Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KITA PUTUS....



“Revina.…”


“Dani….”


Baik Revina maupun Dani langsung sama-sama terdiam begitu mereka barusan secara bersamaan saling memanggil nama.


“Kamu duluan….” Ucapan Dani yang mempersilahkan Revina untuk lebih dulu mememulai kata-katanya disambut dengan gelengan kepala oleh Revina.


“Tidak apa-apa Revina, kamu duluan… lady first.” Dengan tetap tersenyum meskipun hatinya merasa gundah malam ini, Dani mempersilahkan Revina untuk memulai lebih dahulu.


Akhirnya Revina menghela nafasnya sambil menganggukkan kepalanya dengan gerakan pelan, setelah sebelumnya dia sempat melirik ke arah perutnya yang masih rata.


“Dani, aku sungguh-sungguh minta maaf padamu….” Dengan ragu Revina berkata dengan suara terdengar pelan.


“Kenapa kamu harus meminta maaf padaku? Memangnya kamu salah apa?” Dani bertanya dengan tubuh yang sedikit menegang, karena kata-kata Revina membuat hatisanya berdesir aneh, dan terasa tidak nyaman, seperti sebuah pertanda buruk untuknya.


“Maaf Dani, aku aku yang salah… sepertinya… kita tidak bisa lagi meneruskan hubungan kita… kita harus berpisah….” Dani yang awalnya masih menunggu kata-kata selanjutnya dari Revina dengan senyum di wajahnya, langsung terhenyak, dan membuatnya secara reflek, menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi yang didudukinya.


Wajah Dani yang biasanya selalu terlihat penuh senyum, saat ini terlihat pucat, dengan mata terlihat menatap lurus kea rah Revina dengan tatapan mata tidak percayanya.


“Ap… apa maksudmu Revina? Ap… apa kamu sednag bercanda denganku? Ini… ini tidak lucu Revina. Jangan bercanda seperti itu.” Dani berkata dengan nada suara terbata-bata.


Setelah beberapa tahun dia rela menjadi kekasih rahasia Revina, dan berusaha keras untuk bisa membuktikan dia juga bisa sukses dengan pekerjaannya, perlahan tapi pasti terus untuk bisa mencapai posisi lebih tinggi agar bisa menjadi pria yang membanggakan untuk Revina….


Dan sekarang… tiba-tiba saja Revina meminta putus dengannya, membuat Dani benar-benar tidak percaya, denga napa yang dia dengar, dan juga shock, setelah semua yang dia lakukan, semuanya itu demi untuk Revina.


Revina sendiri, bukan orang yang dengan mudah mengucapkan kata maaf pada seseorang, tapi dia tidak bisa memungkiri bahwa hati yang sebenarnya mencintai Dani, sadar bahwa dia sudah menyakiti orang yang mencintai dia dengan sepenuh hati seperti Dani.


“Aku tidak bercanda Dani, kita harus putus….”


“Tap… tapi kenapa Revina? Apa ada yang salah denganku? Katakan padaku. Apa yang membuatmu marah padaku? Aku akan berubah. Aku tidak akan melakukan hal yang akan membuatmu marah dan kecewa lagi padaku. Tapi katakan padaku, agar aku bisa mengubahnya, aku akan…”


“Tidak Dani, tidak ada yang salah denganmu.” Revina langsung memotong perkataan Dani, kali ini dengan airmata yang mulai menggenang di sudut matanya, karena melihat betapa terpukulnya Dani dengan permintaan putusnya itu.


Aku harus tetap menyembunyikan alasan sebenarnya aku meminta putus dengannya, agar Dani tidak semakin tersakiti jika mendengar aku mengandung anak dari laki-laki lain, sedangkan selama menjadi kekasihku, Dani begitu menghormatiku dan memperlakukanku dengan sopan.


Revina berkata dalam hati sambil melihat ke arah Dani yang dari wajahnya terlihat sangat shock.


“Mamaku memaksaku menikah dengan salah satu anak teman bisnisnya… aku tidak bisa menolaknya, karena keluarga mereka juga sudah melamarku.” Perkataan Revina membuat Dani mendengarkan kata-kata Revina sambil memejamkan matanya, berusaha sekeras mungkin menahan dirinya agar tidak menangis dan mengeluarkan suara terguguk karena menahan tangisnya.


