
Tapi entah kenapa, malam ini tiba-tiba saja Grayson ingin melewati jembatan itu kembali setelah hari ini merasa begitu emosi karena Aaron.
Begitu tiba di tempat itu, Grayson langsung menghentikan mobilnya dengan cepat di salah satu ujung jembatan, lalu memilih untuk berjalan kaki ke arah tengah-tengah jembatan yang tampak lengang malam itu.
Hujan angin yang begitu deras, disertai dengan petir yang menyambar kesana kemari, dan membuat beberapa pohon tampak tumbang dan mengganggu jalannya lalu lintas, membuat orang malas keluar, sehingga jalanan tampak jauh lebih sepi dari biasanya.
"Apa yang sebenarnya sedang aku lakukan di sini sekarang?" Grayson berkata sambil berdiri termenung di pagar pembatas jembatan, memandang lurus ke depan.
Jika melihat pemandangan kota dari jemabatan yang di bawahnya mengalir sungai yang cukup lebar dan deras itu, orang lain mungkin akan mengatakan kalau pemandangan malam dari tempat itu terlihat begitu indah.
Akan tetapi bagi Grayson yang memiliki kenangan buruk, dimana dia kehilangan kakak kandungnya, dan menganggap Aaron sebagai penyebab kematian Jasmine di tempat ini, hanya ada sakit hati, rasa kecewa, kemarahan dan rasa benci yang tersisa di hati Grayson saat berdiri di tengah jembatan itu.
Hingga lebih dari 10 menit Grayson berdiri di tempat yang sama, sampai dia tidak menyadari kalau ada segerombolan anak muda yang pulang dari tempat karaoke dengan kondisi mabuk, mendekat ke arahnya.
"Hei Bung! Kamu sepertinya cukup kaya untuk bisa memberi kami sedikit uang untuk bersenang-senang malam ini." Salah satu dari pemabuk itu berjalan mendekat dengan sempoyongan ke arah Grayson yang langsung membalikkan tubuhnya.
"Aku bukan bank tempat kalian menyimpan uang kalian. Pergilah! Jangan menggangguku!" Grayson berkata dengan tidak memperdulikan permintaan dari laki-laki mabuk itu.
"Aih-aih... sok jago sekali kamu ya. Apa kamu belum tahu kalau kami adalah penguasa tempat ini." Laki-laki berjalan mendekat ke arah Grayson dan mengulurkan tangannya ke arah Grayson, yang langsung disambut dengan sebuah pukulan oleh Grayson ke arah wajah pemabuk itu, yang tubuhnya langsung terhuyung ke belakang.
"Sial! Benar-benar cari mati ya!" Pemabuk itu langsung menegakkan tubuhnya kembali, dan mengangkat tangannya, memberi kode pada teman-temannya agar secara bersamaan menyerang Grayson.
Dengan gerakan cepat, Grayson yang juga emosi karena merasa terganggu, langsung menghajar mereka dengan membabi buta, membuat para pemabuk itu kewalahan.
Begitu melihat kondisi yang tidak menguntungkan, dengan beberapa orang yang mulai jatuh tergeletak sambil memegang perut mereka dengan wajah kesakitan, salah seorang dari pemabuk itu tibva-tiba menggerakkan kedua jari tangannya ke mulutnya, dan bersiul dengan keras.
Grayson yang awalnya merasa lega karena sudah merasa berhasil mengalahkan para pemabuk itu, langsung terbeliak kaget begitu melihat bagaimana puluhan orang keluar dari berbagai dua ujung jembatan setelah mendengar bunyi suitan sebagai kode untuk memanggil mereka semua.
Dari kegelapan mereka semua berjalan mendekat, dan beberapa diantara mereka bahkan membawa tongkat pemukul di tangannya.
Jika sebelumnya, Grayson dengan mudah mengalahkan beberapa pemabuk, kali ini Grayson tahu kalau dia tidak mungkin menang mengalahkan puluhan orang berwajah beringas itu.
Dengan menarik nafas panjang, akhirnya Grayson berusaha melawan mereka dengan kemampuan yang dia miliki, yang tentu saja tidak sebanding dengan jumlah orang yang begitu banyak.
