
Chiara langsung menunjukkan senyum cerianya begitu memasuki ruang makan itu, dengan mata menatap sedikit ragu ke arah Sarah dan yang lainnya.
Jujur saja, saat ini Chiara merasa begitu canggung, ada sedikit rasa khawatir kalau-kalau mereka yang lain tahu apa yang terjadi tentang semua kissmark yang sudah diberikan Aaron pada tubuhnya.
Dan lebih celakanya, membayangkan bagaimana Diego menggodanya, membuat bulu kuduk Chiara merinding, karena saudara sepupu Aaron yang cukup tampan itu kalau sudah memojokkan dan mengolok-olok orang, pasti akan membuat ornag itu mati kutu sampai tidak mampu mengatakan apapun untuk sekedar membela dirinya.
Akan tetapi, begitu Chiara mengarahkan pandangan matanya ke arah Aaron yang sedikit menganggukkan kepalanya, dan dengan mata mengerling ke arah kursi yang ada di sampingnya, untuk membuat kode agar Chiara duduk disana, membuat hati Chiara merasa jauh lebih tenang.
Hal itu membuat Chiara yakin, Aaron tidak akan membiarkannya menjadi bulan-bulanan godaan orang lain.
Apalagi dengan sikap dingin dan wajah datar Aaron selama ini, banyak orang yang memilih untuk tidak sembarangan bercanda atau mengucapkan omong kosong dengan Aaron.
Dan itu termasuk Diego, yang selalu saja terlihat patuh saat berhadapan dengan Aaron.
"Selamat pagi semuanya...." Dengan suaranya yang terdengar ceria, Chiara menyapa semua yang ada di ruangan itu.
Dan tentu saja sapaan itu disambut dengan sebuah senyum ceria oleh semua yang hadir di sana.
Apalagi Sarah, dia menjadi salah satu yang terlihat paling bersemangat melihat kehadiran Chiara pagi ini dengan penampilan barunya yang tampak lebih anggun dan dewasa dari biasanya, meskipun Sarah tahu riasan Chiara terlihat jauh lebih tebal dari biasanya, yang jarang menggunakan make up kecuali keluar dari rumah.
Tapi mengingat bagaimana mereka selama beberapa hari ini tidak keluar dari kamar, dan Sarah tahu pasti apa yang terjadi di dalam kamar mereka tanpa perlu menebak-nebak, membuat Sarah bisa langsung mengerti dengan apa yang sedang berusaha ditutupi oleh Chiara agar tidak menjadi pusat perhatian orang lain.
"Duduklah disini Anna, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu." Sarah berkata sambil menunjuk kursi kosong di depannya, membuat Anna langsung mengangguk dan mengambil posisi duduk seperti yang diperintahkan oleh Sarah, meski dalam hati bertanya-tanya apa yang ingin dibicarakan oleh Sarah dengannya.
Ada yang membuka tudung saji, ada yang menuangkan minuman dan setelah melakukan semuanya itu, mereka segera undur diri, keluar dari ruang makan itu, untuk memberikan privasi kepada majikan mereka.
"Anna, kamu kan sudah cukup lama menikah dengan Zachary. Dan kami yang ada di ruangan ini, sudah tahu betapa kompetennya kamu dalam bekerja. Jadi, kenapa kamu tidak bergabung saja dengan grup Malverich?" Setelah beberapa menit mereka yang ada di meja itu fokus pada makanan yang ada di depannya, Sarah mulai membuka pembicaraan diantara mereka.
Sejak lama Sarah ingin menarik Anna agar bekerja di Grup Malverich, seperti Zachary.
Dan melihat kedekatan Anna dan Chiara, Sarah merasa semakin ingin menarik Anna agar ke depannya Chiara bisa belajar banyak hal dari Anna yang performa kerjanya memang bagus.
"Ah, masalah itu...." Anna berkata pelan sambil melirik ke arah Zachary yang juga sedang memandang ke arahnya.
"Mmmmm...." Suara gumaman kecil dari Anna yang menunjukkan rasa ragu membuat Aaron melirik ke arah Zachary yang terlihat berencana mewakili Anna untuk menjawab permintaan dari Sarah.
"Sejak awal itu sudah menjadi komitmen mereka berdua Ma. Anna dan Zachary tidak ingin bekerja dalam perusahaan yang sama, agar mereka bisa dengan leluasa menunjukkan performa kerja mereka. Selain itu, Mama tahu sendiri suami istri itu terikat secara emosional, membuat suasana kerja jadi tidak sehat jika mereka berada dalam satu perusahaan, meskipun berbeda devisi." Jawaban Aaron membuat Zachary menarik nafas lega, karena kalau Aaron yang sudah menjelaskan, tidak akan adalagi pertanyaan seperti itu ke depannya.
"Papa juga pasti tahu, kadang sulit memisahkan antara perasaan dan proefsionalisme di pekerjaan, apalagi kalau suami istri memiliki satu atasan yang sama. Kalau suatu ketika aku menegur Zachary karena melakukan kesalahan, sebagai istri belum tentu Anna akan diam saja . Dan begitu pula dengan sebaliknya." Perkataan Aaron cukup membuat Zachary dan yang lain langsung terdiam, dan ada yang mengangguk-anggukan kepalanya, tanda setuju dengan pendapat Aaron.
"Ah, benar juga pendapatmu Nak. Maaf karena aku tidak berpikir sampai kesana. Aku hanya berharap Chiara akan sangat terbantu dengan adanya Anna yang ikut bekerja di kantor Malverich." Sarah berkata sambil tersenyum, bisa menerima dengan lapang dada penjelasan Aaron yang memang sangat masuk akal, dan sebenarnya memang menjadi alasan utama kenapa Anna memilih untuk tetap bekerja di perusahaannya yang sekarang ini.
"Lagipula Ma, tanpa perlu bekerja di Grup Malverich, kak Anna usah sering membantuku.... Jadi sebenarnya tidak ada bedanya kak Anna bergabung dengan perusahaan om Aaron, atau tetap bekerja di perusahaannya yang sekarang ini." Chiara langsung ikut membela Anna, yang baginya memang sudah banyak membantunya, terutama dalam banyak hal yang berkaitan dengan hubungan antara pria dan wanita, suami dan istri, yang tidak mungkin Chiara tanyakan pada Zachary ataupun Sarah.