Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
INGIN MENJADI MANUSIA NORMAL



"Teri... ma... kasih...." Cakra berkata sambil tersenyum, lalu menoleh ke arah istrinya, dengan tangan kirinya yang berusaha menggenggam tangan kanan istrinya yang sudah terkulai lemah di samping tubuhnya, sebelum akhirnya dengan sebuah tarikan nafas yang cukup panjang, jantung Cakra ikut berhenti berdetak dengan posisi tangan saling bergandengan dengan tangan istri tercintanya.


Tanpa sadar, melihat apa yang terjadi di depannya sebutir cairan bening meluncur keluar dari mata Aaron tanpa bisa dia kendalikan.


Aaron berencana kembali ke Chiara yang masih terbaring pingsan di pinggiran jalan dan membawanya pergi ketika dilihatnya dua mobil yang sedang beriringan melaju ke arah tempat kecelakaan itu.


Dengan penglihatan tajamnya, Aaron segera mengamati bahwa salah satu mobil itu dikendarai oleh seorang bapak dan putranya yang sudah remaja, sedang mobil yang satunya dikendarai oleh sepasang kekasih.


Melihat bahwa orang-orang itu tidak memberikan kesan jahat, Aaron segera menyingkir menjauh, sambil tetap mengawasi apakah mereka akan berhenti dan menolong Chiara.


Begitu Aaron melihat mereka bersama-sama berusaha berkerjasama untuk menolong Chiara dan membantu menghubungi polisi untuk memberikan info kecelakaan malam itu, dengan kecepatannya yang jauh di atas manusia normal, Aaron berlari pulang ke apartemennya, membersihkan diri di bawah guyuran shower dengan mengingat kembali apa yang baru saja terjadi dengan wajah ikut berduka.


Saat ini hati Aaron seolah ikut merasakan sakitnya ditinggalkan oleh orang-orang yang disayangi oleh Chiara dengan cara yang mengagetkan sekaligus menyedihkan seperti itu.


Membayangkan bagaimana sedih dan berdukanya Chiara atas kehilangan besar yang dialaminya malam ini, membuat tanpa sadar, di bawah guyuran air shower, Aaron ikut menitikkan airmatanya untuk simpati yang dia rasakan bagi satu-satunya gadis yang bisa membuat emosinya teraduk-aduk itu.


Chiara sendiri, begitu tersadar dari pingsannya, dia menemukan dirinya berada dalam kamar rumah sakit dan tubuhnya yang sudah mengenakan pakaian pasien rumah sakit, dengan suara banyak orang yang sedang mengobrol di depan pintu kamar VVIP yang ditempatinya.


Diluar sana memang sedang berkumpul beberapa keluarga dari Chiara, termasuk Raksa dan Mona, bahkan para pegawai usaha perhotelan di level managemen, serta beberapa polisi maupun reporter yang berusaha mencari info tentang kejadian kecelakaan maut yang sudah merenggut nyawa pasangan suami istri pemilik salah satu usaha perhotelan yang cukup besar di negara ini.


Tidak banyak luka berarti yang dialami oleh Chiara pada tubuhnya, hanya lecet-lecet kecil dan beberapa lebam yang tidak membahayakan nyawa, yang dialaminya ketika mobil terguncang.


Akan tetapi luka di hatinya karena kehilangan kedua orangtuanya meninggalkan rasa sakit yang begitu dalam bagi Chiara, membuat untuk beberapa saat Chiara terlihat termenung dan melamun dengan tatapan kosongnya, tidak terlalu perduli dengan kehadiran banyak orang yagn mengunjunginya dan berusaha memberikan kata-kata yang menghibur untuknya.


Dan lagi, setiap orang yang merasa begitu penasaran dan menanyakan tentang bagaimana dia seorang diri bisa selamat dari kecelakaan maut dan tubuhnya ditemukan pingsan di pinggiran jalan tanpa mengalami banyak luka, tidak percaya dengan jawaban yang dia berikan, bahwa ada seorang manusia dengan kekuatan super, yang sudah datang dan menyelamatkannya.


