
Yang Aaron inginkan, dia bisa setiap hari, setiap saat membaca pesan dari Chiara, membalasnya dengan kata-kata yang manis, yang akan membuat gadis itu tersenyum dengan wajah tersipu-sipu malu saat membacanya.
Bahkan, bukan hanya menuliskan pesan, Aaron ingin selalu berada di deakt istri kecilnya itu, menemaninya menghabiskan hari-harinya, menuntun dan mendukungnya hingga dia dewasa dan menjadi wanita yang hebat.
Tapi untuk saat ini, Aaron sengaja menarik garis tegas antara dia dan Chiara agar gadis itu tidak berpikir untuk menjadikannya sebagai orang yang penting baginya, dan menjadikan dia bagian dari kehidupannya.
Aaron berharap dengan begitu Chiara akan dengan cepat melupakannya dan menjalani kehidupan normalnya bersama orang-orang yang dia kenal, yang pastinya adalah manusia biasa yang kehidupannya tidak serumit kehidupannya.
Meskipun hanya dengan membayangkan bagaimana ke depannya mungkin ada laki-laki lain yang berusaha mendekati Chiara, membuat dada Aaron berdetak dengan sedemikian kencang dan begitu menyakitkan.
Memikirkan bagaimana dia yang begitu merindukan dan mencintai Chiara harus melepaskan Chaira untuk laki-laki lain, seorang manusia yang normal tentunya, membuatnya ingin berteriak sekeras-kerasnya untuk mengungkapkan rasa tidak relanya jika itu benar terjadi, sedangkan dia tidak dapat berbuat banyak untuk itu.
Rasa tidak rela jika laki-laki lain menjadi bagian dari hidup Chiara, bergabung dengan rasa tidak rela jika nyawa Chiara menjadi taruhan jika dia bersikap egois untuk tetap mengikat Chiara, menjadi satu dan membuat pikiran Aaron semakin kusut.
"Sepertinya ini akan kembali menjadi tempat favoritmu." Suara sapaan dari Angelina langsung membuat Aaron menghela nafasnya tanpa menoleh ke arah Angelina yang sedang berjalan mendekat ke arahnya sambil tersenyum tipis, dan membiarkan rambut pirangnya yang tergerai indah terkena hembusan angin yang cukup keras di tempat itu.
Mendengar pendapat Angelina tentang tempat yang memang menjadi favoritnya jika berada di Amerika itu membuat Aaron tetap diam seolah-olah tidak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Angelina.
"Ayolah Aaron, jangan berwajah mengerikan seperti itu. Melihatmu sekarang ini, sungguh kamu seperti sedang menunggu waktu untuk bisa menelan orang hidup-hidup." Angelina berkata sambil dengan gerakan gesit duduk di samping Aaron yang masih menatap lurus ke bawah, mengawasi lalu lalang orang di jalanan.
"Kenapa kamu menyusulku ke sini?" Seperti biasanya Aaron bertanya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Angelina, yang sudah sangat hafal dengan sifat Aaron, sehingga tidak membuatnya kaget melihat bagaimana Aaron dinginnya sikap Aaron padanya.
"Aku baru saja mendengar kabar dari George. Salah satu manusia super di tempat penampungan hilang tanpa jejak tadi sore ketika dia pergi ke taman untuk bertemu dengan salah seorang saudara jauhnya." Angelina berkata sambil menarik nafas panjang.
"Siapa?"
"Steve...." Angelina langsung menjawab pertanyaan singkat dari Aaron.
Kali ini perkataan Angelina langsung membuat Aaron menoleh ke arah Angelina.
Steve adalah salah seorang manusia super yang memiliki kemampuan untuk menghapuskan ingatan seseorang tentang kejadian yang pernah dia alami, merupakan salah satu orang yang memang diincar oleh kelompok Aldrich.
Bahkan dulunya Steve pernah bergabung dengan kelompok Aldrich, karena awalnya berpikir bahwa Aldrich bertujuan untuk menguasai dunia agar tercipta kedamaian di muka bumi ini.
Akan tetapi begitu mengetahui tujuan Aldrich menguasai dunia hanyalah untuk kepentingan pribadinya yang ingin dianggap sebagai Tuhan dan berencana memperbudak manusia lain, membuat Steve diam-diam berusaha melepaskan diri dari pengaruh Aldrich dan menjauh darinya, sehingga sekarang dia menjadi salah satu manusia super yang diburu oleh Aldrich.
