
Kedatangan Sarah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sudah membuat Chiara, apalagi Aaron merasa kaget, apalagi ditambah dengan sosok Johnson yang ada di belakang Sarah, sedang berjalan ke arah mereka juga, menyempurnakan kekagetan mereka.
“Aaron… kenapa bengong? Kenapa tidak memberitahu kepada kami kalau kamu pulang ke Indonesia? Padahal mama sudah kama menantikan kedatanganmu juga, bukan cuma Chiara yang selalu merindukanmu di kota ini.” Sarah kembali bertanya begitu dilihatnya Aaron masih diam tanpa menyapanya dengan wajah datarnya.
“Ah ya Ma, karena kedatangan Aaron agak mendadak dan belum sempat memberi info kepada kalian. Maaf untuk itu.” Sarah langsung tersenyum mendangar permintaan maaf dari putra sulungnya itu.
Selama ini, Sarah tahu meskipun Aaron adalah anak yang pendiam dan baginya sulit untuk didekati, tapi Aaron selalu bersikap sopan padanya, dan selalu menghormatinya.
“Tidak masalah sih, yang penting sekarang mama sudah tahu kalau kamu datang dan sehat. Tapi jangan lupa, kamu harus mengaturkan waktumu untuk mampir ke rumah, agar kita bisa makan bersama dengan formasi lengkap.” Sarah berkata sambil mendekat ke arah Aaron, dan langsung memeluk anaknya itu, membuat dengan gerakan kaku, Aaron membalas pelukan itu, tapi akhirnya Aaron juga memberikan pelukan hangat pada Sarah.
Meskipun hubungan mereka hanya sekedar ibu dan anak tiri, tapi Sarah yang sejak awal sudah memperlakukan Aaron seperti anaknya sendiri, membuat tanpa ragu dan canggung Sarah memeluk Aaron, karena sedari kecilpun, Sarah tidak pernah pelit terhadap pelukan hangat yang akan dia berikan kepada Aaron seperti sekarang ini.
“Darimana Mama tahu kalau aku datang?” Aaron berkata sambil melepaskan pelukannya, setelah sebelumnya, dia juga membalas perlukan Sarah dengan hangat.
“Wah, panjang ceritanya….” Sarah menjawab pertanyaan Aaron sambil tertawa kecil.
“Daripada seperti itu, kenapa kita tidak duduk di ruang keluarga dan mengobrol di sana.” Johnson yang melihat ke arah Aaron dan Sarah, yang baru saja saling melepaskan pelukan mereka, segera meyampaikan idenya agar mereka bisa mengrobrol dengan lebih tenang di tempat yang tepat.
Ide dari Johnson ;langsung disambut dengan sebuah anggukan kepala oleh Aaron dan diikuti oleh yang lain.
Mereka segera berjalan bersama ke arah ruang keluarga yang ada di apartemen itu.
“Hari ini bu Ida dan Tia tidak ada di sini, karena itu mama merasa khawatir kalau Chiara tinggal sendirian di apartemen, dan berniat untuk mengajaknya menginap di rumah saja. Eh, tidak disangka, ada seseorang yang dengan percaya dirinya pulang tanpa memberi kabar.” Sarah berkata sambil berjalan bersama yang lain.
“Kamu juga Zachary, kenapa tidak memberitahuku kalau anakku pulang ke Indonesia?” Zachary hanya bisa meringis mendengar teguran dari Sarah.
“Maaf Bu Sarah, karena sebenarnya rencana kepulangan pak Aaron juga mendadak, selalin itu hari ini banyak yang harus saya kerjakan, membuat saya lupa untuk memberitahukan kepada Bu Sarah tentang hal ini.” Penjelasan Zachary membuat Sarah yang sudah duduk di sofa yang ada di ruang keluarga menarik nafas panjang.