Kepada siapapun yang bertanya, Chiara memang menceritakan kronologi kejadian dengan begitu detail, termasuk seorang laki-laki dengan kemampuan supoernya seperti seorang superman, yang sudah menyelamatkannya.


Tapi kata-kata Chiara hanya dianggap sebagai sebuah cerita khayalan, angan-angan dari seorang anak kecil belaka yang sedang membuat cerita sesuai dengan pemikirannya, untuk melarikan diri dari kenyataan akan ingatan bagaimana peristiwa kecelakaan yang mengerikan itu terjadi.


Wajah-wajah orang yang mencemooh, meremehkan, tidak percaya, ingin menertawakan ceritanya, membuat kondisi Chiara semakin terpuruk, sehingga beberapa hari setelah kejadian itu, dia memilih untuk diam dan tidak lagi menceritakan tentang bagaimana dia bisa selamat dari kejadian mengerikan itu.


Aaron yang saat itu beberapa kali sengaja menyamar sebagai salah satu pengunjung rumah sakit, dan berjalan bolak-balik untuk dapat melewati kamar tempat Chiara dirawat dan mengamati kondisi Chiara, hanya bisa memandangi gadis itu dari jauh tanpa bisa membantunya untuk mengatakan pada semua orang bahwa Chiara tidak sedang berhalusinasi saat mengatakan tentang cerita bagaimana dia bisa selamat dari kecelakaan maut waktu itu.


Rasanya Aaron ingin sekali mengatakan kepada semua orang bahwa Chiara tidak berbohong, dia tidak sedang berhalusinasi dan berkhayal, bahaw apa yang diceritakan oleh gadis itu semuanya benar adanya.


Akan tetapi Aaron tahu, dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu, karena keberadaannya selama ini selalu dia tutupi dengan sebaik mungkin, membuat Aaron merasa menjadi orang yang tidak berguna bagi Chiara ketika itu.


Dan itu sangat menyakitkan bagi Aaron, karena melihat, ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Chiara, tapi tidak dapat berbuat apa-apa untuk gadis kecil yang sangat dicintainya itu.


# # # # # # #


Bayangan akan ingatan masa lalu, yang sudah terjadi antara dia dan Chiara, juga janjinya kepada Cakra untuk menjaga Chiara dengan baik, membuat Aaron menarik nafas panjang sebelum dia membuka matanya dan melirik kembali ke arah handphone yang ada di atas mejanya.


Aaron sadar sepenuhnya, bahwa saat ini dia sangat mengharapkan adanya panggilan telepon, atau bahkan hanya sekedar sebuah pesan singkat dari istri kecilnya itu, meskipun bagi Aaron untuk saat ini hal itu tidak mungkin terjadi.


Sebelum Aaron mengirimkan pesan pada istrinya, Aaron tahu kalau Chiara pasti tidak mengetahui bahwa saat ini dia sudah tiba di Amerika, jadi tidak mungkin dia mengharapkan Chiara yang lebih dahulu mengirimkan pesan padanya sekarang ini.


Ingin rasanya Aaron bersikap egois dengan membiarkan dirinya meraih handphone itu, mencoba menghubungi Chiara, agar dia bisa mendengar suara ceria dari gadis yang baru saja terpisah darinya belum lagi 24 jam tapi rasa rindu sudah menyerangnya dengan begitu hebat.


Tapi ingatan tentang resiko besar yang akan terjadi di masa depan, jika dia tidak segera menjauh dari Chiara, membuat Aaron tetap diam terpaku di tempatnya.


Bagi Aaron, bukan tentang dirinya yang bisa saja kehilangan kekuatan supernya tanpa tahu sampai kapan dan seperti apa akhirnya, tapi yang menjadi ketakutan terbesar bagi Aaron adalah, bagaimana nasib Chiara jika dia tidak bisa lagi melindunginya.


Begitu juga dengan nasib orang-orang korban mutasi genetik yang beberapa diantaranya hidupnya juga sangat bergantung padanya.


Jika boleh memilih, Aaron akan lebih memilih kehilangan kemampuan supernya, hidup sebagai manusia biasa dan normal, agar dia bisa selalu berada di sisi Chiara, dan menjalani hidupnya seperti manusia normal lainnya.