Grayson hampir saja menyerah, membiarkan tubuhnya dihajar habis-habisan oleh sekelompok preman itu, ketika dirasakannya seseorang memeluk tubuhnya dari samping, sambil menghalangi mereka melukai Grayson, dan juga menghajar semua orang yang sudah mengeroyoknya.
“Aaron….” Sekilas setelah mendongak dan memandang wajah penyelamatnya, Grayson menyebutkan nama Aaron yang menariknya menjauh dari kelompok gerombolan preman yang menyerangnya, membawa Grayson masuk ke dalam mobilnya, dengan kecapatan supernya.
“Akh…!”
“Aduh…!”
Tidak perlu waktu lama, tidak lebih dari 5 menit, Aaron sudah berhasil melumpuhkan puluhan preman yang berusaha menyerang Grayson.
Grayson yang berada di dalam mobilnya yang ada di ujung jembatan, dan menyaksikan bagaimana Aaron dengan kecepatan supernya menghajar semua preman itu, tiba-tiba tersentak kaget dan tubuhnya tiba-tiba menggigil seperti orang ketakutan.
Apa yang dilihatnya sekarang, mengingatkannya pada kejadian 7 tahun yang lalu, malam dimana Jasmine meninggal.
Malam itu Grayson sempat bertengkar dengan Jasmine karena Jasmine yang memarahinya, karena Grayson kembali ketahuan oleh Jasmine, tetap berhubungan dengan teman-temannya yang dikenal Jasmine sebagai pengedar sekaligus pengguna narkoba.
Meskipun Grayson tidak mengikuti jejak mereka, sebagai kakak, tentu saja Jasmine khawatir kalau Grayson lambat laun akan terseret juga oleh mereka, yang sedari awal memang mengincar Grayson agar tergabung dalam kelompok mereka, karena kekayaan yang dimiliki oleh keluarga Grayson bisa menjadi penyokong kegiatan illegal mereka.
Awalnya, mereka yang berpura-pura menjadi teman yang selalu mendukung dan membantu Grayson dari beberapa pemeras yang waktu itu sengaja mencegat Grayson, membuat hati Grayson terkecoh sehingga dengan senang hari dan bangga bergaul dengan mereka.
Padahal mereka memang sengaja berpura-pura baik dan membantu Grayson dari para pelajar lain berusaha memeras Grayson, sedangkan para pemeras itu adalah orang suruhan mereka sendiri.
Jasmine yang mendengar tentang kedekatan Grayson dengan para pengguna narkoba itu dari salah satu teman Grayson, langsung meminta bertemu Grayson, yang kebetulan saat itu sedang diajak teman-temannya itu berkumpul di jembatan.
Saat itu mereka sudah merencanakan untuk merayu Grayson untuk memberikan uang atas nama persahabatan, tapi kedatangan Jasmine di sana, membuat Grayson yang tidak tahu rencana jahat teman-temannya itu justru bertengkar dengan Jasmine.
Begitu teman-teman Grayson melihat kehadiran Jasmine, mereka justru berencana untuk sekalian merampok gadis cantik itu.
Pada akhirnya, Grayson yang mulai melihat adanya niat jahat dari orang-orang yang dianggap temannya itu, akhirnya berusaha melawan dan melindungi Jasmine.
Sayangnya jumlah mereka yang terlalu banyak, dan beberapa diantara mereka dalam keadaan mabuk, justru bertindak kasar dan menghajar Grayson.
Jasmine yang ketakutan, langsung berlari ke arah mobilnya dan bersembunyo di sana sambil menangis, dan berusaha untuk menghubungi Aaron yang tanpa membuang-buang waktu, langsung bergerak dengan kemampuan teleportasinya ke tempat itu.
Beberapa orang tampak menggedor-gedor bodi mobil Jasmine, untuk menakut-nakuti gadis itu, dan membuatnya keluar dari mobil.
Saat itu Grayson hampir saja menyerah, merasa putus asa, ketika Aaron tiba-tiba saja datang ke tempat itu, dan dengan gerakan cepat yang membuat Grayson melongo, langsung membantu Grayson menghajar para pengeroyoknya dengan kekuatan dan kecepatan super yang dia miliki.