
Meskipun pada akhirnya Mark tidak bisa menahan lama rekan-rekannya untuk mendapatkan info tentang pergerakan Aldrich dan kelompoknya, tapi George merasa sangat kesal begitu mengetahui dia sempat terlambat mengetahui info sepenting itu, karena ada yang berusaha menghalanginya, yang awalnya dia pikir adalah Angelina pelakunya.
“Tapi darimana kamu tahu tentang Chiara? Hanya Angelina dan aku yang tahu tentang Aaron dan Chiara.” George bertanya dengan mata masih menunjukkan kemarahannya pada Mark.
Angelina cukup kaget dengan pertanyaan George pada Mark, yang menunjukkan George benar-benar mencurigainya, tapi di sisi lain, Angelina juga merasa penasaran darimana Mark bisa tahu tentang hal yang memang selama ini hanya George dan dia yang tahu tentang itu di tengah-tengah kelompok mereka.
"Aku... tidak sengaja mendengarnya ketika menemani Angelina yang sedang mabuk, dan tanpa aku duga menceritakan semua tentang Aaron dan istrinya." Mata Angelina langsung terbeliak mendengar pengakuan dari Mark.
"Maaf... aku tidak menyangka sudah berbuat sebodoh itu tanpa sadar." Dengan sura pelan, Angelina berkata.
Ada rasa bersalah yang tiba-tiba menelusup di hati Angelina, karena meskipun bukan dia yang berkhinat, tapi pada kenyataannya, Mark bisa melakukan itu karena tindakan bodohnya yang meracau pada saat mabuk.
Ternyata tanpa aku sadari, aku benar-benar sudah ikut andil dalam bertindak bodoh seperti Mark. Hah! Sepertinya aku harus benar-benar menjauhi alkohol mulai sekarang. Minuman itu benar-benar menyesatkan.
Angelina berkata dalam hati, tanpa berani menyanggah ucapan Mark di depan George dan yang lain.
"Sudahlah, hentikan semuanya. Tidak ada gunanya menyesali apa yang sudah terjadi." Aaron berkata dengan nada suara terdengar tenang, berusaha melerai, dan untuk menghentikan para teman-temannya untuk saling menyalahkan satu dengan yang lain.
"Yang paling penting sekarang, aku butuh bantuan kalian untuk menghadapi Aldrich dan kelompoknya yang sudah datang dan berkumpul di negara ini. Bukan karena aku ingin sekedar menyelamatkan istriku dari tangan Aldrich. Tapi Aldrich sudah mengetahui semua info tentang adanya kelompok kita, bahkan mungkin semua dari kalian, nama-nama kalian sudah terekam dalam jejak info yang dimiliki oleh Aldrich, sehingga ke depannya kita semua ini, tidak akan bisa lagi menghindar atau bersembunyi dari Aldrich." Aaron berusaha menjelaskan apa yang terjadi sekarang ini.
"Mau tidak mau, kita harus melawan Aldrich dan kelompoknya dengan beradu kekuatan secara fisik, meskipun kita tahu, banyak resiko yang harus kita pikirkan, karena anggota kelompok kita tidaklah sebanyak Aldrich, yang akhir-akhir ini sibuk melakukan percobaan, menjadikan manusia bisa menjadi mutan dengan suntikan serum yang dia ciptakan." Perkataan Aaron membuat para teman-temannya yang lain memberikan reaksi yang berbeda-beda.
Ada yang menghela nafasnya, ada yang menahan nafas sambil memandang satu dengan yang lain, tapi ada juga yang tetap terlihat tenang, karena dia percaya, Aaron yang dikenalnya bukan orang yang mudah menyerah, dan mudah untuk dikalahkan oleh siapapun.
Entah Aaron sebagai Aaron Malverich, si raja properti, atau Aaron sebagai mask men, orang-orang yang mengenal Aaron, tahu dengan jelas kalau sosok Aaron merupakan orang yang hebat, dan layak untuk menjadi pemimpin mereka.
"Aku akan tetap mendukung keputusanmu meskipun nyawaku sebagai taruhannya." Tiba-tiba Steve berkata sambil menatap ke arah Aaron yang berdiri menghadap ke arah mereka.
"Aku juga akan selalu mendukungmu." Jack menyahuti perkataan Steve.
"Kami sudah berhutang terlalu banyak padamu. Sekarang saatnya kami membalas semua kebaikanmu Aaron."
"Kami tidak takut mati untuk membela kebenaran dan keluarga kami."
