
Mata Sarah tampak mengernyit sambil terus mendekat ke arah nakas, membuat Aaron menjadi merasa was-was, mulai menebak-nebak apa yang sedang dilihat oleh Sarah saat ini, dan yang membuat Sarah terlihat cukup kaget.
"Aaron... kalian ini ya...." Sarah berakta sambil membungkukkan tubuhnya, dan meraih sesuatu dari lantai, lalu menyodorkannya ke arah Aaron yang matanya langsung melotot.
"Ini... serahkan ke Chiara, dia pasti bingung kalau harus keluar dari kamar mandi tanpa mengenakan ini. Kalau waktu kalian berdua tidak apa-apa. Tapi kalau mama disini, dia pasti merasa tidak nyaman tanpa benda ini." Tanpa merasa canggung, karena Sarah berpikir Aaron adalah suami Chiara, Sarah menyodorkan bra berwarna pastel yang tadi tampak tergeletak di lantai dekat nakas.
(Salah satu pakaian dalam wanita yang dikenal dengan sebutan bra atau BH merupakan hal yang familiar. Bra yang biasa dikenakan wanita dirancang untuk menopang payudara wanita agar nyaman digunakan saat beraktivitas.
Wanita telah mengikat dan menopang payudara mereka selama berabad-abad. Bra pertama mungkin berasal dari Yunani kuno, di mana wanita membungkus pita kain di dada mereka, mengikat atau menjepitnya di belakang.
Mengapa pakaian dalam wanita yang satu ini disebut bra? Kata "brassiere" digunakan sebagai konsep yang tersebar luas. Kata tersebut berasal dari bahasa Prancis yang berarti "lengan atas".
Menurut majalah Life, pada tahun 1889 Herminie Cadolle dari Perancis menemukan bra modern pertama. Bra muncul dalam katalog korset sebagai pakaian dalam dua potong, yang awalnya dia sebut ngarai korselet, dan kemudian le bien-être yang berarti kesejahteraan.
Pakaian dalam wanita yang satu ini diberikan sebutan "bra' dikarenakan pada hari itu, 3 November 1914, Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat memberikan hak paten kepada Mary Phelps Jacobs untuk pakaian yang dia sebut "brassiere".
BH sendiri merupakan kepanjangan dari Bustle Houder yang merupakan bahasa Belanda yang memiliki arti penyangga payudara. Masuknya Eropa ke Indonesia mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia yang saat itu masih senang bertelanjang dada. Mereka membawa korset yang merupakan pakaian dalam untuk membuat tubuh menjadi lebih ramping.
Menurut desainer dan pengamat mode Sonny Muchlison, keraton yang dikenal sangat mengikuti tren dalam berpakaian juga ikut mempopulerkan korset, terutama saat era Soekarno. Namun karena munculnya bh atau bra, penggunaan korset pun mulai berkurang dan wanita banyak yang beralih menggunakan bra).
Karena terlalu terburu-buru dan tidak berpikir panjang, tadi tanpa sengaja saat menarik pakaian untuk dikenakannya setelah mandi, Chiara membuat BHnya ikut tertarik keluar dan jatuh di lantai.
Aaron yang melihat Sarah mengulurkan bra milik Chiara padanya langsung menelan ludahnya dengan tatapan mata tidak berkedip menatap ke arah bra itu, untung saja Sarah tidak melihat bagaimana kagetnya Aaron dengan wajahnya yang langsung memerah seperti kepiting direbus.
Tanpa mengatakan apa-apa lagi kepada Aaron, Sarah menggoyang-goyang kan bra itu di depan Aaron, sambil matanya sibuk melihat ke atas nakas, dimana ada foto pernikahan antara Aaron dan Chiara dalam bingkai berukuran kecil, yang tadinya sengaja diambil Aaron dari dalam laci nakasnya, dan meletakkannya di atas, agar orang berpikir bahwa hubungan mereka selama ini benar-benar romantis.
"Eh, iya Ma." Akhirnya tanpa adanya pilihan lain, Aaron mengambil bra yang disodorkan oleh Sarah kepadanya.
"Aku antar ini ke kamar mandi dulu ya Ma." Aaron berkata sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Mau tidak mau, Aaron melihat ke arah benda yang sedang dipegangnya saat ini, dimana di bagian dalamnya terdapat angka yang tertulis di kain berukuran kecil.