“Kamu ini memang suka sekali membuat banyak orang terkejut dengan kepulanganmu yang tiba-tiba Aaron. Seperti waktu ulang tahun Chiara… kami berpikir kamu memang benar-benar sibuk dan tidak sempat hadir, siapa sangka kata Zachary, kamu justru pulang malam itu juga. Belum lagi, kamu juga seringkali pergi ke Amerika juga mendadak.” Sarah mengomel sambil menatap ke arah Aaron yang wajahnya tetap dattar tanpa ekspresi mendengar omelan Sarah padanya, meskipun dari sikapnya, saat ini Aaron sedang mendengarkan dengan baik apa yang sedang dikatakan oleh Sarah.
Omelan Sarah membuat Chiara tersenyum geli, melihat bagaimana melalui omelannya, Sarah menunjukkan kalau dia begitu menyayangi dan perduli pada Aaron.
“Ma… jangan lagi memarahi om Aaron. Tidak mungkin om Aaron sengaja melakukan itu. Dia kan sibuk di sana, jadi mungkin tidak sempat memberitahukan kepada Mama tentang kedatangannya. Chiara saja tidak pernah diberitahu.” Sarah langsung tersenyum mendengar pembelaan Chiara untuk Aaron.
Yang diomeli tetap saja berwajah datar, tapi Chiara sudah sibuk membela suaminya. Anakku yang satu itu, kapan dia mau berubah dan mulai terbuka kepada keluarganya? Tapi paling tidak, setelah menikah dengan Chiara, sepertinya membawa kebahagiaan tersendiri buat Aaron. Anak itu jadi lebih sering tersenyum.
Sarah berkata dalam hati dan kembali memandang ke arah Aaron.
“Untung saja istrimu sangat membelamu Aaron, mama jadi tidak tega mengomelimu lagi.” Sarah berkata sambil tersenyum.
“Besok mama berencana akan mengirimkan dua asisten rumah tangga ke sini untuk membantu membersihkan apartemen dan memasak untuk Chiara. Tapi karena ternyata Aaron juga datang, apa lebih baik, sampai bu Ida atau Tia kembali, kedua asisten rumah tangga itu biar menginap di sini?” Sarah bertanya kepada Aaron yang langsung melirik ke arah Chiara yang sedikit mengernyitkan dahinya.
“Kenapa Chiara? Apa ada masalah dengan ide mama?” Sarah langsung bertanya kepada Chiara karena wajah Chiara terlihat jelas kalau dia tidak menginginkan asisten rumah tangga yang bekerja pada Sarah menginap di rumahnya untuk menggantikan bu Ida maupun Tia.
“Itu Ma, sebenarnya Tia kan perginya mendadak, jadi dia pergi dengan terburu-buru, sedangkan kamar untuk art di apartemen ini hanya satu, jadi sepertinya asiten rumah tangga dari rumah Mama jangan menginap di sini. Takutnya ada barang berharga milik Tia yang masih tertinggal di kamarnya.” Penjelasan Chiara membuat Sarah tertegun dan terdiam sejenak.
“Eh, iya juga, bisa bahaya memang kalau ternyata masih ada barang-barang berharga milik bu Ida ataupun Tia di kamar itu. Meskipun mereka hanya asisten rumah tangga, rasanya tidak sopan jug akalau tiba-tiba kita membiarkan orang lain tinggal di kamar yang biasa mereka tempati, tanpa kita memberitahukan kepada mereka terlebih dahulu.” Sarah berkata sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Iya Ma, lebih baik mereka tidak menginap, biar sama-sama enaknya. Tidak ada prasangka nanti kalau ada ada apa-apa di belakangnya.” Chiara langsung menanggapi perkataan Sarah yang setuju dengan penjelasan Chiara kenapa dia menolak asisten rumah tangga yang dikirimnya untuk menginap.
“Benar sekali. Mama setuju sekali dengan pemikiranku Chiara. Sepertinya kamu sudah semakin dewasa ya? Aaron pasti bangga sekali denganmu.” Perkataan Sarah membuat wajah Chiara terlihat memerah.
“Oke, kalau begitu, biar mulai malam ini mama menginap di sini, sampai bu Ida atau Tia kembali.” Perkataan Sarah membuat Aaron maupun Chiara langsung terbeliak kaget, termasuk Johnson dan juga Zachary.