Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MAKAN MALAM YANG MENYENANGKAN



Karena kebencian Grayson pada Aaron, sebenarnya dia tidak terlalu perduli dengan perasaan Aaron, tapi bagaimana perasaan Sarah, tentu saja Grayson tidak bisa mengabaikannya begitu saja.


Sarah merupakan sosok ibu yang begitu disayangi oleh Grayson, yang tentunya sangat dijaga oleh Grayson, sehingga bagaimanapun, Grayson tidak ingin mamanya bersedih, ingin agar mamanya itu selalu bahagia.


Sejak kepergian Jasmine yang membuat terpukul Sarah, dan membuat Sarah sempat linglung karena tenggelam dalam kesedihannya selama beberapa waktu, Grayson sudah bertekad kalau ke depannya, dia akan menjadi anak yang baik, yang akan membahagiakan mamanya, apapun yang terjadi.


Salah satu alasan Grayson tidak melawan Aaron meskipun dia sangat membenci Aaron dan menyalahkan Aaron atas kematian Jasmine, adalah karena Sarah yang begitu menyayangi Aaron pasti akan menentang tindakannya.


Jika saja Grayson berani menyakiti Aaron, pasti Sarah akan ikut bersedih karena itu.


Grayson tahu pasti tentang itu dengan begitu jelas. Tapi sayangnya, seberapa kerasnya Grayson berusaha menghilangkan rasa sukanya pada Chiara, dia justru semakin menyukai gadis cantik yang ceria itu.


"Grayson?" Suara mamanya membuat Grayson yang awalnya melamun, menoleh dengan cepat.


"Ya… Ma?" Dengan sikap kaku, Grayson menjawab panggilan dari Sarah.


"Kamu ini, dari tadi kok terlihat melamun terus? Jawab itu pertanyaan Chiara." Sarah berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat bagaimana wajah Grayson yang tampak bingung saat menjawab panggilan darinya.


"Memang kamu bertanya tentang apa tadi Chiara?" Dengan meringis, Grayson langsung bertanya balik kepada Chiara yang langsung terkikik melihat sikap aneh Grayson malam ini.


"Darimana kamu tahu kalau mall tante Mona dalam kondisi tidak bagus?" Chiara mengulang pertanyaannya kepada Grayson.


"Ah, itu... aku tahu karena sebelum memilih mall mana yang akan aku ajak kerjasama, aku sudah menyelidiki semua mall berpotensi di kota ini. Hal seperti itu wajib dilakukan oleh pengusaha sepertiku jika tidak ingin menjadi seperti orang yang memilih kucing dalam karung." Grayson menjawab dengan cepat, berusaha membuat Chiara percaya memang itu adalah jawaban yang sebenarnya.


Hah! Sejak aku bertemu dengamu waktu itu, aku sudah menyelidiki mall milik tantemu, termasuk menyelidiki bagaimana dia memperlakukanmu dengan buruk di masa lalu. Kira-kira apakah Aaron akan seperduli itu padamu? Ah... buktinya dia justru pergi meninggalkanmu, seperti seorang suami yang tidak bertanggungjawab. Sama dengan peristiwa Jasmine, dengan mudahnya Aaron pergi tanpa perduli dengan orang yang ditinggalkannya. Benar-benar egois. Selalu saja dengan mudah meninggalkan orang lain tanpa merasa terbeban sedikitpun.


Grayson berkata dalam hati sambil mengambil posisi duduk di meja makan, disusul oleh Chiara, sedang Sarah berjalan ke arah taman belakang untuk mengajak Johnson ke ruang makan.


“Maaf Chiara, meskipun aku belum membaca proposal pengajuan kerjasama itu, sepertinya aku tidak bisa memilih mall tantemu sebagai mall yang akan aku ajak bekerjasama.” Perkataan Grayson membuat Chiara tersenyum.


“Tenang saja Grayson, jangan khawatir. Aku tidak akan menyalahkanmu sedikitpun untuk masalah itu. Memang dalam berbisnis kita harus berpikir masak-masak sebelum memutuskan sesuatu. Jika tidak, itu hanya akan menjadi investasi sia-sia, yang membawa kerugian di masa depan.” Grayson ikut tersenyum dengan wajah terlihat lega mendengar bagaimana kata-kata Chiara barusan.


