Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
SEDIKIT HARAPAN DARI GEORGE



“Ah… anu… maaf sudah memaksa om Aaron berpura-pura mesra di depan mama Sarah. Aku hanya tidak ingin kalau mama Sarah berpikir macam-macam tentang kita, dan juga….”


“Tidak perlu kamu jelaskan.” Aaron langsung memotong perkataan Chiara.


“Jangan sungkan. Kamu sudah melakukan bagianmu dengan baik.” Aaron berkata sambil mengacak pelan puncak kepala Chiara, yang akhirnya tersenyum mendengar kata-kata Aaron.


“Terimakasih Om Aaron.” Chiara lansgsung menjawab kata-kata Aaron dengan suara terdengar ceria.


“Chiara, mulai besok, tolong jangan pergi sendirian tanpa ada yang menemani.” Tiba-tiba saja Aaron teringat kembali dengan peristiwa Brandon yang berusaha mendekati Chiara, sehingga membuatnya meminta Chiara tidak lagi pernah bepergian sendirian.


“Kalaupun aku sedang sibuk, minimal, minta Imelda untuk menemanimu. Hari ini terakhir kalinya aku melihat kamu berkeliaran sendirian meskipun hanya di dekat lingkungan apartemen kita.” Kata-kata Aaron membuat Chiara yang tadinya berencana untuk berpamitan mandi kepada Aaron, jadi memandang lurus ke arah wajah Aaron sambil mengernyitkan dahinya, merasa heran dengan perintah Aaron barusan.


“Kenapa Om Aaron? Apa ada masalah?” Pertanyaan Chiara membuat Aaron terdiam sebentar, berusaha dengan cepat mencari alasan agar Chiara tidak curiga dia sengaja memberikan perintah itu untuk membuat Brandon tidak dengan mudah mendekati Chiara, dan itu Sudha membuat hatinya terbakar cemburu.


Dengan tatapan mata polosnya, Chiara masih memandang ke arah Aaron, tanpa menyadari, bahwa Brandon yang beberapa waktu ini seringkali terlihat di sekitar Chiara, sudah membuat seorang Aaron bahkan mengambil keputusan ekstrim, kembali ke Indonesia, meninggalkan Amerika tanpa berpikir panjang.


“Kondisi keamanan di sekitar tempat ini, akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan, terutama untuk gadis muda sepertimu.” Akhirnya denga nasal-asalan, Aaron mencoba menyampaikan alasan yang sebenarnya sengaja dibuat-buat olehnya.


Dengan bantuan tenaga kemananan dari perusahaan jasa keamanan yang dimiliki Aaron, mana berani para penjahat mengincar, apalagi melakukan kejahatan di wilayah yang mereka jaga, kalau tidak ingin nasibnya berakhir tragis.


“Lho… aku kok tidak mendengar kabar apa-apa ya Om tentang hal seperti itu. Kata Imelda, kawasan ini adalah kawasan yang aman karena dijaga langsung oleh tenaga keamanan milik Om Aaron?” Chiara bertanya dengan kepalanya sedikit bergerak ke samping.


Dasar Imelda… ternyata banyak bicara juga anak itu.


Aaron mengomel dalam hati mendengar perkataan Chiara.


“Tentu saja hal itu masih menjadi rahasia tim keamanan, agar tidak menimbulkan rasa was-was para warga yang tinggal di sekitar sini.” Aaron kembali mencari alasan agar membuat Chiara yakin dengan apa yang diceritakannya.


“Pokoknya, aku tidak mau kamu keluar dari apartemen seorang diri, demi keamananmu.” Aaron mengucapkan kembali perintahnya dengan tegas, membuat Chiara akhirnya menganggukkan kepalanya.


Dan tentu saja demi menghindari si Brandon mencari-cari kesempatan untuk mendekatimu dan mengobrol denganmu. Dasar bocah pengganggu itu.


Aaron kembali meneruskan kata-katanya dalam hati, memaki si Brandon, yang baginya sungguh merasa tidak nyaman mengingat bagaimana usaha keras senior Chiara yang membuat Aaron merasa begitu tersaingi dengan keberadaannya di sekitar Chiara.


“Mandilah, sepertinya seharian ini kamu sudah lelah dengan semua kegiatanmu. Bersihkan dirimu terlebih dahulu agar tidurmu nanti bisa nyaman.” Aaron berkata sambil melangkah ke walk in closetnya, untuk mengganti pakaian santainya dengan pakaian tidurnya.


