Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
SELALU PERCAYA PADAMU



“Tiket konser musik Om Aaron.” Chiara berkata pelan dan nada ragu, merasa takut jika Aaron marah, berpikir bahwa dia dan Romi saling menjalin hubungan dan komunikasi di belakangnya, takut kalau Aaron salah paham padanya karena hadiah dari Romi itu.


Aaron yang sudah membuka amplop itu, menarik dua lembar tiket konser yang terdapat di dalamnya, membaca dan mengamatinya, lalu memasukkan kembali kedua lembar tiket konser itu ke dalam amplop kembali.


“Om… bukan aku yang meminta tiket itu, sunggguh…. Aku juga tidak tahu kenapa Romi memberiku hadiah ulang tah….”


“Aku tahu.” Aaron memotong perkataan Chiara dengan perkataan yang singkat, membuat dengan tatapan sayu, Chiara menatap ke arah Aaron.


“Om Aaron… apa Om Aaron marah? Aku berkata jujur Om. Aku dan Romi tidak ada….” Belum lagi Chiara menyelesaikan kata-katanya, tangan Aaron bergerak ke atas, lalu mengacak pelan rambut di puncak kepala Chiara.


“Kan sudah aku katakan aku tahu. Kamu tidak punya hubungan apapun dengan Romi. Bukan kamu yang meminta Romi mengirimkan hadiah ulang tahun untukmu.” Chiara langsung menarik nafas lega begitu mendengar perkataan Aaron.


Bagiku… Romi hanyalah seorang laki-laki tidak tahu diri yang tidak sadar akan posisinya. Laki-laki kurangajar yang berusaha mengganggu dan merebut milik orang lain.


Aaron melanjutkan kata-katanya dalam hati.


Meskipun Aaron tahu bahwa hati Chiara tidak akan tergerak dengan semua tindakan Romi, tapi sebagai laki-laki normal yang begitu mencintai istrinya, tindakan Romi cukup membuat hati Aaron merasa panas.


Apalagi tindakan Romi beberapa hari lalu yang sempat berusaha menggoda dan mendekati Chiara saat bersama temannya menikmati es krim, seperti yang diceritakan Diego dan Zachary hari itu, membuat Aaron semakin tidak suka dengan sosok Romi yang jelas-jelas memiliki maksud tersembunyi terhadap Chiara.


“Terimakasih untuk kepercayaan Om Aaron untukku.” Chiara berkata pelan dengan tatapan matanya yang kembali terlihat bersemangat, membuat Aaron tersenyum,


“Aku selalu mempercayaimu Chiara. Jangan biarkan orang lain mengitimidasimu dengan perkataan atau tindakan mereka. Apapun  yang terjadi, aku akan selalu berada di pihakmu. Dan itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawabku. Ingat baik-baik tentang hal itu Chiara.” Aaron berkata sambil mengalihkan tangannya dari kepala Chiara setelah merapikan kembali rambut Chiara yang tadi sempat diacaknya meskipun pelan, dengan cara mengelus-elus rambut di kepala Chiara dan menyurainya dengan jari-jarinya.


Dan sentuhan Aaron di kepalanya, membuat Chiara merasa begitu bahagia.


“Baik Om, Selamanya aku akan ingat perkataan Om Aaron hari ini.” Chiara langsung menanggapi perkataan Aaron dengan mata menatap lurus ke arah Aaron dengan berbinar-binar.


Wajah cantik Chiara, suaranya yang terdengar merdu dan ceria bagi Aaron, merupakan hal yang selalu membuat hati Aaron terasa nyaman dan damai, bahkan membuatnya bisa melupakan luapan emosinya ketika tadi dia berdebat dengan Angelina di ruang kerjanya.


“Aku akan meminta Zachary mengembalikannya, apa kamu keberatan dengan itu?” Pertanyaan Aaron membuat Chiara menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Bagi Chiara, Aaron adalah hal yang paling penting dan berharga baginya, jadi tidak ada alasan untuk dia merasa keberatan saat Aaron mengatakan berniat meminta Zachary mengembalikan tiket itu daripada Aaron merasa tidak enak hati.


Apalagi sedari awal, Chiara memang ingin mengembalikan hadiah dari orang yang paling dihindarinya itu.


“Benar kamu tidak menginginkan tiket konser ini?” Aaron kembali bertanya sekali lagi untuk memastikan bahwa Chiara memang tidak menginginkan tiket itu lagi, meskipun Aaron juga tahu kalau Chiara memang benar-benar menyukai grup musik yang akan mengadakan konser itu.


