Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MALAM YANG MEMBAHAGIAKAN



Aaron berhasil membuat Chiara akhirnya ikut larut dalam kemesraan yang dia bawa melalui ciumannya, dan Chiara jadi begitu menikmati ciuman mesra dari Aaron, meski gadis temaja yang cantik itu belum bisa membalas ciuman itu, hanya membiarkan Aaron menciuminya dengan lembut dan mesra tanpa henti, tapi hal itu sudah emmbuat hati Chiara seolah akan melompat keluar dari tubuhnya.


Pikiran Chiara seolah lumpuh dan otot-otot di tubuhnya melemah karena ciuman bibir dari Aaron, yang membuatnya seperti terbang ke langit ke tujuh, penuh dengan bahagia yang berlipat-lipat.


Aaron sendiri, begitu menikmati bibir mungil dan lembut milik istrinya cukup lama, sampai dirasakannya kalau Chiara terlihat kehabisan nafas, baru Aaron melepaskan ciumannya, yang sebenarnya hampir saja meningkat menjadi sebuah ciuman panas yang penuh gairah.


Bagi Aaron, menikmati bibir mungil Chiara yang tiba-tiba saja sudah menjadi candu sejak pertama kali dia menikmatinya, membuat hasrat dalam dirinya sebagai laki-laki langsung terpancing setiap kali merasakan lembut dan manisnya bibir itu.


Dan itu membuat Aaron hampir saja mengigit kecil bibir mungil itu agar membiarkan lidahnya masuk, tapi Aaron buru-buru menghentikan niatnya itu.


Selain karena Chiara yang terlihat mulai kehabisan nafas karena selama Aaron menciumnya dia menahan nafasnya, pikiran waras Aaron segera menyadarkannya kalau saat ini posisi mereka yang berada di ketinggian sungguh berbahaya jika sampai karena emosi dan gairahnya, tiba-tiba dia kehilangan kendali atas kekuatannya.


"Cinta tanpa syarat yang kamu berikan padaku, lebih dari cukup dan jauh lebih berharga, dari apapun juga yang aku miliki di dunia ini." Aaron berbisik lirih, sebelum benar-benar menjauhkan bibirnya kembali dari bibir Chiara dengan sikap engggan.


"Kita kembali sekarang. Waktunya kamu beristirahat. Besok kegiatan berlibur sedang menunggu kita." Aaron berkata lirih dan mulai menggerakkan tubuhnya untuk meluncur, terbang ke bawah.


"I love you Om Aaron...." Chiara berbisik pelan sambil lebih merapatkan tubuhnya ke Aaron,dan menyandarkan kepalanya di dada Aaron, sehingga dia bisa mendengar dan merasakan detakan jantung Aaron yang berdetak cukup keras karena sampai detik ini, Aaron masih berusaha sebisa mungkin untuk menahan dan meedam gairahnya yang tadi sempat hampir tidak dapat dia kendalikan saat mencium bibir Chiara.


Mendengar detak jantung Aaron yang begitu keras, dan Chiara yakin itu karena cuman barusan... Chiara yang menyembunyikan wajahnya di dada Aaron tersenyum dengan wajah bangga, bisa menjadi wanita yang keberadaannya membuat dada Aaron berdetak sedemikian kencang.


Dan Chiara sungguh berharap, sampai kapanpun juga dia akan menjadi satu-satunya wanita yang bisa membuat reaksi seperti itu pada tubuh Aaron.


“I love you too my little girl, more than you know.” Aaron menjawab pelan pernyataan cinta Chiara dengan suara terdengar sedikit bergetar.


Setelah sekian lama, sejak tujuh tahun yang lalu Aaron begitu jatuh cinta pada gadis yang sedang dalam pelukannya ini, dan haus sebisa mungkin menahan dirinya untuk tidak menyatakan cintanya karena penghalang yang ada diantara mereka....


Akhirnya untuk kedepannya, dia bisa mengucapkan kata-kata cintanya tanpa ragu di hadapan gadisnya itu, sesering yang dia mau.


Membayangkan ada harapan bagi masa depan hubungan mereka, membuat Aaron yang terbang turun menuju apartemennya kembali menyungingkan senyum bahagia di wajahnya.


# # # # # # #


Begitu mendarat di balkon kamarnya, dengan cepat Aaron bergerak masuk ke dalam kamar dengan posisi tetap memeluk tubuh Chiara.


Saat mereka berdua sudah berdiri dengan posisi masih saling berhadapan di dekat pintu keluar kamar Aaron, Aaron yang membawa Chiara kesana, tetap berdiri tegap dengan kedua lengannya masih melingkar di pinggang Chiara.


Sedang Chiara, justru masih memeluk Aaron dengan kepalanya yang masih bersandar di dada bidang Aaron, yang jantungnya masih saja terdengar berdetak lebih keras dari detakan jantung manusia normal, meskipun kecepatan detaknya sudah berkurang dari yang pertama Chiara rasakan tadi, tepat setelah Aaron menciumnya.


"Ehem...." Sebuah deheman pelan dari Aaron membuat Chiara menarik nafas panjang, dan dengan sikap enggan melepaskan pelukannya pada Aaron, dan menjauhkan tubuhnya dari tubuh Aaron.


Aaron sendiri sengaja melakukan itu sebelum detakan jantungnya yang intensitasnya mulai menurun, kembali berdetak kencang, dan dia bakal menginginkan lebih dari sekedar sebuah ciuman.


"Terimakasih banyak untuk hari ini Om Aaron. Aku senang sekali.... Aku jadi bisa merasakan bagaimana bahagianya menjadi Louis yang sedang dicium Clark sambil terbang dia angkasa." Chiara berkata sambil terkikik geli membayangkan adegan antara superman dan kekasihnya yang begitu mirip dengan yang dilakukannya tadi bersama Aaron.


"O, ya? Apa di film Superman ada adegan seperti tadi?" Pertanyaan Aaron membuat mata Chiara sedikit melotot.


"Lho, masa Om Aaron tidak pernah melihat film Superman?"


"Tidak." Aaron menjawab singkat pertanyaan Chiara.


Bagaimana bisa dia menyukai film-film superhero seperti itu, sedangkan baginya sendiri, memiliki kekuatan super seperti itu justru kadang mengganggunya dan merasa tidak nyaman, apalagi kekuatan itu sempat membuat hubungannya dengan Chiara jadi begitu terbatas.


"Kenapa Om?" Chiara kembali bertanya.


"Ya tidak suka saja.... Apalagi film itu membuat istriku membayangkan adegan sedang dicium oleh tokoh Superman." Aaron berkata dengan mata menatap tajam ke arah Chiara, karena baginya, kata-kata Chiara tadi menunjukkan bahwa Chiara sedang membayangkan dirinya sebagai Louis yang dicium oleh Clark Kent yang merupakan sosok Superman.