
Untung saja Aaron segera menguasai dirinya, dan menarik nafas panjang agar dia bisa mengendalikan diri terhadap rasa cemburunya yang hampir saja membuatnya lupa diri, dan meluapkan kemarahannya dan hampir mengeluarkan kekuatan supernya.
Dengan kekuatan super yang dimilikinya, entah apa yang akan terjadi pada gedung apartemen itu jika Aaron benar-benar menghentakkan kakinya dengan tenaga penuh.
Jika saja Aaron mengeluarkan seratus persen kekuatannya, dia tidak menjamin kalau lantai gedung itu bisa bertahan tidak ambrol ke bawah, dan juga berapa kekuatan gempa lokal di gedung itu yang bisa dia timbulkan.
Mengingat dengan manjanya Chiara memeluk lengannya tadi sambil bergelayut di lengannya, bahkan membuat lengannya menyentuh dada Chiara tanpa Chiara merasa canggung dan menghindar, merupakan salah satu alasan yang membuat emosi dan rasa cemburu Aaron sedikit menurun levelnya.
Paling tidak Aaron masih sadar, sampai detik ini, Chiara terlihat begitu nyaman saat bersamanya, dan masih menjadi istrinya yang sah, sehingga orang lain tidak akan dengan mudah mengambil Chiara darinya, meskipun tindakan aneh Chiara di lift tadi cukup membuatnya merasa penasaran, apa yang sudah terjadi pada istri kecilnya itu, kenapa tiba-tiba Chiara terlihat gugup dengan wajahnya yang terlihat memerah, tapi suhu tubuhnya normal-normal saja.
Dan lagi-lagi, Aaron merasa itu bukan sesuatu yang terlalu mengkhawatirkan, melihat bagaimana dengan santainya sekarang Chiara berdiri di sampignya dan gadis itu baru saja menggodanya dengan senyum manis tersungging di wajahnya.
“Ah, kalian berdua ini. Yang penting kalian harus saling percaya dan saling melindungi. Mama tidak akan pernah mau dengar kalau ada apa-apa dengan kalian. Bertengkar dan beda pendapat, mungkin juga salah paham adalah hal biasa antara pasangan suami istri, asal segera dibicarakan dengan baik dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Tidak boleh lebih dari 24 jam, harus segera diselesaikan. Jangan suka diam-diaman seperti anak kecil kalau ada masalah.” Aaron dan Chiara langsung saling berpandangan begitu mendengar nasehat tiba-tiba dari Sarah.
“Ma… kenapa tiba-tiba bicara seperti itu? Apa Mama pernah melihat aku dan om Aaron bertengkar atau saling mendiamkan satu sama lain?” Chiara spontan bertanya pada Sarah yang sedang menatap ke arah mereka.
“Tidak juga, mama hanya khawatir saja. Maklumlah, baru pertama memiliki menantu, jadi mama merasa perlu memastikan pernikahan kalian baik-baik saja dan bahagia tentunya.” Sarah berkata dengan serius.
“Tentu saja pernikahan kami baik-baik saja. Iyakan Om?” Chiara berkata sambil dengan percaya dirinya tiba-tiba saja memegang lengan Aaron, menggerakkannya agar melingkar di bahunya, dan kedua tanganya sendiri langsung bergerak memeluk pinggang Aaron, dan menyandarkan kepalanya ke arah Aaron.
Meski tindakan Chiara membuat tubuh Aaron sedikit tersentak, namun dengan cepat Aaron segera mengimbangi dan membalas tindakan mesra Chiara dengan mengecup puncak kepala Chiara di depan Sarah, dan juga tangannya yang sedang melingkar di bahu Chiara, bergerak pelan, mengelus-elus lengan atas Chiara dengan lembut.
Sikap Chiara dan Aaron akhirnya membuat Sarah tersenyum, sedang Johnson justru terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya melihat bagaimana istrinya sudah membuat Aaron dan Chiara harus membuktikan kalau hubungan pernikahan mereka berdua baik-baik saja.