“Kalau begitu, seperti kataku tadi… tolong ya, berikan poemberitahuan resmi tentang penolakan kerjasama itu.” Grayson langsung menganggukkan kepalanya sambil sedikit tertawa mendengar permohonan dari Chiara.


“Tentu saja, dan aku akan memberikan alasan yang sebisa mungkin tidak membuat tantemu menyalahkanmu karena penolakan itu…”


“Selamat malam Pa.” Suara sapaan Chiara yang terdengar Chiara, disertai dengan senyum manisnya, membuat Johnson tersenyum.


“Lihat Chiara, papamu ini, langsung terlihat begitu bersemangat mendengar kamu ikut makan malam di rumah ini. Sepertinya, kamu harus sering-sering mampir untuk makan bersama kami.” Sarah berkata sambil duduk di salah satu kursi makan, tepat di samping Johnson, di hadapan Chiara.


“Wah… sebenarnya aku juga ingin Ma, tapi sayangnya, sebentar lagi aku sudah kelas 3 SMA. Aku jadi semakin sibuk persiapan belajar untuk kelulusan, dan juga bersiap untuk ujian kuliah. Belum lagi pak Zac kan memberiku pelajaran tentang bisnis dan managemen.” Penjelasan Chiara membuat Sarah menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Wah, Aaron benar-benar sedang mendidikmu dengna keras, sampai melibatkan Zachary yang lulusan Harvard untuk memberimu pelajaran secara private.” Chiara langsung terkikik mendengar tanggapan Sarah terhadap jadwal padatnya.


“Sebenarnya itu bukan semata-mata kemauan om Aaron Ma. Aku sendiri yang sejak awal meminta kepada Om Aaron ijin agar nanti setelah kuliah, aku seidkit banyak mulai terjun ke bisnin perhotelan peninggalan papa. Jadi om Aaron membantuku mempersiapkan diri sebelum benar-benar terjun ke sana.” Sarah tersenyum dengan wajah terlihat bahagia mendengar cerita Chiara.


Bagi Sarah, Aaron adalah seorang anak pendiam, yang jarang berinteraksi dengan ornag lain, apalagi sampai terlibat dengan kehidupan seseorang sampai mendetail seperti itu.


Melihat bagaimana Aaron yang sudah menyiapkan dengan baik kehidupan dan masa depan Chiara, membuat Sarah ikut bahagia, bahwa Aaron sekarang memiliki seseorang untuk dia lindungi dan dia perhatikan seperti Chiara, membuat Sarah yakin, bagi Aaron, Chiara merupakan orang yang sangat istimewa baginya.


“Chiara, lain kali kalau Aaron pulang ke Indonesia, kamu harus sering-sering mengajaknya mampir ke rumah ini. Supaya kita bisa makan bersama, dan mengobrol bersama seperti ini.


Perkataan Sarah hampir saja membuat Grayson berdehem, tapi segera dia tahan dengan cara menelan ludahnya.


Sering bertemu Chiara? Pasti akan sangat menyenangkan bagi Grayson. Tapi jika itu bersamaan dengan Aaron? Rasanya Grayson akan mencoba berpikir apakah dia akan ikut, atau mencari alasan untuk menghindar.


Toh, bagi Grayson, jika ada Aaron di dekat Chiara, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk berbincang dengan suasana santai seperti ini bersama Chiara, yang ada justru suasana dingin dan menegangkan.


“Iya Ma, aku akan mengatakannya kepada om Aaron.” Chiara berusaha mengatakan hal itu dengan sikap setenang mungkin, tidak ingin kedua mertuanya tahu kalau hubungannya dengan Aaron, tidaklah sedekat seperti yang mereka pikirkan, karena diantara mereka ada surat perjanjian pernikahan yang tidak diketahui oleh mereka semua.


Beberapa saat kemudian, mereka mulai membicarakan tentang hal-hal yang terjadi di sekitar mereka beberapa waktu ini dengan disisipi sedikit gelak tawa saat Chiara menceritakan sesuatu yang konyol yang terjadi padanya.


# # # # # # #


Mata Revina langsung membulat sempurna melihat bagaimana salah seorang pelayan restauran mendekat ke arahnya, dan menyerahkan sebuah buket bunga segar yang terlihat cantik dan berbau harum.


“Ah… terimakasih Richard. Indah sekali....” Revina berkata sambil memeluk buket bunga itu di dadanya, dan mencium bagian ujung rangkaian bunga segar itu dengan sebuah tarikan nafas panjang, dan senyum di bibirnya.