
Tatapan mata Chiara saat ini, bagi Aldrich adalah tatapan mata yang terlihat sama, sebelum kekasihnya memutuskan untuk bunuh diri di hadapannya, meskipun pada tatapan mata Chiara, bukan tatapan penuh cinta seperti yang ditunjukkan oleh kekasihnya waktu itu.
Akan tetapi tatapan simpati yang terlihat tulus dari Chiara, cukup untuk membuat hati Aldrich bergetar.
Bagi Aldrich, dalam kehidupannya sampai saat ini, hanya almarhum kekasihnya yang selalu memperlakukannya dengan tulus dan penuh dengan kelembutan, sehingga kehilangan sosok wanita itu, membuat Aldrich kehilangan pegangan hidupnya.
Kepergian kekasihnya, membuat dunia Aldrich menjadi gelap, termasuk hati Aldrich yang akhirnya tidak lagi perduli dengan orang lain, merubahnya menjadi sosok yang kejam dan berhati dingin.
Aletta... kenapa? Kenapa pandangan mata gadis itu sangat mirip dengan cara Aletta memandangku. Dia tidak pernah merasa jijik padaku dan selalu menerimaku apa adanya.
Aldrich berkata dalam hati begitu sosok Chiara menghilang dari pandangan matanya.
Aletta adalah sosok gadis dengan tubuh kurang sempurna karena efek dari mutasi genetik yang dialaminya, sehingga dia terlihat sedikit aneh secara fisik.
Dia bukan termasuk golongan gadis yang bisa dibilang cantik, bahkan lebih banyak orang melihatnya sebagai gadis yang tidak menarik secara fisik.
Akan tetapi kebaikan hatinya, sikap ceria, ramah dan hangatnya, mampu membuat orang-orang disekitarnya sayang pada Aletta, termasuk Aldrich yang pada pertemuan pertama mereka langsung jatuh cinta pada Aletta.
Karena tanpa ragu, gadis itu langsung menghalanginya untuk membunuh seekor kuda liar yang meringkik sambil mengangkat kedua kakinya ke depan, bermaksud menendang Aldrich yang berusaha menjinakkannya dengan kekerasan.
Tapi karena kuda itu terus melawan, akhirnya Aldrich merasa kesal dan marah, membuatnya hampir membunuh hewan itu dengan kekuatan petirnya.
Namun Aletta yang sedari awal bersembunyi di balik semak-semak, memperhatikan Aldrich dengan tatapan kagumnya, akhirnya memberanikan diri untuk muncul dan menenangkan Aldrich.
Bagi Aldrich yang sedari kecil sudah dibuang oleh kedua orangtuanya karena kemampuan anehnya sudah membuat orangtuanya malu dan juga takut, karena seringkali Aldrich membunuh hewan peliharaan tetangganya, sejak kecil dia memang kekurangan kasih sayang.
Kehadiran Aletta di hidup Aldrich membuat sedikit demi sedikit hati dan sikap Aldrich menjadi lembut.
Tapi perlakuan kejam yang dia terima ketika dijadikan bahan percobaan waktu itu, dan membuatnya kehilangan Aletta yang hampir dinikahinya, membuat sosok Aldrich kembali pada sifatnya semula, dan bahkan menjadi lebih kejam dari sebelumnya, karena sekarang Aldrich bahkan tidak menganggap penting nyawa manusia.
Aku sungguh tidak percaya, ternyata di dunia ini masih ada wanita dengan senyum dan tatapan tulus sepertimu Aletta.
Aldrich berkata dalam hati sambil menghentikan ingatannya tentang sosok Aletta.
Sayang sekali kita bertemu sebagai orang yang berbeda dunia, dan kamu merupakan istri dari mask men, orang yang selama ini selalu menjadi penghalang bagiku untuk bisa menjalankan rencanaku, untuk menguasai dunia dan membalaskan semua dendamku dan Aletta.
Sambil menarik nafas panjang, Aldrich kembali berkata dalam hati sambil mengalihkan pandangannya dari pintu, tempat terakhir Chiara terlihat olehnya.
Aldrich berusaha keras agar dirinya tidak terpengaruh dengan sikap hangat dan tulus yang ditunjukkan oleh Chiara padanya, yang sebenarnya, bagi Aldrich terasa begitu mengusik hatinya.
