
Aduh... om Aaron mengajak kami ke jalan X? Apa om Aaron berniat meminta traktiran di restauran mewah yang ada di sana? Akh... benar-benar celaka kalau memang seperti itu. Mana cukup uangku untuk membeli makanan di tempat itu?
Chiara berkata dalam hati dengan sikap tidak tenang, karena dia tahu uangnya pasti tidak akan cukup jika Aaron benar-benar mengajaknya kesana.
Beberapa kali Chiara berusaha menghitung uang tunai yang dimilikinya, juga uang yang masih ada di kartu debetnya, dan juga perkiraan harga makanan di restauran mewah itu, yang bagaimanapun dia ketahui memang cukup mahal untuknya, karena acara ulang tahun Revina ke 20 waktu itu dirayakan disana.
Pada akhirnya, Chiara harus menahan nafasnya dengan sikap bingung, karena tahu pasti kalau uang yang dimilikinya, tidak akan cukup untuk membayar tagihan makanan di sana, meskipun kurangnya juga tidak akan banyak sekali.
Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang? Tidak mungkin kan aku mengatakan pada om Aaron kalau budget yang aku sediakan untuk traktiran makan malam ini tidak cukup jika harus mentraktirnya di restauran itu?
Lagi-lagi Chiara berkata dalam hati dengan wajah menoleh ke samping, matanya menerawang keluar jendela, sibuk berpikir jalan keluar yang mungkin bisa dia temukan dengan cepat.
(Budget merupakan anggaran belanja atau budget umumnya merujuk pada daftar rencana seluruh biaya dan pendapatan. Dalam membuat anggaran belanja, seseorang harus memikirkan seberapa banyak pendapatan/uang yang dia miliki. Anggaran belanja merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan manusia, agar tidak terjadi besar pasak daripada tiang (pengeluaran lebih besar dari pendapatan).
Ahhh.... ya.... Grace dan Jaka, mungkin mereka berdua bisa membantuku.
Chiara yang sudah menemukan ide, langsung membuka tas rancel kecilnya, dan mengambil handphone miliknya, untuk kemudian menuliskan pesan di grup chat yang beranggotakan dia, Jaka dan Grace.
Guys... help me! (Chiara)
Ada apa denganmu Chiara? Jangan bilang kamu minta aku ikut memilih pakaian lagi untuk bertemu dengan om Aaronmu. (Jaka)
Please deh Chiara... ada gempa bumi? Kebakaran? Atau apa? Kenapa butuh bantuan? Biasanya tante Mona membuat masalah saja kamu tidak pernah minta bantuan pada kami? (Grace)
@Grace... betul sekali tuh... (Jaka)
Pasti ini karena om Aaron deh. Sekarang hanya nama om Aaron di otak Chiara. (Grace)
Iya, bisa-bisa semester ini Chiara jadi peringkat paling bontot di sekolah, karena semua jawaban Chiara dalam kertas ujian isinya om Aaron semua. Ha ha ha. (Jaka)
Aku jadi penasaran, om Aaron itu kenapa ya tiba-tiba mau menikahi Chiara? Apa sebenarnya om Aaron sudah lama jatuh cinta pada Chiara dan menguntit Chiara? Wk wk wk wk. (Grace)
Betul Grace, orang sekeren dan sehebat om Aaron tiba-tiba menyukai gadis ingusan seperti kalian, pasti ada sesuatu dibalik semuanya itu. Kira-kira apa ya? (Jaka)
Mungkin Chiara ternyata adalah salah satu spionase (mata-mata) hebat dan terlatih yang sedang hilang ingatan dan om Aaron harus melindunginya agar rahasia negara tidak bocor ke orang lain. (Grace)
Begitu membaca pesan dari Jaka dan Grace yang saling bersahutan dan mengolok-oloknya, mata Chiara sedikit melotot.
Hadew... mereka berdua ini benar-benar tidak bisa diajak serius.
Please... jangan bercanda dong guys.... Aku sedang bersama om Aaron untuk mentratirnya makan malam. Tapi kalian tahu, uang jajanku tidaklah sebesar uang jajan kalian. Dan celakanya, sekarang om Aaron sedang mengajakku ke arah jalan X.