Apalagi kemampuan Steve untuk menghapuskan ingatan orang lain, sangat membantu bagi Aldrich dalam beberapa rencananya.
"Dia curiga itu salah satu perbuatan anak buah Aldrich, karena ketika dia menyusulnya ke taman, George menemukan sedikit jejak pertarungan antara dua manusia super dengan kekuatan yang berbeda." Mendengar penjelasan Angelina, Aaron langsung melompat dari posisi duduknya, dan berdiri tegak sambil membenarkan letak topeng di wajahnya.
"Mau kemana kamu Aaron?"
"Mencari kemana perginya mereka sebelum terlambat."
"Tapi Aaron...." Suara Angelina terhenti karena dilihatnya tubuh Aaron sudah melesat pergi, menghilang di kegelapan malam.
"Haist! Dasar Aaron! Kenapa tidak mau mendengarkan penjelasanku dulu sih!" Angelina berkata dengan nada kesal dan segera merubah wujudnya menjadi air dan menjatuhkan tubuhnya dari gedung itu dengan gerakan cepat.
Angelina berencana untuk menyusul Aaron, meskipun dia tahu dia tidak akan bisa menyaingi kecepatan Aaron.
Aaron yang dengan kemampuannya mendeteksi kekuatan manusia super lainnya, segera mencari keberadaan temannya yang sudah diculik dan diserang oleh anak buah Aldrich.
Dan setelah berkeliling dengan gerakkannya yang super cepat, Aaron tampak berdiri di samping sebuah gedung yang ada di pinggiran kota, dimana dari arah gedung yang ada di samping gedung tempat dia berdiri sekarang, dia bisa dengan jelas merasakan keberadaan lebih dari 5 manusia super dengan kekuatan yang berbeda sedang berada di lantai dasar, salah satu ruangan dalam gedung itu.
Dengan penglihatannya yang tajam, dari balik tembok gedung yang ada di depan gedung yang sedang dia intai, Aaron mencoba menyisir daerah di sekitarnya, untuk melihat bagaimana suasana di sekeliling gedung itu.
"Aaron...." Suara bisikan pelan dari Angelina yang baru saja datang dengan nafas terengah-engah langsung membuat Aaron menoleh ke arah Angelina sambil meletakkan jari telunjuknya ke bibirnya sendiri, memberi tanda kepada Angelina agar tidak mengeluarkan suaranya.
Melihat itu Angelina sedikit mendengus dengan wajah terlihat kesal, karena bagi Angelina, untuk mengikuti kecepatan gerak Aaron, dia harus mengeluarkan tenaga ekstra yang cukup menguras tenaganya.
Itupun tetap tidak bisa membuat Angelina bisa menyusul Aaron dengan cepat karena memeang kecepatan mereka tidak sebanding, dan sekarang Aaron bersikap seolah terganggu dengan kehadirannya.
Dengan seluruh kecepatan maksimal yang dia miliki, Angelina selalu saja tertinggal beberapa menit di belakang Aaron.
Setelah melihat Angelina diam, Aaron segera bergerak dengan begitu hati-hati ke arah barat gedung itu, dan dari jauh dia bisa melihat adanya seorang yang sedang mengendap-endap, berniat memasuki gedung itu seperti yang akan dilakukannya, membuat Aaron berencana langsung menghadang orang itu.
Namun, Aaron yang menyadari bahwa orang yang mengendap-endap itu memiliki kekuatan super yang cukup dia kenal, juga sosoknya yang tidak asing baginya, akhirnya Aaron segera bergerak cepat untuk berdiri di samping orang itu, membuat Angelina melotot.
Angelina belum lagi bisa bernafas lega dan berhasil menata nafasnya yang masih tesengal-sengal setelah berusaha mengeluarkan banyak energi untuk dapat mengimbangi kecepatan Aaron, dan sekarang, laki-laki itu kembali bergerak dengan kecepatan tinggi meninggalkannya lagi, membuat Angelina terlihat kesal, namun tidak dapat berbuat apa-apa.
Akhirnya Angelina hanya bisa mengeluarkan kekuatannya untuk kembali menyusul Aaron.