“Serius Om, meskipun aku suka dengan grup band itu, aku tidak mau menerima tiket konser dari orang seperti Romi yang jelas-jelas tidak tulus.” Perkataan Chiara membuat Aaron menghela nafasnya


“Jangan pernah berhutang pada orang lain Chiara, apalagi yang berniat memanfaatkan hutang budi untuk menjebakmu.” Aaron berkata sambil memasukkan amplop berisi tiket konser itu ke dalam saku pakaiannya.


“Tentu Om, aku mengerti betul tentang hal seperti itu.” Chiara berkata sambil memandang ke Aaron dengan wajah cerianya.


Aaron langsung menganggukkan kepalanya dengan wajah lega begitu mendengar Chiara menyatakan persetujuannya dengan kata-katanya.


”Lalu bagaimana kalau itu Om Aaron?” Aaron yang baru saja berniat mengajak Chiara berangkat, langsung terlihat mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan Chiara.


“Memangnya kenapa denganku?” Aaron balik bertanya kepada Chaira yang langsung meringis dengan wajah polosnya.


“Kalau aku berhutang budi kepada Om Aaron, apakah aku diijinkan untuk itu?” Chiara berkata sambil melangkah maju dua langkah ke arah Aaron yang terlihat sedikit gelagapan karena pertanyaan Chiara yang tidak disangka-sangka olehnya, juga gerakan tubuh Chiara yang sekarang tepat berada di hadapannya kurang dari setengah meter.


Apalagi saat ini Chiara sedang menatap Aaron sambil mendongakkan kepalanya ke atas, membuat wajah Chiara yang cantik semakin terlihat jelas oleh Aaron, membuat laki-laki itu melenguh dalam hati.


“Kamu tidak pernah berhutang apapun padaku, karena aku tidak pernah memberimu sesuatu yang aku hitung sebagai hutang piutang.” Jawaban Aaron yang berusaha dia ucapkan dengan nada setenang mungkin, membuat Chiara tersenyum.


“Terimakasih untuk semuanya Om. Om Aaron baik sekali padaku. Meskipun memang terjadi… ada sesuatu yang sebenarnya diinginkan Om Aaron dibalik kebaikan Om Aaron padaku. Dengan senang hati aku akan memberikannya kepada Om. Apapun akan aku lakukan dengan senang hati jika itu untuk Om Aaron. Jadi Om Aaron bisa meminta apapun padaku.” Chiara mengucapkan kata-katanya sambil kedua tangannya yang tiba-tiba memegang salah satu lengan Aaron, dan bergelayut manja di sana.


Tindakan maupun ucapan Chiara membuat Aaron benar-benar tersentak kaget, dan menelan air ludahnya sendiri dengan susah payah.


Saat ini Aaron sungguh sulit dan tidak bisa mengungkapkan apa yang sedang terjadi padanya akibat perkataan dan tindakan Chiara padanya saat ini.


Debaran jantung yang begitu keras, aliran darah di tubuhnya yang mengalir deras dan memompa ke seluruh bagian tubuhnya, membuat adanya sesuatu yang bereaksi di bawah sana… hampir membuatnya lupa diri dan menggerakkan tangannya untuk memeluk tubuh mungil di hadapannya dengan erat, dan tangannya yang lain berencana bergerak untuk merangkum wajah cantik Chiara, untuk dapat menciuminya, dan melepaskan hasrat yang bertahun-tahun begitu keras berusaha dia redam saat berada di dekat gadis kecilnya itu.


Dengan sekuat tenaga, Aaron segera mengembalikan pikiran warasnya, logikanya, agar dia tidak bertindak sembarangan dan lepas kendali, meskipun bagi Aaron, menahan gairahnya yang sudah begitu lama dia pendam merupakan hal yang cukup sulit baginya.


Tidak ada orang yang bisa bertahan terus menerus, jika berhadapan dengan orang yang begitu dicintainya, membuat Aaron dengan sengaja memutuskan pergi ke Amerika setelah pernikahan mereka saat itu.


Dan bagi Aaron, perkataan Chiara tentang kerelaannya memberikan apapun padanya, merupakan sebuah ungkapan rasa cinta Chiara yang begitu besar padanya, membuat Aaron ingin sekali membalas pernyataan itu dengan kata-kata cintanya, tapi di sisi lain, Aaron tahu dia tidak bsia melakukan hal seceroboh itu.