Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PERINTAH LAIN UNTUK ZACHARY



“Eh, Om Aaron… aku mandi dulu, biar segar. Om Aaron keluar saja dulu ya….” Dengan sikap kikuk akhirnya Chiara berkata sambil mendorong dada Aaron dengan kedua telapak tangannya, agar keluar dari kamar mandi, dengan wajah malu-malu tanpa berani memandang ke arah Aaron, yang sengaja mengalah dan berjalan mundur mendekati pintu keluar kamar mandi.


“Apa sebaiknya kita mandi bersama saja Chiara?” Pertanyaan Aaron yang diucapkannya sambil tersenyum geli itu membuat Chiara semakin keras mendorong dada Aaron, membuat Aaron justru tertawa.


“Mandilah yang bersih, dengan sabun yang harum, supaya tubuhmu segar, dan nanti kita bisa memulai lagi kegiatan bulan madu kita sepuasnya.” Aaron mengakhiri kata-katanya dengan tawa kecil, sambil menutup kembali pintu kamar mandi.


“Ih…sejak kapan om Aaron yang biasanya selalu tenang dan serius itu bisa bersikap genit seperti barusan?” Chiara bergumam pelan sambil tersenyum, dan mulai melepas pakaian dalam yang masih berada di tubuhnya, bersiap untuk membasahi diri dengan air hangat dari shower.


“Tentu saja sejak kamu membuatku mengenal dan merasakan apa  itu surga dunia!” Tanpa disangka oleh Chiara, dari balik pintu kamar mandi, Aaron menjawab perkataan Chiara dengan suara cukup keras.


Wah…. Aku lupa kalau om Aaron bisa mendengar sekecil apapun suara perkataan yang aku ucapkan. Mulai sekarang sepertinya aku harus berhati-hati dalam berbicara, kalau tidak ingin didengar oleh om Aaron.


Chiara yang baru teringat bahwa Aaron memang memiliki pendengaran super hanya bisa tersenyum geli, dan segera memutuskan untuk mandi dan tidak lagi mengeluarkan suara sekecil apapun dari bibirnya.


Dan sepanjang kegiatan mandinya, Chiara berkali-kali tersenyum, apalagi saat dia menyabuni tubuhnya, dan matanya melihat begitu banyaknya tanda merah yang diberikan Aaron hampir di seluruh permukaan kulit tubuhnya.


Tanda yang menunjukkan bagaimana Aaron yang begitu mencintainya, dan hanya bisa bergairah saat bersamanya, bukan perempuan lain.


# # # # # # #


“Eh honey… jangan lakukan itu…. Percayalah padaku, nona Chiara pasti baik-baik saja. Lebih baik jangan ganggu mereka sekarang. Pak Aaron tidak amungkin menyakiti nona Chiara. Dia akan lebih memilih terluka demi nona Chiara agar nona Chiara tidak terluka.” Zachary tetap berusaha mencegah Anna untuk menghubungi atau sekedar mengirimkan sebuah pesan kepada Chiara, daripada nantinya Aaron memarahinya, dianggap lalai dan tidak mematuhi perintahnya tadi pagi.


“Tapi Zac… aku….” Anna langsung menghentikan bicaranya karena nada panggilan telepon yang berbunyi nyaring dari handphone Zachary.


Begitu melihat nama yang terlihat di layar handphone adalah nama Aaron, baik Zachary maupun Anna langsung saling berpandangan, cukup kaget karena tiba-tiba yang sedang dibicarakan oleh mereka melakukan panggilan telepon.


“Selamat pagi Pak Aaron.” Zachary segera mengucapkan salam kepada Aaron.


“Pagi Zac. Aku minta kamu segera melakukan pengecekan terhadap data semua orang yang sejak kemarin malam berada di area villa ini. Semua karyawan, laki dan perempuan, semuanya aku minta data detail dari mereka. Kapan mereka bergabung dengan kita sebagai karyawan, dan juga semua info detail tentang latar belakang mereka. Termasuk jika kemarin malam ada orang yang mungkin datang berkunjung untuk mengantar barang. Intinyaa, semua orang yang pernah ke villa ini sepanjang hari kemarin hingga tadi malam.” Tanpa basa-basi, Aaron segera memberikan perintah kepada Zachary, membuat Zachary langsung mengernyitkan dahinya mendengar perintah Aaron yang bagi Zachary terdengar sedikit aneh.


“Ah ya Pak, Baik. Tapi… apa sudah terjadi sesuatu yang buruk Pak? Kenapa tiba-tiba Pak Aaron meminta penyelidikan sampai sedetail itu?” Zachary yang merasa penasaran langsung bertanya kepada Aaron.


“Tidak… aku hanya ingin memastikan sesuatu yang penting untukku.” Aaron hanya memberikna jawaban tersirat kepada Zachary, karena dalam pikiran Aaron, tidak pernah terbersit sedikitpun bahwa Zachary juga manusia korban mutasi seperti dirinya.


Dan selama bertahun-tahun berada di sisi Aaron, Aaron juga tidak pernah mengungkit hal seksecil apapun tentang manusia super dan korban mutasi lainnya di depan Zachary yang bagi Aaron merupakan manusia biasa seperti pegawainya yang lain.


“O, ya Pak. Saya akan hubungi penanggungjawab villa ini dan mencari info sejelas mungkin tentang apa yang diminta Pak Aaron barusan.


“Baik kalau begitu. Sampaikan pada pelayan, makan siang nanti harap dikirimkan tepat waktu, pukul 12 siang, sekaligus minta bagian dapur untuk membuatkan sup asparagus kepiting untuk nona Chiara. Untuk vitamin dan koper pakaian sudah kami terima sejak tadi.” Aaron yang tadi sempat mendengar bahwa Chiara ingin menikmati semangkuk sup asparagus kepiting langsung menyampaikan perintahnya kepada Zachary.


Meskipun awalnya Chiara hanya bergumam kecil ketika dia sedang berada di kamar mandi., dengan shower masih menGucurkan air dengan begitu derasnya, ternyata Aaron yang sengaja menajamkan telinganya, terfokus pada Chiara, karena khawatir kalau ada apa-paa dengan Chaira di kamar mandi, langsung tahu apa yang digumamkan oleh Chiara.


“Baik Pak Aaron.” Zachary langsung menjawab perintah Aaron.


“O ya Zachary, setelah kita kembali dari berlibur, tolong cari kembali berkas-berkas yang kita punya tentang daftar nama orang yang berada di tempat tinggalku dulu di Amerika, tempat dan tahun dimana aku dilahirkan saat itu.” Perintah Aaron selanjutnya membuat Zachary kembali mengernyitkan dahinya.


Sebenarnya data nama-nama penduduk dan pengunjung yang tinggal di kota tempat kelahiran Aaron, dan saat yang sama dengan jatuhnya meteor yang mengakibatnya beberapa orang mengalami mutasi genetik, sudah pernah diminta Aaron untuk Zachary menyelidikinya bertahun-tahun yang lalu.