Akhirnya Chiara menuliskan pesan yang menunjukkan kesulitannya saat ini.
Begitu membaca pesan dari Chiara, Jaka dan Grace, meski mereka berada di tempat yang berbeda, sama-sama membeliakkan matanya, antara kasihan pada Chiara, tapi juga merasa geli dan ingin menertawakan nasib temannya.
Ist! Jalan X? Bukannya di sana banyak restauran besar, dan salah satunya restauran mewah dan paling mahal di kota bahkan negara ini? Wah, habislah kamu Chiara!
Lalu... apa yang bisa kami bantu Chiara?
Grace yang akhirnya tidak tega langsung bertanya pada Chiara.
Bisa tidak kalian meminjamkan uang padaku? Aku janji akan mengangsurnya tiap bulan begitu jatah bulananku keluar. Memang dengan jatah bulananku yang kecil, pasti lama untuk bisa mengembalikannya. Tapi please... bantu aku kali ini.
Pesan dari Chiara membuat Jaka dan Grace tanpa sadar, meski tidak salinmg berjanji untuk melakukannya, tapi mereka berdua langsung sama-sama menarik nafas panjang.
Kamu tahu aku paling tidak bisa memegang uang. Jadi kamu tahu aku tidak banyak memiliki uang di tabunganku, dan bahkan saldo tabunganku kadang berada di angka 0.
Jaka langsung menuliskan pesan, diakhiri dengan emotion menangis.
Aku ada sedikit tabungan Chiara, tapi kalau benar kalian berdua akan makan malam di tempat itu, aku tidak yakin kalau tabunganku cukup meski aku pinjamkan padamu semuanya.
Grace juga ikut langsung menuliskan pesan pada Chiara.
Bukan kami berdua, tapi juga ada Revina yang tadi memaksa untuk ikut bersama kami.
Chiara membalas pesan di grupnya sambil menghela nafas panjang.
Untuk membayar tagihan makan malamku dan om Aaron saja belum tentu cukup, apalagi jika ditambah dengan Revina, atau bahkan pak Zac.
Chiara berkata dalam hati sambil menatap ke arah layar handphonenya, berharap Grace atau Jaka menuliskan pesan yang bisa melegakan hatinya, dan mungkin merupakan jalan keluar yang terbaik.
Hah? Revina? Buat apa sepupumu itu ikut makan malam dengan kalian berdua? Kenapa sih ada nyamuk yang bikin gatal seperti dia?
Grace langsung menuliskan pesan berupa omelan.
Aaron yang melihat bagaimana sedari tadi Chiara tidak mengeluarkan suaranya sama sekali, dan sibuk memandang dan mengetik pesan di handphonenya, beberapa kali tampak melirik ke arah Chiara.
Laki-laki tampan itu beberapa kali bahkan tampak menahan nafasnya melihat bagaimana Chiara yang biasanya ceria dan banyak bicara, sore ini terlihat begitu pendiam, dan justru terlihat sedikit murung.
Namun beberapa saat kemudian Aaron mengalihkan pandangannya ke samping, ke arah kaca mobil, berusaha mengalihkan pikirannya dari Chiara, dengan mengamati hiruk pikuk jalanan yang sedang dilewatinya dari balik jendela mobilnya, seolah mencoba memberikan waktu pribadi bagi Chiara, tanpa berniat mengganggunya.
Chiara, aku akan coba pinjamkan uang ke kakakku. Aku akan mengatakan kalau kamu yang membutuhkan, bukan aku. Kamu tahu kan kakakku itu juga sudah menganggapmu adiknya, bahkan sepertinya dia lebih menyayangimu daripada aku.
Pesan balasan dari Grace langsung membuat wajah Chiara kembali sedikit ceria.
Seperti kata Grace, kakak laki-laki Grace yang merupakan direktur utama dari perusahaan keluarganya itu memang terlihat begitu menyayangi Chiara.
Bahkan Grace pernah bilang kalau saja kakaknya itu belum menikah, Grace tidak keberatan jika suatu ketika, saat Chiara dewasa bisa menjadi kakak iparnya.
Sayangnya harapan Grace hanya tinggal harapan, karena kakaknya keburu menikah beberapa bulan lalu dengan kekasihnya, yang sebenarnya tidak terlalu disukai oleh Grace.