
Sebentar kemudian Aaron meraih handphone dari atas meja kerjanya, dan mengirimkan pesan teks kepada Zachary, memintanya agar segera datang ke ruangannya.
Tidak perlu menunggu lama, Zachary segera mengetuk pintu ruang kerja Aaron dan masuk ke dalam.
Aaron sendiri sengaja menunggu kedatangan Zachary dengan kedua tangannya yang terpaut satu sama lain dia topangkan di atas meja kerjanya.
Rasanya saat ini, Aaron merasa begitu tidak sabar untuk segera bertemu dengan Zachary, dan menanyakan secara langsung tentang hasil penyelidikannya bersama George yang ternyata bekaitan erat dengan Zachary.
"Selamat siang Pak Aaron. Sebentar lagi Pak Aaron harus menghadiri seminar para staff. Setelah itu Pak Aaron harus melakukan pengecekan data pembelian bahan baku dari pihak manufaktur di Amerika." Zachary berkata sambil membuka layar tablet di tangannya, untuk menunjukkan jadwal Aaron selanjutnya.
"Zachary, tolong tutup dulu tabletmu, dan duduklah." Perkataan Aaron membuat Zachary mengernyitkan dahinya, karena seminar yang akan dihadiri oleh sebagian staff itu, sengaja mendatangkan pembicara dari luar, untuk memberikan motivasi kerja pada staff, dan menjelaskan bagaimana pentingnya memiliki motivasi tinggi dalam bekerja, agar pekerjaan menjadi suatu tempat dimana mereka bisa merasa nyaman.
Saat seseorang merasa nyaman dan mencintai pekerjaannya, diharapkan dia bisa bekerja dengan baik dan maksimal.
Dan sejak awal, Aaron mengatakan bahwa dia akan ikut hadir dalam seminar kali ini dan melihat bagaimana respon para staffnya terhadap bahan yang dibagikan di seminar itu.
"Pak Aaron, hanya sekedar mengingatkan, dari minggu lalu, Pak Aaron yang memilih sendiri pembicara luar yang kita undang hari ini, karena Pak Aaron ingin melihat apa yang disampaikan oleh beliau, dan juga melihat interaksi antara pembicara dan staff. Juga menilai respon staff kita terhadap bahan seminar hari ini." Zachary mencoba mengingatkan Aaron tentang apa yang sudah dijadwalkan oleh Aaron.
"Apa Pak Aaron sedang ada jadwal penting lain yang harus dihadiri?" Zachary kembali mengingatkan Aaron tentang jadwal yang harus dihadirinya sekarang.
"Iya, ada sesuatu yang jauh lebih penting dari jadwal seminar hari ini yang harus aku lakukan." Aaron menjawab dengan wajah datar seperti biasanya.
"Apa saya perlu menyiapkan mobil sekarang Pak?"
"Aku tidak ada rencana untuk keluar kantor." Aaron langsung menjawab pertanyaan Zachary yang membuat Zachary bertanya-tanya dalam hati, acara penting apa yang membuat Aaron membatalkan jadwal kerjanya.
Satu-satunya hal yang Zachary tahu bisa membuat Aaron meninggalkan atau mengubah jadwalnya secara mendadak, selama ini yang Zachary tahu, pasti berhubungan dengan Chiara.
Tapi seingat Zachary, tadi dia sempat berpapasan dengan Chiara yang berencana kembali ke kampusnya untuk menghadiri jadwal kuliahnya.
"Aku ada perlu denganmu Zachary. Duduklah." Perintah Aaron membuat dengan sikap ragu Zachary, tapi dia tetap mengambil posisi duduk di hadapan Aaron, memenuhi permintaan Aaron.
"Ya." Aaron menjawab singkat pertanyaan Zachary.
Mau tidak mau Zachary semakin bertanya-tanya, karena dari sikap Aaron sejak dia masuk ke ruangan itu, terasa sedikit aneh baginya.
Tatapan mata Aaron tampak tajam memandang ke arah ke arah Zachary sejak dia masuk ke kantor Aaron, yang tampak melihatnya dengan tatapan menyelidik, dari atas ke bawah, sebenarnya sudah membuat Zachary merasa aneh.
Karena tidak biasanya, Aaron bersikap seperti itu kepadanya, membuat Zachary merasa seperti orang yang sudah melakukan kesalahn fatal dan sedang menghadapi seorang jaksa penuntut.
"Baik Pak Aaron." Zachary berkata sambil memberanikan diri membalas tatapan mata Aaron yang masih fokus padanya.
"Aku hanya ingin berbincang-bincang denganmu hari ini Zachary." Aaron berkata sambil mulai mengambil sikap santai dengan duduk bersandar di kursi kerjanya.
Apa yang sebenarnya terjadi dengan pak Aaron? Kenapa sikapnya terlihat aneh hari ini. Ingin berbincang denganku? Padahal ada seminar penting yang sedang menunggu kehadirannya? Benar-benar aneh.
Zachary bertanya-tanya dalam hati, tanpa berani memulai untuk bertanya kepada Aaron.
"Baik... Pak Aaron." Dengan sikap ragu, Zachary menanggapi perkataan Aaron.
"Zachary, sebenarnya aku ingin tahu apa yang terjadi, sampai kamu memutuskan untuk pergi dari kota kelahiranmu dan dengan sengaja mengganti namamu Zachary.... Atau mungkin mulai sekarang seharusnya aku memanggilmu dengan nama Michael?" Pertanyaan Aaron membuat mata Zachary terbeliak karena kaget.
Setelah belasan tahun Zachary berhasil menyembunyikan identitas asli dirinya, sekarang tiba-tiba saja, Aaron menanyakan tentang hal itu.
"Kenapa denganmu Zachary? Apa aku salah tentang itu?" Aaron kembali bertanya setelah dengan kecepatan supernya, tiba-tiba saja Aaron sudah berdiri tepat di samping Zachary yang hanya bisa menarik nafas panjang.
Melihat wajah Zachary yang tidak lagi terlalu terkejut melihat bagaimana Aaron bergerak dengan kecepatan supernya, Aaron langsung bisa menilai, kalau kecurigaannya bahwa Zachary adalah manusia super dengan kekuatan perlindungannya adalah benar.
"Sejak kapan... Pak Aaron tahu tentang saya?" Akhirnya Zachary memberanikan diri untuk bertanya kepada Aaron, setelah dia bangkit berdiri, karena tidak nyaman jika melihat Aaron berdiri sedang dia tetap duduk di kursi.
“Darimana Pak Aaron tahu tentang itu?” Zachary kembali bertanya tanpa bisa menyembunyikan wajah terkejutnya, tidak menyangka kalau Aaron mengetahui tentang siapa dirinya, dan entah sejak kapan Aaron tahu tentang itu.