepertinya pak Aaron sengaja memberikan kepercayaan lebih padaku untuk memutuskan sesuatu." Anna berkata sambil mengerlingkan matanya.
"Apa maksudmu Honey?" Zachary bertanya sambil menatap ke arah wajah Anna dengan serius.
"Sepertinya pak Aaron tahu kalau kelemahan seorang pria terletak pada istrinya. Karena itu, beberapa waktu ini pak Aaron sengaja memberitahukan padaku terlebih dahulu tentang beberapa penawaran yang dia lakukan pada keluarga kita. Pak Aaron sepertinya tahu betul kalau aku sudah mengatakan iya dan setuju, pasti kamu akan menyetujuinya juga." Perkataan Anna langsung membuat Zachary tersenyum geli.
"Betul juga analisamu Honey. Kalau sudah kamu yang meminta, aku mana bisa berkutik dan menolaknya." Zachary menanggapi perkataan Anna dan mengungkapkan persetujuannya atas kata-kata Anna.
Memang yang dikatakan Anna benar sekali. Masalah berlibur waktu itu, dan juga kepindahan mereka di apartemen ini, Aaron lebih memilih mengajak diskusi Anna terlebih dahulu daripada Zachary.
Bagi Aaron sendiri, toh percuma juga kalau dia mengajak bicara Zachary yang ujung-ujungnya akan selalu menjawab: nanti akan saya diskusikan dulu dengan istri saya Pak Aaron.
Sedangkan jika Aaron mengajak bicara Anna, jawabannya akan lebih tegas dan jelas: Baik Pak Aaron, nanti saya akan beritahukan kepada Zachary.
Memikirkan itu membuat Zachary hanya bisa tertawa kecil.
Bosku itu ternyata benar-benar sudah berubah karena cintanya pada nona Chiara. Dan seperti kata Anna, sekarang pak Aaron sepertinya cukup canggih dalam mengenal dunia wanita, sehingga dengan fasihnya bisa menggunakan Anna untuk membuatku tidak bisa menolak permintaannya. Dan sebagai wanita, Anna mana bisa menolak semua hal baik yang sudah ditawarkan pak Aaron padanya.
Zachary berkata sambil tertawa dalam hati, menyadari sekarang Aaron sudah begitu lihai melihat situasi dan memanfaatkan keberadaan Anna untuk memaksanya menerima sesuatu.
"Honey, apa kita jadi pergi ke restoran yang kita bicarakan tadi?" Mata Anna kembali terbeliak mendengar pertanyaan dari Zachary.
"Aduh Zac... di rumah ada begitu banyak makanan kiriman dari pak Aaron, kenapa kita harus pergi keluar? Jangan suka menyia-nyiakan makanan yang ada. Kapan-kapan kita bisa kesana." Anna berkata sambil menarik kursi makan di depannya, dan mengambil posisi duduk, bersiap untuk menikmati makanan yang tersaji di depannya.