Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MEMBERIKAN BANTUAN



“Om Aaron… apa Om Aaron tidak akan mengijinkan aku membantu keluargaku? Mereka bukan orang lain Om. Bahkan saat ini hanya mereka yang aku miliki sebagai keluarga.” Chiara berkata dengan wajah terlihat kecewa.


“Jangan berwajah sedih seperti itu Chiara. Apa kamu pikir uang sekecil itu akan membuatku membiarkan istriku mengeluarkan uang pribadinya? Kalau kelak kamu sudah menghasilkan uangmu sendiri dari hasil bekerja, kamu boleh memakainya untuk keperluan pribadimu, tapi tidak untuk uang tabunganmu yang diberikan padamu. Itupun bukan suatu keharusan, karena sebagai istriku, semua pengeluaranmu, kebutuhanmu akan tetap menjadi tanggung jawabku, meski kamu memiliki uang dari hasil kerjamu kelak.” Aaron berkata sambil menatap Chiara dengan lembut.


“Aku tidak akan setuju kamu memakai uang pribadimu untuk membantu mereka. Simpan saja uang itu.” Aaron berkata pelan sambil menatap Chiara dengan lembut.


Untuk semua biaya rumah sakit Revina dan om Raksa selama beberapa hari uangmu akan cukup. Tapi untuk menebus kembali sertifikat rumah dari papamu, uangmu tidak akan cukup. Dan aku tidak akan membiarkan rumah dimana kamu menghabiskan masa kecilmu hilang begitu saja. Rasanya, hukuman untuk Revina kali ini, adalah hukuman yang cukup berat, yang tidak akan pernah bisa dia lupakan seumur hidupnya.


Aaron berkata sambil meraih tangan Chiara, menggenggamnya dengan erat namun lembut.


“Aku akan membantu mereka, tenang saja. Apa kamu pikir suamimu orang yang pelit dan pendendam? Lagipula aku tahu Revina sudah berubah, meskipun tantemu masih saja keras kepala dan egois. Tidak perduli sama sekali dengan kondisi anak dan suaminya.” Aaron berkata kepada Chiara dengan nada menggoda, sehingga Chiara langsung tersenyum dengan wajah lega mendengar janji Aaron.


Dengan kekuatan yang dia miliki, memang Chiara sempat berpikir kalau Aaron bukanlah orang yang bisa dengan mudah memaafkan orang lain, apalagi secara ekonomi dan status sosial Aaron memiliki semuanya, jauh lebih dari orang biasa lainnya.


Aaron bisa saja marah dan juga kecewa dengan apa yang sudah dilakukan keluarga Mona pada Chiara, apalagi ternyata sejak 7 tahun lalu, Aaron sudah mengamati kehidupan Chiara saat masih bersama Revina dan Mona.


Akan tetapi mendengar janji Aaron, sungguh menunjukkan bahwa Aaron memiliki hati besar dan pemaaf.


Dan menyadari hal itu, bahwa dia memiliki suami yang baik hati dan tidak perhitungan, membuat hati Chiara berdebar, penuh dengan rasa syukur dan juga rasa cinta yang semakin hari semakin terasa besar dan dalam untuk laki-laki tampan itu.


“Tapi sekarang kamu harus makan untuk mengumpulkan tenagamu. Bukan hanya karena setelah ini kamu akan ada meeting, tapi nanti malam kamu harus punya cukup banyak energi untuk kegiatan malam kita.” Kata-kata Aaron hampir saja membuat Chiara yang sudah mulai mengunyah sedikit makanan di mulutnya hampir tersedak.


“Ayo… makanlah makan siangmu, agar Zachary bisa mengantarmu ke hotel untuk menghadiri meeting dan mengantarku ke kantor. Ada hal penting yang hanrus aku selesaikan bersama Zachary hari ini.” Aaron berkata sambil fokus menikmati makan siangnya, sehingga tidak melihat bagaimana Chiara yang tampak salah tingkah dengan wajah memerahnya, sibuk dengan pikirannya yang berkelana kesana kemari setelah mendengar perkataan Aaron sebelumnya.


Jujur saja, saat ini bukan hanya Aaron, tapi Chiara juga harus mengakui kalau dia mulai merindukan sentuhan mesra dari Aaron yang sanggup membuat hatinya berdebar-debar dan membuatnya terbang melayang, setelah hampir seminggu ini mereka tidak bisa melakukan hal intim seperti yang mereka lakukan di villa ketika berlibur waktu itu.


Akhirnya, Chiara mengikuti tindakan Aaron untuk mulai menikmati makan siang mereka, dan seperti harapan Aaron, Chiara berharap waktu cepat berlalu agar mereka bisa segera kembali ke apartemen dan menikmati waktu berdua tanpa ada yang mengganggu.


# # # # # #


“Honey….” Zachary memanggil nama kesayangannya untuk Anna dengan suara pelan.


Anna yang mendengar Zachary memanggilnya langsung menoleh sambil tersenyum melihat bagaimana wajah lelah Zachary, dengan wajah penuh dengan peluh, karena pekerjaan pemindahan barang mereka dari apartemen lama ke apartemen baru mereka baru selesai.


Meskipun banyak ornag yang dikirimkan oleh Aaron untuk membantu, tapi Zachary yang tidak biasa melihat orang bekerja sedang dia hanya diam saja, tetap saja ikut sibuk membantu mengatur dan memindahkan barang-barangnya.


“Kenapa Zac? Sangat melelahkan ya?” Anna berkata sambil menarik beberapa lembar tissue dari kotak tissue, berjalan mendekat ke arah Zachary, dan mengelap wajah Zachary sambil tersenyum dengan wajah menghibur.


“Ya ampun Honey…. Aku tahu apa yang diberikan oleh pak Aaron saat ini bener-benar diluar dugaan kita. Tapi kenapa harus hari ini kita pindah? Kan bisa besok?  Minggu depan? Bulan depan?” Zachary berkata sambil menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya dengan cukup panjang juga.


Zachary benar-benar tidak menyangka ketika dia mendapatkan panggilan telepon dari istri tercintanya yang tiba-tiba mengatakan kalau Aaron sudah memberikan satu unit apartemen yang sama dengan apartemen yang letaknya di bangunan gedung apartemen yang ditempati oleh Aaron, dengan lantai tepat di bawah lantai apartemen Aaron sendiri.