Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
OM AARONKU DATANG! (2)



Entah bagaimana Chiara menggambarkan apa yang sedang dirasakannya malam ini begitu mengetahui kalau Aaron benar-benar datang, meskipun tidak menghadiri acara ulang tahunnya di hotel tadi.


Dengan rasa bahagia yang begitu membuncah di hatinya, Chiara tiba-tiba mempererat pelukannya pada Aaron dan menyandarkan bagian samping wajahnya ke dada Aaron yang secara otomatis langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedang menepuk-nepuk punggung Chiara, sambil menelan ludahnya dengan susah payah.


Aaron yang benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan sebuah pelukan erat dari Chiara yang masih mengenakan pakaian pestanya, sedang dia yang memang baru sampai ke apartemen setelah dari bandara, dan baru saja selesai mandi, meski udara terasa dingin, bagi Aaron cuaca di sekitarnya tiba-tiba terasa gerah karena tindakan Chiara sekarang ini.


Aaron masih mengenakan jubah handuknya (handuk yang berbentuk kimono) dan belum mengenakan pakaian, dengan posisi sebagian dadanya yang sedikit terbuka bersentuhan langsung dengan kulit wajah Chiara yang saat ini sedang memeluknya dengan begitu erat, seolah takut Aaron langsung menghilang darinya.


Beberapa kali Aaron harus menahan nafasnya karena pelukan Chiara yang mau tidak mau membuat dadanya berdegup kencang dan otot-otot tubuhnya menegang.


My little girl... tindakanmu sekarang ini... benar-benar berbahaya untuk kita. Terutama untukku....


Aaron berkata dalam hati sambil menyeka keringat dingin yang tiba-tiba muncul di keningnya tanpa diundang.


Menyadari bahwa kondisinya saat ini bisa membuat dirinya lupa diri, Aaron berniat mundur dan melepaskan dirinya dari pelukan Chiara, sebelum tindakan Chiara membuatnya berpikir bahwa Chiara memang miliknya sepenuhnya, dan dia sebagai suami sah Chiara, merasa berhak untuk meminta sesuatu yang lebih dari Chiara.


Tapi Chiara yang begitu bahagia melihat kehadiran Aaron, dengan polosnya menikmati keberadaan tubuh Aaron yang baru saja mandi sehingga bau tubuhnya tercium sangat menyegarkan, dan justru memeluk Aaron tanpa menyadari bahwa laki-laki yang dipeluknya saat ini sedang dengan sekuat tenaga sedang berusaha mengendalikan diri dan menahan hasratnya.


Karena dengan alasan apapun, bagi Aaron, Chiara adalah satu-satunya gadis yang dicintainya dengan begitu dalam, sehingga mau tidak mau berada di dekat gadis itu tanpa berusaha menunjukkan bahwa dia begitu mencintainya, adalah hal yang sangat sulit dilakukan oleh Aaron.


"Chiara...." Akhirnya Aaron berusaha menyebutkan nama Chiara setelah berhasil membuat dirinya terkendali, nafasnya beberapa kali dia tahan agar tidak menunjukkan bahwa nafasnya barusan terdengar memburu, seperti orang yang baru saja berlarian.


"Terimakasih untuk hadiah indahnya Om, terutama untuk kedatangan Om hari ini. Om Aaron sudah datang dari jauh. Aku senang sekali. Aku benar-benar tidak menyangka Om Aaron benar-benar datang." Chiara menjawab pangggilan Aaron dengan celotehannya, memeluk Aaron dengan sangat erat beberapa detik sebelum akhirnya melepaskan pelukannya dari tubuh Aaron.


Aaron langsung bernafas lega begitu Chiara melepaskan pelukannya, meskipun setelah itu dia masih harus mengedalikan dirinya dengan baik melihat bagaimana wajah cantik Chiara dengan gaun berwarna merah muda yang belum sempat membersihkan diri tadi.


Wajah cantik itu adalah wajah gadis yang begitu dirindukan setengah mati oleh Aaron beberapa waktu ini.


Wajah cantik yang kadang membuat Aaron nekat, jika dia sudah tidak bisa menahan rindunya, Aaron akan melakukan teleportasi yang akan membuat tubuhnya melemah selama beberapa waktu, demi agar dia bisa menatap wajah Chiara secara langsung walau dengan diam-diam.


"Terimakasih Om." Chiara langsung berkata sambil tersenyum lebar, dengan matanya yang masih terlihat ada aura tidak percaya menatap ke arah Aaron tanpa berkedip, dengan jantungnya yang berdetak keras karena laki-laki yang dicintainya itu sekarang benar-benar ada bersamanya.


Ingin rasanya Chiara kembali memeluk Aaron, mengelus wajah tampannya untuk memastikan bahwa sosok itu benar-benar nyata.


"Mmmm... bolehkah aku berganti pakaian dulu? Setelah itu kita bisa mengobrol...."


"Boleh Om, Chiara juga akan berganti pakaian dulu kalau begitu." Chiara berkata dengan nada cerianya, dan berniat beranjak menjauh untuk kembali ke kamarnya.


Namun sebuah gerakan cepat dari Aaron yang memegang pergelangan tangan Chiara, membuat Chiara langsung menghentikan gerakannya.


"Chiara... eh... mmm... nanti saja berganti pakaianmu. Besok kamu harus sekolah, kita mengobrol sebentar saja dan meniup lilin untuk merayakan ulang tahunmu malam ini." Dengan sedikit gugup, Aaron mencegah Chiara untuk berganti pakaian.


Aaron memang menyiapkan perayaan kecil-kecilan ulang tahun Chiara di apartemen ini.


Hanya sebuah roti tart berukuran kecil, dan juga ayam goreng fried chicken yang sedang dalam perjalanan untuk dikirimkan ke apartemen, dan sebotol minuman bersoda, juga kentang goreng.


Sebuah persiapan yang sangat sederhana, tapi semua hal yang disiapkan oleh Aaron, merupakan makanan favorit Chiara.


Tapi alasan utama Aaron mencegah Chiara berganti pakaiannya, sebenarnya adalah karena dia masih ingin menikmati penampilan cantik dan menggemaskan dari Chiara yang saat ini sedang mengenakan gaun pestanya yang cantik.


"O, begitu ya? Kalau begitu, Om ganti pakaian dulu saja. Aku tunggu diluar ya." Chiara berkata sambil bersiap melangkah kembali.


"Tidak perlu menunggu di luar. Kamu tunggu saja di balkon kamar ini. Kita mengobrol disana saja setelah ini." Aaron berkata sambil sudut matanya melirik ke arah dinding kaca yang ada di kamarnya, dimana dibaliknya terdapat balkon berukuran cukup luas.


"Oke, jangan lama-lama ya Om, atau aku akan berjamur karena kelamaan menunggu Om Aaron." Permintaan Chiara yang diucapkannya dengan nada memohon dan manja, membuat Aaron langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, karena diapun ingin segera bisa merayakan ulang tahun Chiara meski sangat sederhana.