Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
ADIK UNTUK LILA



"Pak Zac! Kak Anna! Kenapa pintunya dikunci dari luar?" Chiara langsung berkata sambil sedikit menggedor pintu kamar itu.


"Maaf Nona, kami hanya menjalankan perintah bu Sarah dan pak Johnson." Zachary berkata dengan sura keras dari balik pintu, sambil menyerahkan kunci pintu kamar itu kepada Anna, untuk diserahkan kepada Sarah, sesuai dengan perintahnya tadi.


"Pa... Ma... kenapa kak Chiara dikurung di kamar bersama om Aaron? Apa kak Chiara dan om Aaron sudah melakukan pelanggaran? Sehingga harus dihukum dengan dikurung di dalam kamar?" Pertanyaan polos dari Lila membuat Zachary dan Anna saling berpandangan dan menghela nafasnya.


"Bukan Lila. Kak Chiaramu dan om Aaronnya perlu waktu berdua dan tidak boleh ada orang lain yang mengganggu mereka. Karena itu mereka harus dikurung bersama. Lila juga sementara ini, tidak boleh dekat-dekat dengan kamar ini dan mengganggu mereka ya." Dengan sabar Anna berusaha memberikan pengertian pada Lila yang matanya memandang ke arah pintu kamar dengan tatapan sedih, karena berpikir kalau Chiara sedang dikurung di sana seperti sudah melakukan kesalahan fatal, dan sedang menjalani hukumannya.


"Jangan sedih begitu, kak Chiara bukan dihukum kok." Anna berkata sambil mengelus pelan rambut di kepala Lila.


"Ooo, begitukah? Apa kak Chiara akan baik-baik saja di dalam sana bersama om Aaron? Om Aaron tidak akan memarahi apalagi memukul kak Chiara kan?" Dengan polosnya Lila bertanya lagi sambil menatap ke arah Zachary dan Anna secara bergantian, dan terlihat khawatir.


"Tidak, tentu saja tidak. Om Aaron tidak akan mungkin memukul kak Chiara. Karena om Aaron sangat menyanyangi kak Chiara, seperti papa kepada mamamu." Zachary berkata sambil tersenyum, lalu mendekatkan bibirnya ke arah telinga Anna.


"Yang ada juga mengelus-elus, bukan memukul, seperti yang akan kita lakukan malam nanti. Benar kan honey?" Bisikan pelan dari Zachary, yang tidak bisa didengar Lila, membuat wajah Anna langsung memerah.


"Sembarangan saja, ingat ada Lila di kamar kita nanti malam Zac." Anna langsung berkata sambil melirik ke arah Lila yang memandang kedua orangtuanya dengan wajah bingung.


Biasanya memang di rumah Lila sudah memiliki kamarnya sendiri, terpisah dari kamar kedua orangtuanya.


Hanya saja jika sedang bepergian keluar rumah dan menginap, Lila akan merengek untuk bisa tidur bersama papa dan mamanya, bersikap manja pada mereka berdua.


"Lila... apa kamu masih mau adik?" Tiba-tiba Zachary bertanya kepada Lila yang beberapa waktu ini memang merengek karena menginginkan adik.


"Mau Pa... dimana? Kapan Lila bisa dapat adik Pa?" Dengan begitu bersemangat dan polosnya, Lila langsung menjawab pertanyaan Zachary yang membuat wajah Anna memerah karena tahu apa yang sedang dimaksudkan oleh Zachary dengan menanyakan hal seperti itu pada Lila.


"Oke, buatkan adik laki-laki untuk Lila ya Pa. Harus laki-laki ya. Lila maunya adik laki-laki." Dengan polosnya Lila kembali berkata sambil tersenyum ke arah Zachary.


"Kalau itu papa tidak bisa memastikan nak. Tapi papa bisa pastikan, kalau nanti dapatnya adik perempuan, papa dan mama akan buatkan lagi sampai dapat adik laki-laki. Auwww!" Zachary langsung menghentikan kata-katanya karena tiba-tiba sebuah cubitan yang cukup keras disarangkan oleh Anna ke pinggang Zachary.


"Zac...!" Anna yang masih mencubit Zachary berteriak tertahan, menyebutkan nama Zachary yang langsung meringis mendapatkan cubitan dari Anna, yang baginya adalah cubita mesra dan jawaban iya atas rencananya nanti malam di kamar yang akan mereka tempati.


"Sakit Honey...." Zachary berkata pelan sambil memandang wajah istrinya dengan tatapan sayu dan memelas yang sengaja dibuat-buat, tapi tatapannya jelas menatap Anna dengan tatapan mesra, membuat Anna langsung mengalihkan pandangan wajahnya ke arah Lila.


"Kita main di luar dulu yuk Lila, setelah itu, kita istirahar sebentar di bangunan villa sebelah." Dengan cepat, Anna segera mengalihkan pembicaraan dan menggandeng tangan Lila, segera mengajaknya pergi menjauhi Zachary yang lansung mengejar istrinya, dan berjalan tepat di sampingnya kembali.


"Lila sudah setuju, jadi nanti malam kita bisa mulai proses membuatkan adik buat Lila. Tidak ada alasan untuk menolakku malam ini." Zachary berbisik pelan ke telinga Anna yang langsung terlihat memerah daun kupingnya, apalagi dengan gerakan cepat tanpa bisa dihindari oleh Anna, Zachary mengecup kecil telinga Anna dengan bibirnya, membuat bulu kuduk Anna langsung meremang dan mengalihkan wajahnya dari jangkauan mata Zachary.


Agar Zachary tidak melihat bahwa saat ini Anna sedang menahan senyum bahagianya, karena bagi Anna, kenapa juga dia harus menolak permintaan dari suami tercintanya tentang hal itu.


# # # # # # #


"Om... bagaimana ini? Sepertinya mereka sudah pergi meninggalkan kita terkurung di kamar ini berdua." Chiara dengan wajah sedikit panik, langsung berkata kepada Aaron, setelah mendengar suara langkah kaki yang semakin menjauh, menunjukkan kalau Zachary dan anak istrinya benar-benar sudah meninggalkan mereka dalam kamar yang terkunci dari luar.


Aaron masih diam termenung di tempatnya berdiri sekarang setelah melihat apa yang sudah dilakukan Zachary dan Anna padanya dan Chiara.


Meskipun Aaron tahu selama berlibur dia harus satu kamar kembali dengan Chiara jika tidak ingin Sarah kembali marah dan mengomel, tapi dia sungguh tidak menyangka kalau mamanya akan mengurung dia seperti ini.


Dan Sarah memerintahkan hal seperti itu pada Zachary yang merupakan tangan kanan Aaron, asisten pribadinya.