Tanpa sadar, setelah membaca angka itu, Aaron justru bergumam dalam hati dan mulai membayangkan yang tidak-tidak, karena bagaimanapun dia adalah seorang laki-laki tulen.
Sial... sepertinya mulai malam ini aku harus sering-sering mengguyur kepalaku dengan air dingin agar tidak terus berpikiran mesum seperti sekarang ini.
Aaron berkata dalam hati sambil mempercepat langkahnya, karena benda yang ada di tangannya sekarang benar-benar membuat hatinya berdenyut keras.
"Chiara...." Dengan sebuah ketukan di pintu sambil memanggil nama Chiara, Aaron berharap agar Chiara segera membuka pintu kamar mandi.
Selain itu, Aaron berharap kalau Chiara tidak melakukan sesuatu yang aneh lagi, karena kondisinya sekarang sudah semakin sulit akibat harus menahan senjata pusakanya yang hari ini sedikit sulit dia ajak bekerja sama.
Sayangnya, harapan Aaron tinggallah harapan, karena tiba-tiba saja Chiara membuka pintu, sambil bersembunyi di balik pintu, dengan bahunya yang masih terlihat polos dan basah oleh air karena belum sempat mengeringkannya dengan handuk, terlihat jelas di depan mata Aaron saat ini.
"Iya Om...." Sambil membuka pintu dan menyembunyikan tubuhnya yang masih polos, Chiara menjawab panggilan Aaron dan menatap ke arah Aaron tanpa merasa bersalah sama sekali, dengan tatapan lugunya, membuat tanpa ampun Aaron menelan ludahnya dengan kasar di depan Chiara tanpa bisa dia tahan lagi, sehingga jakunnya bergerak ke atas dan bawah dengan begitu jelas.
(Jakun (dalam bahasa kedokteran disebut prominentia laryngea) adalah tonjolan di tengah tenggorokan yang terbuat dari tulang rawan tiroid — dinamakan demikian karena letaknya tepat di atas kelenjar tiroid. Organ ini merupakan bagian berupa tonjolan yang berada di tenggorokan dan bersinggungan dengan sistem pernapasan manusia. Jakun tersusun atas tulang rawan yang bersifat kuat, namun lebih lunak dan fleksibel dibanding tulang pada umumnya.
Pada pria, jakun terlihat lebih menonjol karena pria memiliki laring yang lebih besar. Ukuran laring yang besar ini menyebabkan pada umumnya pria memiliki suara yang lebih berat, besar dan dalam dibanding dengan suara wanita).
Chiara yang tidak melihat apa yang sudah terjadi pada Aaron, justru membeliakkan matanya dengan wajah terlihat senang melihat ke arah tangan Aaron yang sedang memegang bra miliknya, yang tadi tidak sempat dibawanya ikut serta masuk ke kamar mandi bersamanya.
"Wah terimakasih Om. Darimana Om dapat ini? padahal aku tadi sudah kebingungan karena bra yang aku pakai sebelumnya, jatuh ke lantai dan basah terkena air." Dengan santainya Chiara berkata sambil meringis, merasa senang Aaron seperti seorang pahlawan yang sudah menyelamatkannya dengan membawakannya bra bersih dan kering untuknya.
"Eh... emmm... anu... tadi ditemukan mama Sarah terjatuh di lantai dekat nakas." Aaron berkata dengan sikap salah tingkah, dan juga suara yang terdengar sedikit parau akibat menahan hasrat dalam dirinya.
"Kalau begitu terimakasih ya Om. Aku selamat berkat Om Aaron. Aku juga harus berterimakasih kepada mama Sarah." Chiara berkata sambil menjulurkan tangannya, meraih bra dari tangan Aaron, membuat semakin banyak bagian bahu dan juga dada Chiara dengan kulit putih mulusnya yang masih basah oleh air, yang terlihat tanpa sengaja oleh Aaron.
Haist! Bagaimana bisa malam ini aku tidur dalam satu kamar dengan Chiara kalau sepanjang hari ini dia membuatku berpikir yang tidak-tidak tentangnya.
Aaron berkata dalam hati dengan sikap pasrah, karena dia yakin, semua kejadian ini sepanjang hari ini akan membuatnya sulit untuk tidur, karena dia pasti akan terbayang-bayang terus, termasuk pemandangan indah, kulit putih mulus bagian atas tubuh Chiara yang baru saja tersaji tepat di depan matanya.