“Sudahlah Ma, kenapa kamu memaksa mereka menunjukkan kemesraan seperti itu? Jangan-jangan kamu yang sedang ingin diperlakukan dengan mesra? Kalau begitu, biarkan mereka berdua dengan urusannya, kita dengan urusan kita. Jangan mengganggu urusan mereka yang pasti masih saling merindukan karena sudah setahun berpisah.” Johnson berkata sambil merengkuh bahu Sarah, membawanya dalam pelukannya, membuat Aaron sedikit kaget.
Karena biasanya, Johnson tidak pernah menunjukkan kemesraannya kepada Sarah, di depan orang lain, meskipun Aaron tahu papanya itu begitu mencintai mama tirinya itu.
Aaron berkata dalam hati dengan tatapan tidak percaya melihat begitu banyak perubahan yang ternyata sudah terjadi di tengah-tengah keluarga Malverich.
Dan Aaron yakin sedikit banyak itu terjadi karena adanya Chiara di tengah-tengah mereka, seperti yang pernah diceritakan Zachary padanya, tentang begitu besarnya pengaruh Chiara terhadap Johnson, Sarah, termasuk Grayson.
“Oke Aaron, kami akan ke kamar beristirahat. Acara tadi cukup melelahkan. Sepertinya wajah Chiara juga sudah mulai mengantuk.” Sarah berkata sambil melihat ke arah Chiara yang memang wajahnya terlihat sudah mengantuk.
Karena biasanya memang Chiara termasuk orang yang tidurnya tidak terlalu malam, dan bangunnya lumayan pagi karena waktu SMA dulu, dia selalu menyempatkan diri untuk belajar lagi sebelum bersiap untuk berangkat sekolah.
“Benar, kalian perlu cukup istirahat, agar bisa segera memberikan cucu seperti keinginan mamamu.” Dengan santainya Johnson mengucapkan kata-kata yang membuat baik wajah Aaron maupun Chiara sedikit memerah.
Dan kata-kata Johnson langsung membuat Chiara melepaskan pelukannya dari pinggang Aaron, karena dilihatnya Sarah dan Johnson yang sudah berjalan menjauh dan tidak lagi melihat apa yang sedang dilakukan Chiara dan Aaron.
Sedang Aaron, secara otomatis mengikuti tindakan Chiara dengan menjauhkan lengannya dari bahu Chiara, melepaskan pelukannya, meskipun sebenarnya Aaron tidak keberatan jika mereka tetap dalam posisi seperti itu untuk beberapa waktu ke depan.
“Ehem….” Suara deheman kecil langsung terdengar dari bibir Aaron yang berjalan ke arah kamarnya.
“Om Aaron… maaf ya…” Chiara yang mengikuti langkah-langkah Aaron ke kamar langsung berkata dengan suara pelan, merasa tidak enak karena tadi tiba-tiba saja langsung memeluk Aaron tanpa permisi, dan bersikap mesra dengan menyandarkan kepalanya ke dada Aaron.
“Apa yang perlu dimaafkan?” Chiara sedikit tersentak kaget karena tiba-tiba saja, begitu mereka sudah berada di dalam kamar Aaron, Aaron membalikkan tubuhnya, sehingga tubuh mereka saling berhadap-hadapan, dengan mata amber Aaron menatap ke arah Chiara dalam-dalam, membuat dada Chiara berdebar dengan keras kembali.
Bahkan, andai saja kamu mau melakukan lebih dari yang tadi, aku tidak akan keberatan sama sekali. Kamu belum tahu saja bagaimana dalam tidurmu kamu sudah melakukan hal yang jauh lebih dari yang barusan kamu lakukan padaku,
Aaron berkata dalam hati, sambil mengingat bagaimana pagi tadi sebelum terbangun, Chiara sudah memeluknya seperti guling, dengan paha yang bergerak-gerak tepat di atas benda pusakanya, sehingga sempat membuatnya terbangun, membuat Aaron harus mengalami siksaan bathin, sedang Chiara tetap tertidur pulas dengan wajah polosnya.