Sedangkan selama ini, saat mereka menjalin hubungan asmara, sudah berkali-kali Mona berusaha menjodohkan Revina dengan laki-laki lain, tapi tidak pernah sekalipun Revina menerimanya.


“Aku sudah lelah dengan hubungan kita Dani. Aku lelah kita harus terus menjalani hubungan back street kita.” Revina berkata pelan, mencoba mencari alasan agar Dani mengerti dengan keputusannya.


(Setiap pasangan kekasih bebas memilih apakah ingin hubungan mereka diketahui orang lain atau menyembunyikannya saja. Nah, menjalin hubungan di belakang atau tanpa diketahui banyak orang umumnya disebut dengan backstreet.


Backstreet adalah hubungan percintaan yang dilakukan diam-diam atau sembunyi. Kadang hubungan yang terlarang memang membuat seseorang akhirnya menjalin hubungan diam-diam).


“Kalau begitu, katakan terus terang pada orangtuamu tentang hubungan kita.” Dani berkata sambil membuka kedua matanya, dan memandang ke arah Revina yang tampak kaget dengan jawaban Dani, yang memang merasa sudah waktunya mereka mengumumkan tentang hubungan mereka kepada orang lain.


“Apa kamu sudah gila Dani? Orangtuaku benar-benar akan mengusirku jika tahu kalau aku menjalin hubungan dengan laki-laki biasa.” Revina langsung membalas perkataan Dani.


Dan gadis itu kembali teringat bagaimana Raksa yang berniat mengusirnya karena marah dan kecewa dengan kenyataan bahwa anak gadis satu-satunya, ayng begitu dibangga-banggakannya, ternyata hamil di luar nikah.


Sedangkan saat ini, yang diucapkan Revina bukan tentang Raksa, tapi Mona yang bisa saja mengusirnya jika tahu bahwa dia sudah menjalin hubungan dengan seorang pira dengan status sosial biasa-biasa saja.


“Maaf, tapi kita benar-benar harus mengakhiri hubungan yang melelahkan dan tidak ada masa depan ini Dani.” Revina berkata sambil bangkit dari duduknya, tanpa menyentuh sedikitpun jus yang dipesannya tadi.


“Revina, dengarkan dulu apa yang mau aku sampaikan padamu….” Dani berkata sambil meraih pergelangan tangan Revina yang sudah bangkit berdiri.


Baru saja Dani berniat menjelaskan tentang promosinya, tentang bagaimana masa dpean cerahnya di perusahaannya yang sekarang jika dia bisa terus berprestasi, jenjang karir yang akan bisa dicapainya, tapi tanpa sengaja, gerakan kepala dari Revina yang berusaha menjauh darinya, membuat bagian leher Revina yang memperlihatkan jejak tanda pergulatan panasnya dengan Richard, terlihat oleh mata Dani.


Tanpa berusaha menahan Revina lagi, tanpa sadar, tangan Dani langsung melepaskan pegangan tangannya pada pergelangan tangan Revina begitu dia melihat jejak yang ditinggalkan Richard di leher Revina, yang awalnya berusaha dengan baik ditutupi oleh Revina.


Tanda itu membuat Dani langsung sadar, apa alasan sebenarnya yang membuat Revina meminta putus dengannya, sehingga dia merasa tidak perlu lagi menceritakan tentang kabar gembira yang dia miliki untuk Revina, karena itu sudah tidak ada artinya lagi bagi mereka berdua.


# # # # # # #


“Akhirnya….” Chiara yang sudah hampir menyerah karena antrian panjang di kasir supermarket, akhirnya bernafas lega setelah semua barang-barang belanjaannya berhasil dia bayar, dan dia sudah berada di luar supermarket.


“Sebaiknya aku segera pulang sebelum papa Johnson dan mama Sarah kembali ke apartemen. Mungkin om Aaron juga sudah pulang.” Chiara berkata pelan sambil berjalan dengan santai ke arah apartemen.


“Chiara….” Sebuah suara yang memanggil namanya membuat Chiara yang sedang memeluk tas plastik berisi barang belanjaannya menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah asal suara.


“Kak Brandon?” Chiara langsung menyebutkan nama Brandon begitu dilihatnya kakak senior di kampusnya itu yang menyapanya, dan sedang berjalan ke arahnya sambil menyungingkan senyumnya.