# # # # # # #
Datanglah tepat pukul 11 malam, di tempat X untuk memberikan jawabanmu.
Sebuah pesan masuk dari nomer tak dikenal, membuat Aaron yang sejak disanderanya Chiara lebih banyak terjaga dan sulit untuk tidur itu langsung membuat Aaron yang awalnya sedang mencoba berbaring dan menenangkan dirinya langsung melompat dan duduk di atas tempat tidurnya.
Hari ini merupakan hari tepat dimana Aaron harus menemui Aldrich dan memberikan jawaban di tempat yang sudah ditetapkan oleh Aldrich.
Akhirnya, kamu menghubungiku juga.
Aaron yang memang sudah menunggu info dari Aldrich tempat dimana mereka harus bertemu, berkata dalam hati sambil melirik jam di tangannya, yang sudah menunjukkan tepat pukul 10 malam.
"Hanya satu jam yang tersisa, sepertinya Aldrich sengaja melakukan itu, memberitahukan tempat dan waktu pertemuan dalam waktu yang sangat singkat untuk mencegahku membawa yang lain ke sana." Aaron berkata sambil bangkit dari duduknya.
Dengan kecepatan manusia normal yang mengendarai mobil dengan kecepatan di atas 100km/jam, butuh waktu lebih dari 3 jam ke tempat yang diinfokan oleh Aldrich pada Aaron.
Bagi Aaron yang memiliki kemampuan bergerak secepat cahaya dan juga kemampuan untuk berteleportasi, itu tidak akan menjadi masalah, tapi bagi anggota timnya yang lain, tentu saja itu adalah masalah besar.
Akan tetapi sebuah senyum tipis tetap tersungging di wajah Aaron, karena George sejak kemarin sudah memantau pergerakan Aldrich, menggunakan alat pelacak yang dia tanamkan pada gelang yang dikenakan Chiara untuk menguji seberapa besar kadar medan magnet dalam dirinya setelah melepas liontin batu meteornya.
Dan kemanapun Aldrich dan anak buahnya bergerak, yang tentu saja membawa Chiara, semua anggota kelompok Aaron, dipimpin oleh Angelina terus mengikuti pergerakan mereka, sehingga mereka selalu berada dalam posisi dekat dengan musuh, tanpa mereka sadari.
Aaron bisa saja ikut bergerak bersama anggota timnya, tapi berusaha menahan diri, karena tidak ingin Aldrich curiga dengan pergerakannya.
Dengan kemampuannya untuk mendeteksi kehadiran mutan lain di sekitarnya, Aaron bisa mengetahui kalau Aldrich menempatkan beberapa anak buahnya untuk terus mengawasinya dari dekat, sehingga Aaron memilih untuk diam di tempat, seolah-olah menunggu petunjuk dari Aldrich info tentang waktu dan tempat pertemuan mereka hari ini.
"Zachary." Aaron yang sudah berganti pakaian dengan pakaian khusus miliknya yang dibuatkan oleh George supaya dia bisa lebih leluasa dalam menggunakan kekuatannya, langsung menghubungi Zachary.
"Ya Pak Aaron." Zachary yang memang sudah menunggu perintah dari Aaron langsung menjawab panggilan dari Aaron.
"Dia sudah mengirimkan pesan padaku. Segeralah datang ke apartemenku, kita berangkat sekarang dengan teleportasi." Perintah Aaron membuat Zachary dengan cepat bangkit berdiri, meraih jaket kulit berwarna coklat tua yang ada di sandaran sofa.
Anna yang sudah tahu bahwa hari ini adalah hari dimana Aaron harus menghadapi Aldrich, menatap Zachary dengan tatapan harap-harap cemas.
Meskipun dia tidak bisa mendengar suara Aaron, begitu Zachary menyebutkan nama Aaron, Anna tahu kalau itu adalah panggilan telepon dari Aaron, dan Anna tahu saatnya banyak berdoa untuk apa yang terjadi hari ini, agar Zachary, Aaron, Chiara dan yang lain bisa kembali dengan selamat.
"Honey...." Begitu menutup panggilan telepon dari Aaron, Zachary langsung memanggil nama Anna dengan suara lembut, sambil menatap dalam-dalam ke arah Anna yang memaksakan dirinya untuk tersenyum, agar Zachary tidak merasa bimbang untuk pergi.