# # #  # # # #


Pagi ini, pagi kedua Aaron harus terbangun karena lagi-lagi, Chiara memperlakukannya seperti guling, hanya saja, hari ini Aaron merasa sedikit beruntung, karena hanya tangan Chiara yang memeluknya dengan erat, sedang kaki Chiara tetap dalam posisi lurus, di samping kaki Aaron.


Dengan gerakan perlahan dan hati-hati, Aaron berusaha mengalihkan tangan Chiara dari tubuhnya, karena dilihatnya layar handphone yang dia silent, menunjukkan adanya layar yang menyala, karena adanya panggilan telepon dari seseorang.


Dan jika saja itu bukan orang yang mungkin memberinya informasi penting, Aaron akan lebih memilih menikmati pelukan Chiara meskipun dalam tidurnya.


Akan tetapi karena Aaron melihat nama George tertera di layar handphonenya, membuat Aaron mau tidak mau harus menerima panggilan itu.


“Hallo George.” Begitu Aaron berhasil memindahkan tangan Chiara dari tubuhnya tanpa membuat Chiara terbangun, Aaron segera keluar ke arah balkon kamarnya dengan gerakan sangat cepat, dan menerima panggilan telepon dari George.


“Hallo Aaron. Aku dengar Angelina hari ini sampai di Indonesia, menyusulmu.” Perkataan George membuat Aaron menarik nafas panjang.


“Apa kamu tahu di sini jam berapa George? Jam 3 pagi. Dan kamu membangungkanku jam 3 pagi hanya untuk membicarakan tentang kedatangan Angelina? Kalau begitu aku tutup saja teleponya.” Aaron berkata dengan anda sebal.


Bagiamana mungkin saat dia sedang tidur nyenyak dengan Chiara yang memeluknya dengan  erat, tiba-tiba saja George menelponya dan hanya membicarakan kedatangan Angelina, yang tanpa George mengatakannya, Aaron juga tahu kalau Angelina akan datang siang ini di Indonesia.


“Tunggu Aaron! Jangan tutup teleponnya!” George langsung mencegah Aaron untuk menujtup teleponnya.


“Sebenarnya itu bukan hal utama yang ingin aku bicarakan denganmu. Aku sepertinya menemukan ide yang mungkin bisa kita coba, tentang kekuatanmu yang bermasalah jika berada di dekat istrimu. Sepertinya aku menemukan alsan kenapa tubuhmu beraksi sedemikia aneh saat berada di dekat istrimu. Jika diijinkan, aku akan terbang ke Indonesia, dan menjelaskan semuanya padamu.” Mata Aaron langsung terbeliak, membulat sempurna mendengar penjelasan dari George.


“Aku tidak ingin membuatmu terlalu berharap. Tapi sepertinya aku bisa membuat efek kedekatanmu dengan Chiara berkurang, jika teoriku terbukti benar tentang Chiara, kenapa dia bisa menimbulkan efek sebesar itu padamu. Mungkin tidak bisa menghilangkan efek itu 100 persen, tapi mungkin bisa mengurangi efeknya. Hanya saja, aku harus bertemu langsung dengan Chiara dan…”


“Aku akan mengaturkan untukmu agar bisa secepatnya berangkat ke Indonesia.” Aaron langsung memotong perkataan George.


“Bersiaplah, dalam waktu kurang dari 2 jam, aku akan meminta Zachary mengaturkan penerbangan untukmu ke Indonesia.” Aaron langsung mematikan panggilan teleponnya begitu mengakhiri kata-katanya, tanpa perduli dengan George yang sebenarnya masih mau mengatakan sesuatu padanya.


Dengan gerakan secepat kilat, Aaron kembali masuk ke kamarnya, dan berdiri di samping tempat tidurnya, memandang ke arah Chiara yang masih tertidur pulas, dengan tatapan penuh cinta.


“Aku sungguh berharap, George benar-benar bisa menemukan cara agar kita bisa bersatu, tanpa aku menyakiti dan membahayakan hidupmu. Aku sungguh menantikan berita baik itu… Chiara… Malverich, istriku….” Aaron berbisik sepelan mungkin, lalu membungkukkan tubuhnya, mencium kening Chiara dengan sangat lembut, berharap tindakannya itu tidak membangunkan Chiara.


“I love yo so much my little girl.” Aaron kembali berbisik pelan sebelum dia kembali ke balkon dan menghubungi Zachary, agar mengaturkan penerbangan George ke Indonesia, kurang dari 2 jam dari sekarang.