
“Zachary! Terimakasih untuk bantuanmu dan Anna! Kita berhasil!” Sarah berkata sambil mengulurkan tangannya ke arah Zachary, menjabat tangan tangan kanan Zachary dengan begitu erat menggunakan kedua tangannya, membuat Zachary jadi ikut tersenyum dan merasa sedikit kikuk, karena sebelas dua belas dengan Aaron, Zachary tahu kalau Johnson yang pendiam itu paling tidak suka melihat istrinya terlalu dekat dengan pria lain.
“Aku tidak percaya bisa melihat hal ini dengan cepat. Rencana kita sepertinya sudah berhasil Zachary. Padahal aku pikir Aaron akan marah dengan apa yang sudah aku lakukan padanya dan Chiara. Dan aku berpikir untuk mengurung mereka 3-4 hari lebih lama dari rencana awal jika satu dua hari ini belum berhasil membuat mereka melakukan itu.” Sarah berkata sambil tertawa lebar.
Untung saja Johnson sedang keluar bersama Diego, sehingga tidak mendengar bagaimana Sarah yang sudah bersikap kekanak-kanakan karena begitu bahagianya mengetahui tentang apa yang sudah terjadi antara Aaron dan Chiara.
Dan itu juga merupakan keuntungan bagi Zachary yang mungkin akan mendapat masalah jika tanpa penjelasan, Johnson melihat bagaimana Sarah menjabat tangannya dengan begitu erat, disertai dengan tawa bahagianya, meskipun tidak dalam waktu yang lama.
“Mmm… Bu Sarah, tapi pak Aaron tadi meminta agar saya mengirimkan koper pakaian mereka agar nona Chiara tidak sakit karena kedinginan….”
“Kirimkan kesana secepatnya! Berikan pakaian mereka, karena sekarang itu tidak akan lagi menjadi penghalang bagi mereka berdua.” Sarah langsung memotong perkataan Zachary yang hanya bisa meringis melihat bagaimana bersemangatnya Sarah saat ini.
“Dan kita tidak perlu lagi mengurung mereka. Buka saja pintu kamar mereka sekarang juga. Biarkan mereka menikmati bulan madu mereka sambil berjalan-jalan berdua di sekitar villa ini.” Sarah melanjutkan perintahnya kepada Zachary yang jadi ingin tertawa keras karena mengingat Aaron yang justru sudah merebut kunci itu agar bisa menguncinya dari dalam kamar.
"Eh... kunci kamar itu.... Maaf Bu Sarah, tapi tadi pak Aaron sudah mengambil dan merebutnya dari saya. Beliau justru mengatakan tidak boleh ada orang masuk ke kamarnya tanpa perintahnya, karena untuk beberapa waktu ini, pak Aaron ingin menghabiskan waktunya berdua dngan nona Chiara di kamar. Dan setelah mengatakan itu, pak Aaron langsung mengunci pintu kamar dari dalam." Penjelasan Zachary membuat mata Sarah terbeliak.
"Kalau begitu... bisa diharapkan tidak perlu waktu lama aku pasti akan mendengar kabar tentang calon cucuku. Ah... semoga terjadi seperti yang aku harapkan." Sarah berkata sambil tersenyum dengan wajah bahagianya, memikirkan bahwa ke depannya sepertinya dia tidak perlu mengkhawatirkan kehidupan pernikahan antara Aaron dan Chiara.
"Zachary, beritahukan kepada para pelayan agar selama Aaron dan Chiara berlibur di villa ini, berikan makanan apapun yang mereka pesan. Jangan lupa selalu menyiapkan sayur dan minuman hangat terutama untuk Chiara, agar tubuhnya selalu bugar meski di tempat sedingin ini. Berikan juga segelas susu hangat setiap pagi untuk Chiara. Pastikan kalau Chiara betah untuk tinggal di tempat ini bersama Aaron." Zachary yang mendengar perintah dari Sarah langsung menahan senyum gelinya.
"Dan untuk bangunan villa yang ditempati oleh Aaron dan Chiara sekarang, lebih baik kita tidak membiarkan ada pelayan atau siapun mendekat ke sana jika tidak diperlukan. Biarkan mereka bebas melakukan apapun di sana." Perintah Sarah kali ini membuat dahi Zachary sedikit mengernyit.
Karena dengan bangunan villa begitu besar, dan kamar yang sedang ditempati Aaron dan Chiara yang bahkan lebih luas dari sebuah kamar tipe presidential suite room hotel berbintang lima, tidak mungkin orang lain yang berada di ruangan lain meski satu bangunan bisa mengganggu aktifitas mereka berdua.
Tingkah bu Sarah sudah seperti seorang ibu kepada anak kandung dan menantu yang disayanginya. Pak aaron sungguh beruntung mendapatkan seorang ibu tiri sebaik bu Sarah, terlebih nona Chiara yang mendapatkan ibu mertua yang sikapnya sudah seperti ibu kandung padanya.
Zachary berkata dalam hati sambil menganggukkan kepalanya untuk menyetujui dan akan segera melaksanakan semua yang baru saja dikatakan oleh Sarah.
Dengan apa yang sudah dilakukan pak Aaron, semua kebaikan dan kerja kerasnya untuk melindungi banyak orang, pak Aaron memang pantas mendapatnya semua kebaikan dan kebahagiaan itu.
Zachary kembali berkata dalam hati, merasa ikut senang dengan segala hal baik yang ada di kehidupan Aaron.
"Kalau begitu kamu bisa kembali Zachary. Sambil menikmati waktu berliburmu, tolong jangan lupa untuk sering-sering mengecek handphone, kalau-kalau Aaron atau Chiara membutuhkan sesuatu, kamu harus cepat membantu mereka untuk menyediakannya." Sarah berkata dengan senyum bahagia yang terus menghias wajahnya.
"Baik Bu Sarah, saya akan siap sedia untuk membantu pak Aaron dan nona Chiara. Kalau begitu... saya permisi dulu." Selesai berpamitan, Zachary langsung menggerakkan tubuhnya untuk menjauh dari hadapan Sarah yang masih tersenyum-senyum sendiri mengingat tentang sprei yang sudah diberikan Aaron padanya tadi.
Sprei yang bagi Sarah sangat berharga meski ada noda darah di sana, yang mungkin tidak mudah untuk dibersihkan.
Begitu keluar dari bangunan villa yang ditempati oleh Sarah, Johnson, Grayson dan juga Diego, Zachary langsung berjalan ke arah bangunan villa lainnya yang ditempati Anna dan Lila.
Zachary berjalan dengan sikap santai dengan sedikit mendongakkan kepalanya ke atas, menatap ke langit yang terlihat biru.
"Ah.... cerah sekali langit pagi ini. Sungguh membuat perasaan terasa tenang dan damai." Zachary bergumam pelan sambil menghela nafas dalam-dalam, dengan senyum lega tersungging di wajahnya.