"Jika kita lari sekarang dari Aldrich, entah besok atau lusa, dia pasti akan berusaha menangkap bahkan membunuh kita dan orang-orang yang kita kenal dan kita sayangi. Jadi lebih baik kita lawan Aldrich sekarang."
"Kita lawan bersama Aldrich dan gerombolannya!"
"Demi masa depan kita!"
"Demi ketenangan hidup keluarga kita!"
Semua kata-kata berisi dukungan untuk Aaron yang mengajak mereka untuk melawan Aldrich, terdengar saling bersahutan di dalam ruangan itu.
George dan Zachary, termasuk Angelina, langsung tersenyum mendengar berbagai ucapan yang diucapkan mereka dengan penuh semangat itu.
Melihat itu, Mark hanya bisa menelan ludahnya dengan rasa bersalah yang begitu besar saat ini.
"Aaron.... ijinkan aku untuk ikut...." Dengan suara ragu, Mark berkata kepada Aaron yang masih diam di posisinya dan mendengarkan setiap perkataan yang berisi dukungan untuknya itu.
"Tidak bisa!" Baik George maupun Angelina langsung memotong perkataan Mark secara bersamaan, seolah mereka bisa membaca apa yang hendak dikatakan oleh Mark pada Aaron.
Setelah secara bersamaan Angelina dan George berkata, menentang keinginan Mark untuk ikut bergabung, baik Angelina maupun George langsung saling berpadangan, dan tanpa sadar sama-sama tersenyum sekilas, lalu saling membuang muka mereka.
Setelah sebelumnya mereka saling bersitegang, pada akhirnya, baik Angelina maupun George sama-sama saling menyadari kesalahan mereka, dan tanpa mengucapkan kata maaf, mereka berdua sudah saling memaafkan satu dengan yang lain.
“Maaf Mark, aku mengerti tentang keinginanmu, meskipun itu mungkin untuk menebus rasa bersalahmu. Tapi aku juga harus memikirkan perasaan teman-temanmu yang masih kecewa dengan apa yang sudah kamu lakukan pada kami. Jadi, untuk sementara, kamu harus menerima jika kami tidak mengijinkanmu pergi bersama kami.” Perkataan Aaron disambut dengan anggukan kepala oleh semua yang ada di tempat itu, termasuk George dan Angelina, yang sebenarnya masih merasa begitu kesal dengan Mark.
Akan tetapi melihat sikap yang diambil Aaron, baik Angelina maupun George bisa menebak kalau Aaron pasti tidak akan memperpanjang masalah ini. Kalaupun Aaron memberikan hukuman pada Mark, hukuman itu bukanlah sebuah hukuman berat secara fisik, tapi justru sebuah hukuman yang lebih ke arah mental dan hati, yang pastinya akan membuat Mark menyesali perbuatannya, dan akan berpikir ratusan kali sebelum dia kembali melakukan hal seperti itu.
“Aku mengerti Aaron, terimakasih untuk tidak membuangku dari kalian, setelah apa yang sudah aku lakukan, yang membahayakan nyawa kalian, juga istrimu.” Mark berkata dengan nada pelan.
“Aku akan meminta Zachary dan Jack mengantarmu ke tempat tinggal sementaramu. Mungkin disana kamu akan merasa terpenjara, tapi itu semua demi kebaikanmu. Aku tahu dengan kekuatanmu, kamu bisa saja keluar dari tempat itu kalau kamu mau. Tapi tunjukkan ketulusan hatimu dengan tidak melakukan apa yang akan membuat kami kecewa lagi dan tidak memberikanmu kesempatan lagi untuk bisa tetap bersama kami di masa depan.” Kata-kata Aaron, meskipun dengan tenang diucapkannya, Mark tahu tindakannya yang sempat menjadi informan bagi Aldrich sudah membuat hati laki-laki itu terluka dan kecewa.
Apalagi Mark sadar, tindakan pengkhianatannya itu sudah menyebabkan istri Aaron menjadi sandera bagi Aldrich yang dikenal berhati dingin, apalagi pada para wanita.
“Zachary, tolong antarkan Mark bersama Jack, ke tempat yang aku maksudkan tadi.” Aaron segera memberikan perintah pada Zachary tanpa menunggu tanggapan dari Mark atas keputusannya, menyingkirkan Mark dari rencana mereka sementara ini, karena Aaron yakin, gerak-gerik Mark pasti juga diawasi oleh kelompok Aldrich.